April 06, 2016

Sinopsis Page Turner Episode 2 - Don't Give Up, I'm Here For You

DrameHouse.com - Setelah pertemuan tak sengaja dengan Yoo Seul di episode pertama, Jeong Cha Sik (Ji Soo) kini menjadi lenih dekat dengan si cantik yang buta itu (Kim Sohyun). Bahkan mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Semacam take and gift gitu lah ^^ Penasaran dengan kisah Page Turner selanjutnya??? baca yuk sinopsisnya dibawah ini ^^


Cha Sik berdiri di depan sebuah piano rongsokan di jalan yang sering dia lewati. Lalu dia bertanya pada paman yang berjualan dipinggi piano itu. Apakah dia boleh memainkan piano itu kapan saja.

Yoo Seul bersiap berangkat ke sekolah. Dan Jin Mok sepertinya masih kesal pada Tuhannya. Dia bahkan meletakkan salip yang biasa mejeng diatas meja kedalam lacinya.

Sama seperti Yoo Seun dan Jin Mok, Cha Sik juga bersiap memulai aktifitasnya, bukan ke sekolah. Tapi ke tempat baru yang dia inginkan. Sekolah Seni tempat belajar Yoo Seul dan Jin Mok.

Di halte bus, Jin Mok dan temannya menunggu bus datang. Mendengar pembicaraan teman-temannya tentang Yoo Seul yang akan kesulitan ke sekolah karena sekarang matanya buta. Jin Mok jadi memutuskan untuk pergi ke rumah Yoo Seul dan mengikutinya secara diam-diam.

Berusaha menolong Yoo Seul secara kasat mata. Baik sih, tapi semacam nyri perhatian yang di akibatkan karena penyesalan yah :|

Di jalan menuju sekolah, ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dan membunyikan bel, Yoo Seul yang tidak bisa melihat apa-apa menjadi kaget dan hampir terjatuh. Untung Jin Mok mengikutinya. Reflesk, si ganteng yang di juluki psikopat ini langsung meraih tangan Yoo Seul. Dan lucunya, Yoo Seul mengira Jin Mok itu mamanya. Dia bahkan memberikan rol rambut yang tadi masih menempel di rambutnya.

Di sekolah, Yoo Seu tidak sengaja menumpahkan sop temannya di kantin. Jin Mok yang kebetulan sedang makan siang segera menolong Yoo Seul yang terus meraba lantai karena mencari tongkatnya. Semua siswa yang melihat pemandangan itu yakin bahwa Jin Mok memang berniat membantu Yoo Seul.

Yoo Seul dipanggil ke ruang guru karena insiden di kanti siang ini. Seorang guru menyarankan Yoo Seul untuk memberitahu mamanya agar membantunya. Sebab tidak ada teman sekelas yang mau menjadi pemandunya. Lalu Jin Mok datang sambil membawa berkas aplikasi sebagai sukarelawan yang akan memandu Yoo Seul. Spontan, si jutek ini langsung menolak bantuan Jin Mok.

Cha Sik yang kebetulan juga ada di ruang guru karena ingin masuk di sekolah ini mendengar perkataan mereka. Lalu dia berteriak bahwa dirinya bersedia menjadi pemandu Yoo Seul di kelas selama jam sekolah.

Jin Mok yang mendengar hal itu langsung sewot dan tidak terima kalau Cha Sik juga ingin menjadi pemandu Yoo Seul. Lalu mereka bertengkar dan membuat suasana di ruang guru menjadi ricuh. Karena kesal, Yoo Seul pun memilih Cha Sik sebagai pemandunya. Meski sebenarnya dia tidak mau. Itu dilakukannya hanya untuk menghindari Jin Mok.

Cha Sik merasa kesulitan membaca pelajaran yang diberikan guru di papan tulis. Dia terus saja salah membacanya dan di tertawakan oleh semua siswa di kelas. Yoo Seul makin sebel dan akhirnya mengeluarkan handset dan mendengar musik ketimbang mendengarkan ocehan Cha Sik.

Jin Mok terus saja memperhatikan Yoo Seul, dia khawatir orang yang dia suka akan ketinggalan pelajaran. Tapi Cha Sik, lagi-lagi dia memergoki Sham Chik (sebutan untuk Jin Mok) sedang menatap Seul secara diam-diam.
"Aku yang memang. Kau kalah!. Jadi jangan lihat-lihat"

Jin Mok mengikuti Yoo Seul sampai ke kamar mandi, ketika Yoo Seul kesulitan mencari kran nya, Jin Mok mengarahkan tangan Seul ke kran.

"Siapa?" Seul
"Kemana ulat bulumu. Jika dia pemandumu, harusnya dia tidak pergi jauh darimu" Jin Mok
"Dia sedang ada urusan"
"Kenapa bukan aku?" Jin Mok protes
"Kau kira aku memilihnya karena aku suka padanya. Kau tahu seberapa bencinya aku padamu hingga aku harus memilihnya" Seul
"Kau bilang sudah lelah membenciku. Aku juga begitu. Jadi apa bisa kita lebih akur?" Jin Mok
"kenapa kau jadi lembut begini. Apa karena aku buta sehingga kau kasihan padaku?"... "Kalau aku peringkat 1 lagi dan kau bilang seperti ini lagi. Mungkin bisa aku mempertimbangkannya. Tapi bagaimana, itu hal yang mustahil Mataku sudah buta dan tidak akan bisa peringkat satu lagi"

Setiap hari Cha Sik selalu belajar, bahkan di hari minggu pun, dia juga pergi ke perpustakaan. Cara membacanya dan cara bermain piano nya pun  kini semakin bagus. Gak nyesel deh sampai nginep di perpus.

Cha Sik mengulang lagi pelajaran di kelas tadi. Dia membacakannya untuk Seul sambil berjalan menuju gerbang sekolah. Ketika sedang asyik menyimak ucapan Cha Sik, ada bola yang hampir menimpa kepala Seul. Lalu dengan sigap, Cha Sik menangkis bola basket itu.

Mereka berjalan bersama, Seul menolahk untuk di bonceng Cha Sik. Sampai di tikungan, mereka berpisah. Namun tiba-tiba Seul menjerit. Cha Sik pun segera berlari ke arah Seul. Ternyata tongkat Seul tak sengaja memukul anjing dipinggir jalan. Karena kaget, Seul lalu terjatuh dan kakinya keseleo.

"Kau memukul anjingku, kenapa kau yang marah"
"Siapa yang marah. Aku tidak memukul anjingmu. Kenapa juga tidak kau ikat saja"
"Beraninya kau bohong padaku. Aku sudah mengikatnya" Ternyata si pemilik anjing membiarkan anjingnya berkeliaran tanpa memasang tali di lehernya
"Anda tidak menalinya. Kau ketahuan bohong malah marah-marah. Ah... ada CCTV disana. kita telpon polisis saja. Biar ketahuan siapa yang bohonh" Ancam Cha Sik pada ahjussi itu
"Hanya karena kau tidak bisa melihat, kau bisa saja berbuat salah. Baiklah, aku tidak akan memperpanjang urusan ini" Ahjussi itu lalu pergi karena takut ketahuan dan dilaporkan polisi oleh Cha Sik.
"Jeong Cha Sik. Antarkan aku pulang!" Seul menggenggam erat tangan Cha Sik yang ingin mengejar ahjussi itu
Cha Sik melihat Seul tidak bisa berjalan dengan baik karena keseleo saat jatuh tadi. Tanpa persetujuan dan bertanya dulu pada Seul, Cha Sik langsung menggendong Seul naik ke atas sepedanya. Dan seul benar-benar merasa bahagia, bisa naik sepeda dan menghirup udara segar yang tidak pernah bisa ia rasakan sebelumnya.
Mama Yoo Seul sudah menunggu putrinya sejak tadi di depan rumah. DIa kaget ketika melihat Seul naik sepeda bersama Cha Sik. Mama Seul memuji Cha Sik dan mengajak Seul masuk. Di dalam rumah, Mama Seul memarahi Seul-habis-habisan. Dia juga menghina Cha Sik. Seul yangtak terima langsung di tampar oleh mamanya.
Cha Sik tidak sengaja mendengar pertengkaran Seul dan mamanya ketika ingin mengembalikan tongkat Seul yang terjatuh di dekat sepedanya.

Cha Sik kembali keeson harinya dengan penampilan baru. Kini, dia berubah menjadi pria tampan yang sangat rapi.

"Permisi, apa saya sudah kelihatan rapi dan tidak seperti anak yang urakan" tanya Cha Sik mengagetkan mama Seul yang sedang menyapu halaman
"Sepertinya kau punya kebiasaan menguping" sindir mama Seul
"Bagaimana penampilan saya hari ini"
"Dari pada seperti anak urakan. Hari ini penampilanmu malah mirip anak geng yang sudah insaf" ^^
 "Mau kutraktir sesuatu?" tanya Seul pada Cha Sik dalam perjalanan menuju sekolah
"Apa?"
"Aku merasa tidak enak padamu tentang perkataan mamaku. Jadi aku ingin minta maaf"
"Dari pada minta maaf, kau harus melakukan sesuatu untukku" Lalu Cha Sik mengajak Seul ke tempat piano yang ada dibawah terowongan itu

"Kau... jangan bilang siapa-siapa kalau aku main piano disini"
"Baiklah.... rahasiamu akan kubawa sampai liang kubur" janji Cha Sik pada Seul.


BERSAMBUNG...
Continued On The Nex Episode ^^ Episode 3 [END] ^^ Episode Sebelumnya [Episode 1] DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon