July 07, 2016

Sinopsis Doctors Episode 6 - Kiss In The Rain

DrameHouse.com - Prof Hong yang berlari tanpa menghiraukan keselamatannya sangat terkejut ketika melihat banyak darah di ruangan si bos mafia (Tuan Gong).

 
Dokter Jung lalu membangunkan Dokter Yoo yang mulai kesakitan karena menahan si orang mencurigakan tadi. Sangking khawatirnya, Prof Hong sempat memarahi Dokter Jung karena tidak bisa melindungi Dokter Yoo.
Dokter Yoo memencet tombol darurat dan meminta tolong pada Dokter Jung untuk membawa si bos keluar. Dokter Yoo juga memohon bantuan Prof Hong untuk menelpon dokter bedah umum karena si orang yang tertusuk tadi harus segera di operasi sebab hatinya tertusuk pisau.

Prof Hong mengantar Dokter Yoo ke ICU untuk memeriksa kondisi si bos mafia. Sebelum Dokter Yoo pergi, tiba-tiba Prof memeluknya dan berkata terima kasih.

“Hye Jung, saat ini aku akan melakukan sesuatu. Aku akan melakukan yang orang lain lakukan. Sesama manusia” kata Prof Hong
“Maksudmu?? Kau akan melakukan apa?” tanya Dokter Yoo tidak mengerti di ikuti pelukan hangat Prof Hong
“Terima kasih” kata Prof Hong sambil memeluk Dokter Yoo
“Untuk apa?”
“Kau bodoh Yoo Hye Jung” *eits, bener juga. Mungkin secara tidak langsung Dokter Yoo sudah menerima Prof Hong karena tidak menolak pelukan itu. Iya, kan cingu?? Aracchi? ^^

Dokter Yoo mencari Dokter Jung. Dia ingin tahu kenapa tadi Dokter Jung mencarinya diruangan si bos. Dokter Jung yang merasa malu karena tidak bisa berbuat apa-apa saat keadaan tegang di ruangan si bos mafia malah lari ketika melihat Dokter Yoo mengejarnya.

Bahkan mereka pake adegan kejar-kejaran di lift. Begitu Dokter Yoo mendapatkan Dokter Jung. Dia mengucapkan terima kasih. Karena berkat bantuan Dokter Jung, Dokter Yoo bisa mengatasi hal itu. Tapi Dokter Jung malah malu.

Dokter Jung, pamannya dan Prof Hong ada dalam satu rumah. Dokter Jung merasa kikuk setelah kejadian di ruangan si bos mafia tadi malam. Oleh karena itu, Dokter Jung selalu menghindar dan berusaha pergi duluan dari rumah pamannya.

Pas di parkiran mobil. Pamannya (teman akrab Prof Hong dan In Joo Unnie) berniat numpang di mobil Dokter Jung. Tapi Dokter Jung berbisik pada pamannya kalau tidak suka Prof Hong.

“Ji Hong, katanya dia tidak suka padamu” teriak pamannya pada Prof dari sebelah mobil Dokter Jung
“Paman, kenapa kau mengatakannya?” gerutu Dokter Jung
“Ayo kita naik mobil dia saja. Dari pada naik taksi buang-buang uang” kata paman Dokter Jung
“Tunggu, tunggu. Kenapa harus naik mobilku?” protes Dokter Jung
“Memang mobil dokter kemana?” tanya Dokter Jung lagi
“Aku menunggu mobilku dikirim dari Amerika” jelas Prof Hong *maklum, orang kaya ^^
“Kenapa kau bicara informal” protes Dokter Jung lagi pada Prof Hong
"Kau kau keponakan temanku. Jadi kau keponakanku juga, kan?” Prof Hong sukses bikin Dokter Jung tambah kikuk dan linglung ^^ Lalu Prof Hong dan temannya berlari masuk dak duduk di kursi belakang mobil Dokter Jung.

Dokter Yoo menunggu Prof Hong di depan ruangannya. Dia ingin memberi Prof Hong Bunga sebagai ucapan terima selamat datang atas bergabugnya dengan Gukil Medikal Center.

“Masuklah” kata Prof Hong setelah membuka password ruangannya
“Selamat karena telah bergabung dengan Rumah Sakit Gukil Medikal Center”
“Terima kasih. Kau paham seperti ini juga. Tapi apa arti bunga ini, apa murni ketulusan atau sejenisnya?” tanya Prof Hong
“Tapi sebenarnya ini sogokan” kata Dokter Yoo sambil memberikan nomor berkas neneknya di GIMC
“Ini sebabnya kau melepas posisi staf mu di rumah sakit Daejon dan pindah kesini?” kata Prof Hong sambil merobek nomor yang diberikan Dokter Yoo
“Lupakan Hye Jung. Ini mungkin terkesan dingin. Tapi kau juga seorang dokter sekarang. Tidak ada dokter yang bersih dari kesalahan medis. Hiduplah dengan normal dan nikmati hidup” nasihat Prof Hong
“Aku perlu tahu apa yang terjadi di ruang operasi”
“Kalau kau sudah tahu, kau mau apa?” tanya Prof Hong
“Aku akan memutuskannya setelah aku tahu. Kau bilang insiden tidak akan bisa berubah. Tapi hati bisa. Dan kenapa kau merobek kertas itu?”
“Aku minta maaf. Itu karena aku tidak suka melihatmu begini” kata Prof Hong
“Aku tidak punya kemewahan hidup sebagai orang normal. Lupakan saja. Kalau dokter tidak mau melakukannya, aku akan meminta staf lain melakukannya. Atau aku akan meretasnya sendiri” kata Dokter Yoo marah kemudian pergi dari ruangan Prof Hong

Dokter Jung menghampiri Dokter Yoo yang sedang merenung sendirian di taman. Dia mengajak Dokter Yoo pergi bersama ke kantor polisi untuk memberi pernyataan atas kejadian penusukan di ruangan bos mafi.

Sedang Prof Hong menyatukan kembali kertas berisi nomor berkas nenek Dokter Yoo dan mencari nya di komputer. Tapi nihil Akses Prof Hong juga di tolak. Ada apa gerangan??

Dokter Yoo menemui Dokter Jung dan meminta Dokter Jung mengoperasi ibu tirinya. Dia tidak bisa melakukan itu karena melihat wajahnya saja Dokter Yoo sudah muak. Tapi Dokter Jung tidak bisa karena peraturan rumah sakit tidak boleh mengganti pasien.

Saat datang untuk memeriksakan otot wajahnya, ibu tiri Dokter Yoo malah membuat kekacuan karena melihat Dokter Yoo suskes sedang anaknya hanya menjadi guru. Tentu itu membuat seluruh dokter atau residen yang sedang bertugas tahu bahwa ibu tiri Dokter Yoo jahat sekali

Prof Hong pergi memancing dengan ayahnya, lalu tiba-tiba Dokter Yoo menelpon.

“Oh Hye Jung”
“Dokter sedang di luar?”
“Iya, aku sedang memancing dengan ayahku”
“Ah, tidak apa-apa. Selamat bersenang-senang”
“Siapa Hye Jung?” tanya ayah Prof Hong
“Junior di rumah sakit”
"Pasti dia cantik”
“Dari mana ayah tahu?”
“Suaramu berubah saat dia menelpon. Kau tidak seperti itu ketika aku yang menelpon”
“Ah, mana mungkin” elak Prof Hong
“Ayah, aku minta tolong” kata Prof Hong sambil memberikan nomor berkas nenek Dokter Yoo
“Apa itu?”
“Temukan berkas pasien ini”

Dokter Jung tidak sengaja mendengar pembicaraan Kang Soo, dan teman-temannya tentang ibu tiri Dokter Yoo yang datang dan mengacau. Oleh Karena itu, Dokter Jung berubah pikiran dan mau mengambil alih operasi pasien Lee Gae In (ibu Tiri Dokter Yoo).

Ibu tiri Dokter Yoo datang lagi dan kembali membuat Dokter Yoo marah. Kata-katanya yang kasar malah membuat Dokter Yoo hampir menangis. Dia juga tidak mau pindah rumah sakit meski Dokter Yoo akan memberi referensi karena jika memiliki kerabat dokter akan dapat potongan biaya 30%. Dasar wanita banyak maunya *ups terbawa emosi cingu

Dokter Jin Seo Woo datang menemui Dokter Jung di ruangannya. Dia juga mendengar kalau Dokter Jung akan mengambil alih operasi pasien atas nama Lee Ga In (Ibu tiri Dokter Yoo).

“Kau menelpon siapa?” Dokter Jin Seo Woo
“Aku akan mengambil alih operasi ibu Dokter Yoo”
“Sejak kapan kau perhatian pasa orang lain” celoteh Dokter Jin
“Memangnya tidak pernah ya?? Kalau begitu aku akan perhatian mulai sekarang”
“Menjauhlah dari Hye Jung. Belum lama ini kau ingin dia pergi. Tapi kenapa cepat sekali berubahnya”
“Orang bisa saja berubah pikiran. Kenapa kau meledekku” kata Dokter Jung lalu meninggalkan Dokter Jin sendirian di ruanggan nya.

Merasa sepi dan sendiri, Dokter Jin kembali ke ruangan pasien Oh Young Min yang biasa dia panggil ahjumma. Disana dia membawa roti lapis untuk dimakan bersama. Ahjumma merasa sedih karena tidak ada yang menjenguknya . Itu sebabnya dia ingin pergi dan mencari udara segar. Tapi Dokter Jin melarang karena kondisinya belum pulih benar. Kemudian tiba-tiba si ahjumma sesak nafas dan terkena serangan jantung.

Dokter Jin yang panik langsung menekan tombol darurat dan memacu jantung si pasien. Tapi sayang, ahjuma Oh Young Mi meninggal. Dokter Jin yang merasa sangat terpukul karena sedang dekat dengan pasien itu terus berusaha meski dia sudah tahu si pasien telah meninggal. Lalu Dokter Jung datang untuk menangkan Dokter Jin.
Dokter Yoo pergi ke restoran neneknya setelah menerima kartu nama dari sang adik tiri. Dari kejauhan, dia melihat ayahnya sedang melayani pelanggan. Dia juga teringat akan neneknya ketika melihat restoran itu.

Dia teringat ketika neneknya membelikan kalung yang selama ini dia pakai.

Lalu ponsel Dokter Yoo berdering. Ternyata Prof Hong yang menelpon. Dia ingin memeberikan berkas nenek yang selama ini dicari Dokter Yoo.

“Kenapa kau muram sekali. Aku akan membuatmu bahagia” kata Prof Hong sambil menyodorkan berkas itu
“Aku mendapatkannya tidak dengan level jabatanku. Aku juga minta tolong seseorang. Aku juga punya salinannya. Aku akan tanyakan pada temanku di departemen bedah umum. Apapun yang membuat kau bahagia, aku akan membantumu” kata Prof Hong manis *ciye ciye
“Kenapa diam saja, kapan kau akan membuka diri untukku” kata Prof Hong berusaha mencairkan suasana.
Kemudian hujan turun begitu saja, Lalu Prof Hong dan Dokter Yoo berlari mencari tempat untuk berteduh. Eh malah nemu nya tempat telepon umum. Jadi deh mereka berdua kejebak di dalem situ. Pas lagi derasnya hujan, ada dua orang yang sedang naik sepeda bersama sambil main hujan. Itu membuat Dokter Yoo flashback pas dirinya dan Prof Hong berteduh ketika kehujaan saat pergi ke sekolah bareng naik sepeda.

“Ada yang bilang begini. Hidup bukan lah menunggu kapan badai berlalu. Melainkan belajar menari di saat hujan” kata Prof Hong setelah memutar lagu di ponselnya kemudian membuka pintu telepon umum dan keluar bermain hujan-hujanan.

Lalu ketika sedang asyik menari-nari, Prof Hong menarik Dokter Yoo dan menari bersama.
“Kita harus menari bersama”
“Ah dokter dokter... "

Setelah main hujan-hujanan selesai, sekarang giliran menghangatkan badan. Ehmmm, jangan ngeres dulu ya. Ini hal yang wajar disana (*red Korea Selatan) ketika seseorang menyukai orang lain. Apa lagi momennya  pas banget. Kissing in the Rain ^^

“Saat ini aku akan melakukan sesuatu. Sebagai laki-laki pada peremuan” kata Prof Hong yang membuat Dokter Yoo deg-degan.

“Hidup ini layak dijalani. Aku juga punya kesempatan sebagai orang normal” narasi Prof Hong ketika mencium Dokter Yoo.

So weeeetttttt, ada yang punya planning lebaran sambil main hujan-hujanan macam dokter-dokter keren ini?? Hemm, hati-hati kena flu ya *hikshikshiks :))

BERSAMBUNG...
Continued on the next episode [Episode 7] or Read the previous episode [Episode 5]

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon