January 20, 2017

Sinopsis The Legend of The Blue Sea Episode 18 - Kematian

loading...

DrameHouse.com - Oh Tuhann.... inilah episode dimana Lee Min Ho ahrus menguras habis air matanya. Episode Legend of The Blue Sea paling mengharukan dan bikin nyesek. Pantas saja Joon Jae menangis begitu kencang, ayah yang selama ini sangat ia rindukan tiba-tiba meninggal dengan tragis. Dan Shim Chung, dia juga hampir ketahuan oleh Nam Doo oppa.


Joon Jae lari tergesa-gesa setelah mendapat pesan suara dari sang appa. dengan kecepatan tinggi, dia melajukan mobilnya menuju rumah sang ayah. Tapi sayang, begitu Joon Jae sampai gerbang, dia sudah melihat petugas rumah sakit membawa jenazah sang ayah.

Sedang Chi Hyun, dia yang sangat melindungi ibunya berubah jadi jahat. Padahal jika dia mau lebih cepat menolong, mungking sang ayah tiri akan selamat. Eh, CHi Hyun malah mencuci gelas yang dipakai sang ibu untuk memberi ayahnya racun. Dan ya, karena kejahatan nya, Chi Hyun harus rela babak belur oleh Joon Jae yang lagi kalap.

Dirumah Joon Jae, Nam Doo oppa berusaha mengorek keterangan dari Shim Chung soal identitas dia yang sebenarnya. Tapi dengan pandai, Shim Chung menjawab. "Bagiku kau adalah teman. Tak peduli jika kau harus mengkhianatiku. Tapi, jika aku tahu kau telah mengkhianatiku. Maka aku akan berpikir tentang dirimu. Namun sebelum itu terjadi. Kau tetaplah temanku"

Lalu Tae Oh datang, dia membawa kabar duka sambil ngos-ngosan. Tae Oh marah karena tak ada satupun orang di rumah yang menerima telponnya. Lalu dia mengajak Shim Chung dan Nam Doo ke rumah sakit menemani Joon Jae yang sedang kacau karena ditinggal sang ayah pergi untuk selama-lamanya.

Setelah Shim Chung datang, Joon Jae dengan putus asanya meminta kekasih nya itu menghapus smeua ingatan tentang sang ayah. Dia tidak mau kenangan indah membuatnya rindu, dan kenangan buruk  membuatnya menyesal. Tapi sayangnya Shim Chung tidak bisa melakukan itu. Sedang ibu tiri Joon Jae, dia memainkan peran dengan apik. Pura-pura syok, sedih, teprukul hingga akhirnya pingsan di depan kamar jenazah.

Entah dari mana Heo Chi Hyun tahu soal Nam Doo hyung, dia tiba-tiba punya rencana licik untuk menyingkirkan Joon Jae. Dan dengan licik pula, Nam Doo menerima tawaran itu. Dengan begitu, mereka sama-sama untung. Nam Doo bisa dapet Chi Hyung dengan segala kekuatannya. Sedang Chi Hyun dan ibunya bisa bebas dengan sempurna. Tapi Joon Jae tetap ngotot minta ayahnya di otopsi. Dengan begitu, dia akan tahu. Bahwa sang ayah mati karena di racun oleh sang ibu tiri.

Esok harinya, si detektif teman Joon Jae datang ke rumah ayah Joon Jae. Dia membawa surat penggeledahan. Tapi sayang, karena begitu licik dan matang mempersiapkan semuanya. Sang detektif dan anak buahnya tidak menemukan barang bukti apapun. Tapi dia berhasil membuat si ibu tiri Joon Jae ketar ketir dengan foto masa kecil Kang Soo He dan kembarannya Kang Ji Hyun.

Ibu Joon Jae datang ke acara permakaman bersama kakak ipar Cha Si Ah, yaitu mantan majikannya. Disana, dia diam-diam menangis dan menyesal tidak bertemu dengan mantan suaminya lebih cepat. Lalu tiba-tiba si selir datang mengacau dan berkata se-enaknya. Begitu hendak membalas tamparan ibu Joon Jae, Shim Chung langsung menghalau tangan Kang Soo Hee. Dan saat itu pula, Shim Chung menghapus semua ingatan Kang Soo Hee dan menemukan barang bukti dia simpan dari ingatan jahatnya itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kang Soo He heran setelah Shim Chung melepas tangannya
"Aku bisa saja melakukan sesuatu padamu. Tapi aku tidak melakukannya. Dan kau harus mengingat semua kejahatannya sampai mati. Sebagai sesuatu yang sangat kau dambakan" kata Shim Chung lalu mengajak calon ibu mertuanya pergi.

Setelah melihat ingatan akan kejahatn yang di lakukan ibu tiri Joon Jae, Shim Chung segera memberitahu dan mengajak Joon jae ke rumah ayahnya. Dan benar, mereka menemukan tempat persembunyian Ma Dae Young sekaligus gudang obat tempat ibu tiri Joon Jae melakukan kejahatan.

Berkat Shim Chung juga, ibu tiri Joon Jae berhasil dibawa ke kantor polisi dengan borgol di kedua tangannya. Meski sempat melindungi sang ibu, Chi Hyun kini tidak bisa berkutik. Dan Nam Doo hyung yang tadinya juga ikut campur harus berhati-hati.

Dan disinilah Joon Jae sekarang, di depan foto sang ayah tercinta. Meratapi kepergian orang yang dicintai nya untuk selama-lamanya. Di dampingi Shim Chung, Joon Jae berusaha tegar dan kuat menghadapi kemarian sang ayah.

Setelah pulang dari pemakaman sang ayah, Joon Jae merebahkan tubuhnya dan menarik Shim Chung kedalam pelukannya. Mereka pun kini tidur bersama. Tapi sesuatu membuat Shim Chung bangun. Dia bilang, kalau tombak yang melukai Kim Dam Ryung dan Se Hwa dulu, bukan Ma Dae Young yang melemparnya. Tapi orang lain. Orang yang mereka kenal. Munkin NAM DOO hyung yang melakukannya.

Selanjutnya, ada pasangan lain yang baru lahir. Dialah Cha Si Ah dan si cute Tae Oh. Ohhh... manisnya mereka. Tae Oh yang sebenarnya tidak pernah suka pada Si Ah mendadak bersikap manis. Mungkin karena si brondong ini kasian kali ya ngeliat Si Ah selalu patah hati dan stress karena di tolak Joon Jae. Makanya dia mau mengantar Cha Si Ah pulang. Biarin deh meski naik bus. Dan yang penting, bisa tiduran di bahu Cha Si Ah sambil memakaikannya headset adalah salah satu cara tak terduga yang berakhir manis ^^ so swittt.

Dan benar, setelah 48 jam ditahan tanpa surat perintah, akhirnya ibu tiri Joon Jae dilepaskan begitu saja. Dan dengan bantuan Nam Doo. Chi Hyun dengan liciknya menculik Joon Jae. Dia membawa Joon Jae ke sebuah gedung lalu menyuntikkan sebuah cairan mematikan. Nam Doo, Kang Ji Hyun juga Ci Hyun telah menyiapkan semuanya. Mereka juga membuat surat kematian Joon Jae sebagai alasan Joon Jae bunuh diri karena tidak menerima warisan dari sang ayah.

Sedang Tae Oh dan Shim Chung dalam perjalanan mengikuti GPS mobil Nam Doo. tae Oh tidak snegaja melihat Nam Doo memukul Joon Jae dari belakang melalui CCTV di tempat parkir.

Omaigad.... ternyata Nam Doo hyung tidak seburuk yang admin kece kira gaes. Dia malah bersekongkol dengan Joon Jae untuk menjebak Chi Hyun dan ibunya supaya mengaku. Dan dengan kepintarannya, Nam Doo, Joon Jae, sang detektif dan para ank buahnya beraksi sempurna. Sekali lagi mereka mendapat jackpot.

Tentu ibu tiri Joon Jae dan Chi Hyun kelabakan. Bahkan, Chi Hyun berani mengambil pistol polisi dan menembak Joon Jae sangking takutnya sang ibu dibawa ke penjara. Chi Hyun yang sangat marah pada Nam Doo karena di jebak dengan begitu cepat melepas pelatuk ke arah Joon Jae. Tapi sayang, yang kena malah Shim Chung. Ottokiee...???

FLASHBACK!

Waktu Chi Hyun manggil Nam Doo hyung di rumah sakit dan menawarinya jadi sekutu. Ternyata Nam Doo hyung bilang semuanya pada Joon Jae. Katanya, dia tidak menyukai Heo Chi Hyun yang sok kaya dan tidak sopan. "Kau tahu, kan. Dia pewarisnya. Sedangkan kau cuma pengemis. Kau tau aturanku. Pertama, aku memilih uang. Ke-2, aku memilih lebih banyak uang. Dan ke-3, TATAKRAMA"... "Kalau begitu, kita hajar dia bersama-sama" kata Nam Doo hyung di ikuti senyum penuh rencana Joon Jae dan sang detektif.

Hahahaha... dan dengan senyum liciknya, Nam Doo membuat rencan bersama Joon Jae dan sang detektif. Dia membuat penculikan Joon Jae seolah-olah beneran. Padahal Tae Oh yang tidak terlibat juga ikutan panik pas liat CCTV nya. Begitu ibu Joon Jae sangat percaya diri kalau cairan yang di suntikkan pada anak tirinya itu akan membuatnya tutup mulut untuk selama-lamanya.

Eh... malah ada ponsel bunyi. Dan itu punya salah satu anak buah si detektif. Di situlah smeuanya terbongkar, kalau ibu tiri nya itu yang membunuh sang ayah. Dan Chi Hyun ternyata mengetahui semuanya. Dia malah melindungi sang ibu.

Well... kalau jalan ceritanya seperti ini admin kece baru percaya bahwa ... lah writer-nim nya ^^ hahaha....

BERSAMBUNG...
Continued on the next episode [Episode 19] or Read the previous episode [Episode 17]

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon

Drame House on Facebook

Instagram Gallery @dramehouse