June 01, 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 10 - Yeay, Jadian!

DrameHouse.com - Anyeonghaseo cingu, wahhh... Another  Oh Hae Young episode 10 emang top markotop yah. Udah pada nonton, kan?? Seger deh admin kece abis nonton drama ini. Akhirnya Park Do Kyung dan Oh Hae Young jadiah. *asyikkkkkk.... ada yang lagi mekar banget berarti bunga di hatinya *suit suit ^^.

Di episode kali ini, Oh Hae Young dan Park Do Kyung beneran galau abis. Kenapa?? Setelah adegan ciuman mepet tempok di episode 9. Mereka langsung jauhan. Bukan, Tapi Park Do Kyung yang menghilang. Setelah ciuman dan pelukan hangat ‘mepet  tempok ‘ di pinggir jalan. Do Kyung merasa malu sekali dan rasanya gak sanggup kalau harus ketemu Oh Hae Young. Aigooo...

Sedang Oh Hae Young malah mau ketemuan sama Han Tae Jin. Gara-garanya galau banget nunggu telpon dari Park Do Kyung. Dia lalu ambil cucian banyak banget. Meski masih bersih, di ambil aja selimut dari dalam lemari terus di cuci. Maklum lah ya, orang galau mah suka aneh-aneh *kayak situ enggak aja :D

Karena kepikiran Do Kyung, akhirnya Hae Young turun dari bus dan gak jadi ketemuan sama Tae Jin. Padahal doi udah nunggu dan nyiapin makan romantis loh. *duhhh kasian ya....

Park Do Kyung pergi ke sebuah taman bermain. Disana dia merenung dan mengingat kembali semua masa kecilnya bersama sang ayah (cast by Lee Pil Mo). Di episode 10 ini juga di ceritakan bagaimana ayah Do Kyung bisa meninggal.

[FLASHBACK]

Suatu hari, Do Kyung dan ayahnya pergi untuk merekam suara di sebuah tebing. Do Kyung bermain-main dengan mengejar dan mencoba mendengarkan suara kupu-kupu ketika mengepakkan sayapnya. Dan sang ayah sibuk merekam. Kemudian angin kencang dan merobohkan alat perekam. Ayah Do Kyung spontan akan mengambil alat perekam itu. Tapi sayang, dia malah terjatuh dari tebing dan meninggal.

Do Kyung yang masih kecil sangat kebingungan mencari sang ayah yang tiba-tiba menghilang. Setelah dia berusaha menemukan ayahnya, sang ayah ternyata sudah tergeletak ditepi pantai. Kepalanya berdarah dan (mungkin) sudah meninggal ketika Do Kyung datang.

Do Kyung mencari bantuan kesana kesini, tapi nihil. Karena tidak ada orang sama sekali waktu itu. Lalu dia mengambil sebuah kain (mirip kain tenda) untuk membawa ayahnya ke mobil dengan digeret. Do Kyung begitu susah payah memasukkan ayahnya ke mobil. Lalu karena tidak bisa menyetir (masih kecil) dia mendorong mobilnya hingga jauh ke jalanan. Dan...

Sebuah kendaraan menambrak mobil Do Kyung dan ayahnya... Setelah itu, entahlah.... (kembali ke masa depan. Masa sekarang).
***

Do Kyung yang sangat bersedih karena mengingat semua kejadian di masa lalunya bersama sang ayah juga akan penglihatan yang menyatakan dirinya akan mengalami kecelakaan mobil dan meninggal. Oleh sebab itu, Do Kyung kemudian menelpon Oh Hae Young dan meminta Hae Young untuk datang sambil menangis.

“Aku berusaha menunggu 5 deringan untuk mengangkatnya. Tapi 3 deringan aku sudah tidak sabar kemudian mengangkatnya. Bukankah aku sangat murahan?” oceh Hae Young sambil menangis di kamar ketika menerima telepon dari Do Kyung
“Kau harusnya bicara jika sudah menelpon. Kenapa tidak bicara apapun. Kau masih saja tetap begitu” kata Hae Young sambil berteriak dan menangis
“Kemarilah...” kata Park Do Kyung lemes
“Kau pikir aku murahan sekali sampai aku akan datang jika kau menyuruhku?” teriak Oh Hae Young dari telepon
“Aku merindukanmu..... Aku merindukanmu” dan berlinanglah air mata Park Do Kyung.

Oh Hae Young langsung lari keluar rumah dan menemui Park Do Kyung. Bukannya pelukan, malah malu-malu meong. Duhhh..... apasih, *admin kece iri tahu ^^.

Mereka lalu berjalan-jalan. Meski hanya jalan biasa, hati mereka kini tengah berbunga. Mekar sempurna!

“Aku murahan sekali sampai aku mau datang jika kau menyuruhku” kata Oh Hae Young “Sekarang, apa lagi ayng kau inginkan dariku?” tanya Hae Young sambil menatap ke arah Do Kyung
“Bisakah kau memberiku pelukan?” pinta Do Kyung pada Hae Young. Dan tanpa berpikir panjang, Hae Young langsung melingkarkan dua tangannya di leher Do Kyung. Aigooooo... lagi-lagi mereka so sweeeet banget sih *iri

Setelah adegan pelukan selesai, saatnya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke tampat yang jauh. Dimana min?? ?uhhh... lihat pic aja yah ^^

“Kenapa kau tidak bertanya kita mau pergi kemana?” tanya Do Kyung pada Hae Young di perjalanan
“Tidak peduli kita mau pergi kemana karena aku murahan”
“Terima kasih sudah menjadi murahan”
canda Do Kyung sambil melempar senyum pada Hae Young
“Kau tahu betapa sulitnya seorang wanita memutuskan dirinya untuk menjadi murahan? Jika kau berubah lagi. Akan kubunuh kau!” kata Hae Young pada Do Kyung yang mesam-mesem sambil nyetir “Kenapa kau tidak menjawab? Apa kau akan berubah?”
“Aku tidak akan merubah keputusanku”
jawab Do Kyung meyakinkan Hae Young
“Yeay....” Hae Young lalu berteriak kegirangan dibalas dengan creamy smile nya Park Do Kyung yang sesuatu banget ^^.
Di Pantai...
Mereka bermain air dan kejar-kejaran. Seperti yang kebanyakan orang lakukan jika berada di pantai. Manis kan, ehmmmm... penasaran??? Tap the pic kalau penasaran yah ^^.

“Kapan kau mulai menyukaiku? Kau ingin aku menebaknya? Saat pertama kali kita bertemu“ tanya Hae Young manja
“Bukan! Ketika kau bercerita padaku saat dirimu memilih dirimu sendiri di pencalonan ketua kelas” jawab Do Kyung
“Apa? Kenapa itu. Itu kan memalukan sekali”
“Kau punya keberanian untuk mengakuinya. Aku menyukai itu”
balas Do Kyung lalu Hae Young menceritakan banyak kejadian memalukan tentang dirinya yang bisa membuat Do Kyung tertawa terbahak.

Selesai jalan-jalan di pantai sambil  mesra-mesraan main air, Park Do Kyung dan Oh Hae Young melanjutkan cerita mereka dengan makam malam. Dan tahu apa yang terjadi, sangking rindunya dan sayang nya sama Oh Hae Young. Do Kyung sampai narik kursi lalu membalikkan kursinya. And then, dicium deh si Hae Young sama oppa ganteng yang kalau mesem bikin orang kesemsem ini. Hahahahahaha ^^.

“Saat kita makan perut babi bersama orangtuamu tentang kusen  jendela. Lalu ibumu menaruh daging di nasiku. Aku merasa senang” curhat Do Kyung
“Ah... kenapa kau tersentuh sekali, itu kan hal yang biasa. Lagipula itu adalah hari kau menolakku” jawab Oh Hae Young. “Baiklah, katakan. Aku akan menaruh daging atau kimchi di nasimu setiap kita makan”.


***
Di tempat lain dimalam yang sama, tepatnya di Seoul...
Park Hoon sedang mabuk bersana Ahn Na. Dia menceritakan semua masa lalunya karena kesal pada Do Kyung setelah naskah nya dibilang ‘memalukan’!

“Saat aku bertemu dia, umurku enam tahun. Aku mengejarnya, memanggilnya Hyung selama berminggu-minggu. Kau tahu apa yang dia katakan setelah seminggu berlalu? Pergilah! Kembalilah ke rumahmu. Tapi aku masih hidup di rumah yang sama sekarang” kata Park Hoon curhat
“Bukankah marga kalian sama? Apakah kalian bukan saudara kandung?” tanya Ahn Na pada Park Hoon
“Ayolah, marga sama bukan berarti saudara, kan” jelas Park Hoon
“Ibuku berusaha menikahi orang bermarga sama supaya kami tidak terlihat jika mempunyai ayah yang berbeda” jelas Hoon lagi pada kekasih ABG nya, Yoon Ahn Na
“Aku ingin membunuh orang itu dulu. Tapi sekarang aku malah ingin memberinya pelukan” Ahn Na
“Apa?? Siapa?? “ tanya Hoon
“Ahjussi Park. Aku kira dia saudara kandungmu. Tapi ketika aku tahu kalian tidak sedarah. Aku jadi ingin memeluknya. Rasanya dia memang sungguh menyayangimu. Makanya aku ingin memeluknya sebagai ucapan terima kasih”

***

Oh Hae Young mengira setelah makan, minum, ciuman dan pelukan. Mereka akan bermalan disana, tapi ternyata Do Kyung sudah memanggil sopir pengganti untuk kembali ke Seoul. Meski sedikit cekcok dan tidak mau kembali, akhirnya nego dengan sopir dan Do Kyung selesai. Oh Hae Young pasrah dan kembali tanpa bisa menghabiskan malam bersama Park Do Kyung.

“Kau kelihatan sangat mabuk” kata Hae Young pada Do Kyung yang sudah ‘ndusel-ndusel’ di pelukannya “Haruskan kita pergi ke suatu tempat?” tanya Hae Young
“Aku sudah memanggil sopi?” jawab Do Kyung
“Apah???”
“Maksudku, pikirkanlah. Dari sini ke Seoul bisa kena biaya 200.000 won” elak Hae Young yang sebenarnya ingin pergi ke Motel ^^ wkwkwkwkwk
“Bukan. Lebih tepatnya 300.000” Do Kyung
“Apa masuk akal. Setelah kita seharian disini. Suana seperti ini, kita berciuman, minum-minum, makan. Dan kau panggil sopir?”
“Jadi  kau mau aku menyetir?”
kata Do Kyung yang udah mulai gak sadar. Dan sopir pengganti pun datang.

Sepanjang jalan, hae Young hanya cemberut dan melotot keluar jendela. Lalu dia melihat hanya ada satu motel yang buka. Dia langsung membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya.

“Perempuan tidak harus tidur di motel” kata Do Kyung yang sebanrnya tahu keinginan Hae Young
“Jika benar begitu, jadi hanya laki-laki saja yang boleh pergi ke motel” Hae Young sewot
“Lain kali. Malam pertama kita harus di tempat yang bagus” Kata Do kyung yang langsung bikin Hae Young mesem penasaran
“Kapan itu?” tanya Hae Young manja

Hae Young dan Do Kyung akhirnya tertidur karena kelelahan dan mabuk. Setelah terbangun karena terik matahari menyinari wajahnya, Do Kyung tersenyum manis sambil menatap mesra Hae Young yang masih tertidur di pangkuannya.

“Ayo kita pergi. Kita pergi saja” kata Do Kyung dalam hatinya sambil menutupi wajah Hae Young dengan tangannya agar tidak terkena sinar matahari.

Wihhh..... so sweet nya episode 10 ini. admin kece really can't handle this feeling loh cingu. Beneran deh, dramanya daebak! keren loh ceritanya. Jangan kemana-mana ya. Stay tune di blog nya admin kece untuk mengungkap kisah dua orang yang sedang mabuk cinta ini minggu depan. Anyeong ^^.

BERSAMBUNG...
Continued on the next episode [Episode 11] Or read the previous episode [Episode 9]

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon