April 02, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 11 - Complete Problem With Perfect Hugs

DrameHouse.com - Bukan drama Korea kalau tidak bisa membuat kita guling-guling gila sambil tertawa manja di atas meja *eh... semakin hari, ceritanya juga menggila. Mulai dari gagal kencan (episode 1 & 2), ditolak berkali-jali (episode 3), scene romantis ngiketin tali sepatu, wine kiss (episode 4) dan banyak adegan lain di Descendants of The Sun yang jelas bikin penonton makin susah move on. Episode 11 pun tak jauh beda, prepare your heart ya gaes. Jangan lupa baca doa semoga cepat bisa bangun dari mimpi indah bersama Kapten Yoo dan Sersan Seo *oh no


Dokter Kang dan Letnan Yoon berbincang tentang berlian yang berhasil mereka keluarkan dari perut Tuan Jin selagi di karantina sambil menunggu hasil pemeriksaan darah yang dibawa oleh Kapten Yoo dan Sersan Seo ke pangkalan Militer AS.

"Itu benar-benar berlian berdarah. Hanya kita yang tahu berapa jumlahnya. Apa kau mau mengambilnya satu?" tanya Dokter Kang pada Letnan Yoon
"Aku tidak menduga kau orang seperti itu. Tapi kau sungguh bijaksana" Letnan Yoon menyimpulkan senyumnya di bibirnya yang indah itu sambil memandang Dokter Kang

Lalu Sersan Seo dan Kapten Yoo datang untuk memberitahu hasil tes nya. Sersan Seo menerobos masuk ruang karantina tanpa menghiraukan tulisan 'CLIEN ZONE' yang ada di pintu. Kemudian Sersan Seo meraih dan memeluk Letnan Yoon dengan erat. Dokter Kang hanya kaget melihat pemandangan itu, dan Kapten Yoo menyusul Sersan Seo masuk ke ruang karantina. Ahhh.... scene yang benar-benar menyentuh

"Sunbae, tolong bawa orang ini keluar" pinta Letnan Yoon pada Kapten Yoo
"Aku tidak akan keluar. Aku akan disini bersamamu" bisik Sersan Seo di telinga Letnan Yoon yang masih dalam pelukannya.

Setelah dua cowok ganteng kekasih para dokter itu keluar, Letnan Yoon masuk ke dalam ruangan Tuan Jin. Itu adalah tempat karantina bagi pasien yang positif terkena virus M3

Pasangan lain yang gak kalah kocak namun sweet, adalah pasangan Dokter Song dan Dokter Ha Jae ee. Meski penuh humor dan tarik ulur dalam hubungan mereka, admin kece mah tahu. Dua dokter dewasa ini sebenarnya saling suka dan sayang. Cuma gengsi aja yang mau ngaku ^^ hikshiks

Dokter Ja memeriksa Dokter Song di ruangan karantina di medicube. Merasa Dokter Ja berubah, Dokter Song mulai meledek Dokter Ja
"Kenapa kau begitu lembut?? apa kau pikir aku akan mati?" Dokter Song
"Plak... bagiku kau hanyal demam biasa, Selebihnya adalah over-reaction" kata Dokter Ja sambil melakukan kebiasannya memukul bahu Dokter Song kemudian pergi "Panggil aku jika kau merasa kesakitan"
"Bagaimana jika aku ingin melihatmu?" tanya Dokter Song kemudian menghenrikan langkah Dokter Ja
"Aku akan datang sebelum itu" Dokter Ja pergi sambil menahan kekhawatirannya pada Dokter Song

Kapten Yoo mengunjungi Sersan Seo di ruang karantina tentara. Dia memberikan walkie-talkie untuk Sersan Seo berkomunikasi dengan Letnan Yoon

Sesaat kemudian, walkie-talkie itu berbunyi. Ternyata Letnan Yoon, kemudian mereka membicarakan masa lalu yang membuat Letnan Yoon sedih akan sakitnya hari ini

"Apa kau ingat, pertemuan kedua kita. Saat itu aku memakai gaun putih. Dan kau bertanya apa konsep pakaianku apakah hantu perawan? Aku jadi ingat apakah itu sebuah pertanda. Sekarang aku sakit. Dan jika aku benar-benar mati, maka.... aku merasa itu tidak adil" Letnan Yoon sambil menangis
"Kau adalah malaikat. Yoon Myung Joo adalah malaikat sejak dia datang dalam hidupku" Sersan Seo berusaha menghibur Letnan Yoon
"Entah malaikat atau hantu perempuan. Mereka berdua tetap mati" tangis Letnan Yoon semakin pecah. Namun dia hanya bergumam sendiri karena tidak ingin Sersan Seo mendengar ucapannya yang terakhir
Para dokter dan pelayan medis di RS Haesung heboh dan khawatir pada rekan dan keluarga mereka yang masih berada di Mowuru. Mereka langsung menelpon tapi tak satupun yang menerima panggilan.

Lalu Dokter Pyo menerima pesan dari Dokter Song untuk mengirim beberapa jurnal yangbelum pernah di upload ke internt. Karena terlalu banyak, maka Dokter Pyo memfoto satu persatu jurnal itu untuk dikirim ke Dokter Song
Meski sedang di karantina, Dokter yang humoris ini tetap tidak patah semangat. Sambil mengunyah cemilan, Dokter Song bekerja dan meneliti masing-masing jurnal yang dikirim oleh Dokter Pyo untuk mencari vaksin virus M3. Akhirnya Dokter Song pun menemukan sebuah obat sebagai jalan keluar dari birus M3!

Kapten Yoo melihat Dokter Kang duduk sendirian di depan pintu barak, lalu si kapten ganteng ini menemui kekasihnya kemudian berbincang.

"Soal tes darah, apa golongan darahmu?" tanya Kapten Yoo pada Dokter Kang
"Tipe idealmu?" balas Dokter Kang dengan wajah sok imutnya
"hahaha... lakukan lagi" goda Kapten Yoo meminta Dokter Kang menunjukkan ekspresi wajah lucu seperti barusan
"Tipe yang cantik?" tanya Dokter Kang lagi
"Lakukan sekali lagi" Kapten malah tertawa melihat ekspresi wajah Dokter Kang
"Apa sepert boneka?"
"Aku kalah.... aku kalahhhh" sambil berteriak lalu mereka tertawa bersama. Sungguh malam yang indah ^^.
Lalu ketika akan pergi, Kapten Yoo yang masih penasaran menanyakan golongan darah Dokter Kang. Bukannya dijawab. Si dokter malah balik menggoda kekasih gantengnya itu dengan nama teman kencan Kapten Yoo yang ada pada kiriman paket di episode 10

"Jong Shin Hyeong memanggilmu dari dalam penjara?" goda Dokter Kang sambil berjalan mundur
"Ahh.... pergilah.... masuk sana. Lakukan yang terbaik" sambil kesal dan mendorong Dokter Kang masuk ke pintu.

Pemadaman kembali terjadi. Dokter Kang yang saat itu ada di ruang makan memeriksa anak-anak bersama Fatima dan Dokter Song langung baerlari ke ruang karantina tempat Tuan Jin dan Letnan Yoon dirawat. Dan benar, Tuan Jin meronta-ronta kesakitan karena mesin pernafasannya juga mati karenan pemadaman ini

Letnan Yoon berusaha melakukan pertolongan sebaik mungkin meski dirinya sendoro sedang sakit. Lalu Dokter Lee Chi Hoon masuk dan menolong tuan Jin sekuat tenaganya. Kopral Kim Ki Beom dan Kang Min Jae keluar setelah membersihkan barang-barang yang jatuh karena Tuan Jin.

"Dokter Chi Hoon, tadi kau sangat keren" kata Kopral Kim sambil mengacungkan jempolnya
Sebelum keluar, Kang Min Jae berkata pada Chi Hoon. "Tadi kau tampak seperti seorang dokter"

Dokter Lee Chi Hoon harus di karantina karena menolong Tuan Jin tanpa pengaman dan menerobos masuk ke ruang karantina. Selama di karantina, dokter yang tadinya sangat merasa bersalah karena pernah meninggalkan pasien (Kang Min Jae) kini merasa lega sambil menelpon istrinya. Karena pasien yang selamat itu (Kang Min Jae) mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi dokter sungguhan sekarang.

"Kenapa kau di karantina? apa kau tertular?" tanya istri nya (Jang Hee Eun)
"Tidak, aku belum tertular. Aku di karantina karena menjadi seorang dokter"
"Kenapa kau baru menghubungiku setelah sebulan? apa kau tidak tahu aku sangat khawatir? Aku bahkan berpikir kita akan bercerai saat aku hamil"
"Tidak masalah sebenarnya. Jika kau menerima ganti rugi dariku karena kita bercerai. Maka kau akan jadi chaebol" goda Chi Hoon pada istrinya
"Hei... apa kau sudah gila. Benarkah ini Lee Chi Hoon?"
"Aku sangat mencintaimu Jang Hee Eun. Sangat!"
"Kau sudah kembali" Hee Eun menangis sambil memegang perutnya yang semakin besar

Esok harinya, si mantan kapten Tim Delta sekaligus teman seperjuangan Kapten Yoo, Argus datang ke kantin barak militer. Argus meminta berliannya di kembalikan dan juga ingin bertemu dengan Tuan Jin. Kapten Yoo dan Sersan Seo segera datang setelah mendapat panggilan dari walkie-talkie nya.

Setelah Argus meninggalkan barak, Kapten Yoo meminta Sersan Seo meningkatkan kewaspadaan di sekitar Barak. Sedang Dokter Kang pergi bersama Fatima dan dokter Ja pergi menemui Dokter Song untuk memberiktahu hasil tes darah kalau dirinya negatif. Tapi cingu tahu apa yang terjadi?? dua dokter ini malah saling melepas rindu dan berpelukan. Lalu mereka menjadi canggung dan saling malu ^^

"Hasilnya sudah keluar" Dokter Ja
"Baiklah, jadi sekarang aku bebas dari karantina. Ayo keluar" Dokter Song
"Kau mau kenana. Kau bahkan belum mendengar hasilnya"
"Gejala awal memang seperti Ebola, tapi kulitmu masih seperti batu giok putih. Kau juga masih terlihat cantik. Jadi aku tidak ada masalah dengan penglihatanku. Ini hanya flu biasa" kata Dokter Song yang kemudian kaget karena menerima pelukan dari Dokter Ja

Setelah sadar akan kebodohannya memeluk Dokter Song, Dokter Ja langsung melepas pelukannya dan beralibi kalau dirinya hanya khawatir dan refleks. Tapi Dokter Song gak mau kalah. Dia langsung menarik tangan Dokter Ja dan balik memeluk Dokter Ja.

"Apa ini? Lepaskan" Dokter Ja
"Kau yang memelukku duluan" Dokter Song
"Itu sebabnya aku menyadari kesalahanku. Lepaskan aku"

Merasa keadaannya semakin buruk, Letnan Yoon yang seorang dokter dan juga tentara berusaha merawat dirinya sendiri dan Tuan Jin. Dia juga menelpon ayahnya untuk memberi tahu tentang kondisinya. Tidak hanya itu, Letnan Yoon meminta ayahnya tidak memecat Sersan Mayor Seo Dae Young dari militer. Dia juga minta maaf dan mengatakan bahwa dia tahu semuanya. Semua yang dikatakan ayahnya tentang restu nya untuk hubungannya dengan Sersan Mayor Seo.

Setelah menelpon ayahnya, keadaan Letnan Yoon memburuk. Dia koleps, untung saja Dokter Kang yang datang tepat waktu melihat Letnan Yoon menjatuhkan ponselnya lalu tidak sadarkan diri. Para tim medis langsung melakukan penanganan.
Sersan Seo dan Kapten Yoo pun segera datang untuk melihat kondisi Letnan Yoon. Dokter Kang dan tim medis meletakkan Letnan Yoon di bak dan merendamnya dengan es batu untuk menurunkan demamnya yang mencapai 41 derajat.
"Truk yang membawa vaksin di curi. Obat untuk Letnan Yoon juga ada disana. Jika kita tidak mendapatkan nya dalam waktu satu jam. Semua akan terlambat" Kata Dokter Kang setelah menerima Telpon dari Daniel

"Halo Big Boss. Ini Argus. Ganti" Argus menelpon sesaat setelah Daniel melapor pada Dokter Kang bahwa Truk nya dicuri. Dan ternyata biang keladinya adalah Argus
"Apa yang kau lakukan. Kembalikan obatnya sekarang"
"Aku ini pebisnis. Bukan tentara. Dari pada memberi perintah. Kita buat kesepakatan. Berikan berlianku jika kau ingin obatmu kembali" balas Argus via telpon
"Kurasa aku tahu dimana obat Myung Joo" kata Kapten Yoo setelah mengakhiri pembicaraan di telpon bersama Argus.

Kapten Yoo dan Sersan Seo memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka pergi ke lokasi truk Daniel di curi dan membawa berlian Argus.

Setelah melakukan barter, Daniel segera membawa truknya ke medicube dan Sersan Seo menghajar anak buah Argus sampai babak belur.

Dokter Kang meninggalkan Letnan Yoon pada perawat Choi karena ada polisi yang ingin membawa Fatima. Ternyata Tommy dan polisi itu telah bekerja sama dengan Argus untuk menculik Fatima dan Dokter Kang.

Din ruang karangtina, Sersan Seo setia menemani Letnan Yoon yang diterapi dengan es batu untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Melihat wajah Letnan Yoon yang sangat pucat, Sersan Seo langsung menggenggam erat tangan kekasihnya yang mulai gemetar karena kedinginan itu. Ketika suhu tubuh Letnan Yoon menurun, Sersan Seo menggegndong dan memindahkan Letnan Yoo ke tempat tidur.

Esok paginya, Kapten Yoo mencari-cari Dokter Kang. Lalu dia bertanya pada perawat Choi.
"Dimana Dokter Kang? aku tidak melihanya" Kapten Yoo
"Benar... aku juga tidak melihatnya. Semalam ada polisi yang ingin membawa fatima. Jadi dia pergi ke kantor polisi bersama Fatima" perawa Choi
"Apa kau bilang, apa kau yakin itu polisi Uruk??" Kapten Yoo yang merasa khawatir langsung mengambil mobilnya dan pergi meski tanpa tujuan.

Di tengah jalan, ada Fatima yang berdiri dengan keadaan tangan di ikat dan mulut di lakban. Kapten Yoo yang mengemudi begitu kencang hampir saja menambrak Fatima. ketika ingin bertanya pada Fatima, lalu... dooorr... salah satu anak buah Argus menembak kaki Fatima.

Kapten Yoo langsung mengeluarkan senjatanya, tapi anak buah Argus yang lain datang membawa Dokter Kang. Akhirnya Kapten Yoo memilih menyerah karena terkepung dan meletakkan senjatanya.

Kemudian Argus datang dan mengikat luka di kaki Fatimah. Dia ingin Kapten Yoo membantunya kabur setelah penyelundupan senjata malam ini. Sebagai jaminan, Argus membawa Dokter Kang dan meningalkan Fatima.
"Kali ini giliranku yang memberi perintah Kapten. Atau pacarmu akan mati" Ancam Argus pada Kapten Yoo dan menyuruh anak buahnya membawa Dokter Kang ke Mobil
"Apa yang kau inginkan"
"Pengiriman senjata ke Uruk utara akan dilakukan tengah malam nanti. Aku ingin hidup dan aku ingin uang. Carikan aku jalan keluar. Ayolahhh.... selamatkan aku seperti yang kau lakukan terakhir kali, kapten"
"Kau akan mati di tanganku. Aku bersumpah demi kehormatanku" Hardik Kapten Yoo pada Argus dalam bahasa Korea
"Aku akan belajar bahasa Korea hanya untukmu Kapten!" lalu Argus pergi membawa Dokter Kang

"Disini Big Boss" terdengar suara Kapten Yoo dari walkie-talkie yang ada di saku Dokter Kang 
"Dokter Kang, mulai sekarang dengarkan aku. Aku akan menemukan dan menyelamatkanmu. Kau tahu aku seorang pria yang melakukan pekerjaannya dengan baik. Jadi jangan takut dan jangan menangis. Aku akan segera kesana. Aku pasti menemukanmu. Jadi tunggu saja!" Kapten Yoo mencoba menenangkan Dokter Kang yang ketakutan dibawa Argus. Dia berbicara sambil mengemudi Namun Argus mengambil walkie-talkie itu dan membuangnya ke luar jendela

Kapten Yoo pergi ke kompi komando di Taebaek. Dia meminta ijin para Ketua Kompi Park Byung Soo untuk menyelamatkan sandera. Namun di larang dan akhirnya kapten Yoo harus berurusan dengan CEO perdaiaman Korea serta mendapat hukuman dari Komandan Yoon

"Aku harus pergi pak. Aku akan kembali. Mengingat waktu sangat darurat. Aku akan mulai penyelamatan sandera" Kapten Yoo ribut dengan para atasannya di Blue House, Kompi Komando Taebaek maupun dengan Komandan Yoon via saluran telepon.

"Pastikan gerbangnya kuat. Aku pernah menghancurkan mobil sebelumnya. Dan aku tahu, gerbang seperti itu pasti sangat mudah aku hancurkan" ancam Kapten Yoo pada penjaga gerbang yang menghalanginya
.
"Hormat. Ini  Kpaten Yoo Shi Jin"
"Ini hanya selama tiga jam. Selama 3 jam, aku tidak akan tahu keberadaanmu. Selama 3 jam itu, kau bukan bagian dari Tim Alpha itu. Juga bukan bagian komandankompi di pangkalan militer Taebaek Mohuru. Kau juga bukan seorang Kapten tentara Republik Korea. Apa kau menantang?" Komandan Yoon
"Tidak, pak. Hormat!"
Kapten Yoo kembali ke barak militer dan menghubungi Sersan Seo.
"Bagaimana keadaan Letnan Yoon?"
"Dia belum sadar tapi sudah mendingan"
"Baiklah. Aku akan keluar sebentar. Aku tidak bisa menemui mu sebelum aku pergi. Jadi aku minta maaf" Kpaten Yoo
"Tunggu sebentar, apa maksudmu pergi ke suatu tempat?" Sersan Seo

 
Kapten Yoo Shi Jin pergi ke bar tempat dia biasa minum bersama Sersan Seo. Dia membeli senjata dan berusaha menyelamatkan Dokter Kang seorang diri.


Sersan Seo yang menyadari bahwa Kapten tidak ada di barak langsung mencarinya. Sersan Choi datang dan mereka melihat seragam serta lencana Kapten Yoo ada di tempat tidur.
"Big boss.. big boss.. jawab aku" Karena tidak menerima panggilan walkie-talkie nya, Sersan Seo lalu menguhubngi Kapten Yoo menggunakan ponselnya
"Kapan Komandan pergi?"
"Dia melewati gerbang utama 27.30" Sersan Choi
"Bagaimana dengan Dokter Kang?"
"Dia pergi ke kantor polisi setempat semalam. Tapi tidak ada laporan sudah kembali. Apa terjadi sesuatu, pak?" Sersan Choi
"Terjadi sesuatu yang buruk" kata Sersan Mayor Seo sambil melihat seragam dan lencana Kapaten Yoo yang ditinggal di tempat tidur.

Kapten Yoo menghubungi bodyguard pasien VIP (Presiden Liga Arab) yang pernah ia tolong bersama Dokter Kang di episode 4.

"Sudah lama tidak berbincang" Kapten Yoo
"Apa semua baik-baik saja?" Bodyguard
"izinkan aku menggunakan kartu terakhirmu. Aku butuh helikopter. Untuk berkencan lagi" ^^

Kapten Yoo lalu menginjak gas dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju markas Argus demi menyelamatkan Dokter Kang.


Huhhh... benar-benar mendebarkan. Mungkin ini kali ya bonusnya punya pacar seorang tentara. Berasa save banget kalau di dekatnya (baca Kapten Yoo). Meski bejibun pistol di kepala *hahahaaha... itu mah Dokter Kang min. Bukan kita-kita ^^

BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ [Episode 12] ^^ Episode Sebelumnya [Episode 10] - DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon