March 28, 2016

Sinopsis Page Turner Episode 1 - Nothing is Impossible

DrameHouse.com - Anyeonghaseo Jin Mok.... ini cowok meski kaku dan benci banget sama Yoo Seul, tapi sebenarnya Jin Mook ini cinta dalam hati loh sama rivalnya itu. Setelah admin kece nonton episode pertama 'Page Turner', admin kece jadi ngerti kenapa judulnya Page Turner.

Diceritakan, mama nya Yoo Seul adalah guru les piano Jin Mok waktu kecil. Yoo Seul selalu ikut mamanya kalau lagi ngajar les. Dan suatu hari, Jin Mok meronta ke papanya untuk ganti guru les. Karena menganggap mamanya Seul selalu marah-marah dan bilang permainannya jelek. Nah, saat itulah Yoo Seul tampil memainkan piano di rumah Jin Mok. Sejak saat itulah mamanya tahu kalau putrinya, Yoo Seul ternyata punya bakat main piano. Lalu mamanya berambisi menjadikan Yoo Seul pianis hebat. Namun sayang, kecelakaan membuat Yoo Seul berhenti main piano. Kebutaan yang di alaminya menjadi alasan Yoo Seul berhenti tidak lagi melentikkan jari jemari nya diatas not balok.



Seul menunggu mamanya di dalam mobil. Setelah mamanya datang, Seul berpu-pura membunyikan musik di radio. Tapi mamanya menyuruh Seul membaca notasi baloknya sekali lagi. Karena ketika ujian, dia tidak akan tahu memainkan lagu apa.

Cha Sik mengayuh sepedanya dengan semangat bersama teman-temannya. Ketika melewati lorong dengan sebuah piano rongsokan dan pengamen, Cha Sik dan temannya berhenti dan membicarakan tentang sebutan piano yang sudah menjadi rongsokan itu.

"Siapa yang meletakkan keyboard disini?" Cha Sik
"Keyboard? bukkannya itu piano?" Cha Sik friend
"Ahh... kau ini. Piano rongsok begini bisa kau sebut keyboard. Kau tahu yang satunya. Besar dan memiliki 3 kaki. Itu baru piano namanya" Cha Sik ngomel diatas sepedanya

Di perjalanan menuju sekolah, mama Seul memintanya untuk menjadi Page Turner (Pembalik halaman notsi balok dalam pertunjukan piano) bagi Jin Mok. Dengan begitu, dia bisa membuat permainan Jin Mok menjadilebih buruk jika Seul membalikkan halamannya dengan lambat. Mamanya juga tahu, bahwa sebenarnya Jin Mok menyukai Seul.

Jin Mok terkenal sebagai psikopat karena karakternya yang kaku. Semua temannya mengira permainan Jin Mok akan hancur jika pilihannya jatuh pada notasi romantis. Dan benar, Jin Mok memainkan Chopin Valse dalam E Minor op.post. Tapi jangan salah, meski rival, Seul tetap tidak ingin curang seperti yang disarankan mamanya. Seul menjadi Page Turner terbaik bagi Jin Mok. Dan Jin Mok mampu menyelesaikan permainannya meski kebagian nada romantis.

Merasa ingin balas dendam pada Yoo Seul, Jin Mok mengajukan diri ketika para juri bertanya siapa yang akan menjadi page turner untuk Seul. Tapi mama Seul menolak dan membuat seorang orang terkejut.

Jin Mok menjatuhkan notasi balok Seul ketika membalikkan halamannya. Jin Mok sengaja melakukan itu karena teringat akan pujian mama Seulpada Seul waktu Seul memainkan piano denganindah di rumahnya dulu.

"Aku gugup sekali. Maaf aku gugup sekali. Aku telah membuat kesalahan" Jin Mok
 "Maaf Seo Jin Mok. Aku juga gugup sekali" Seul menjatuhkan notasi balok yang akan di ambil oleh Jin Mo dengan sombongnya
"Sial..." umpat Jin Mok ketika Seul berhasil memainkan piano tanpa notasi balok

Meski tanpa notasi balok, Seul mampu menyelesaikan pertunjukannya dengan bagus. Dia bahkan hapal semua irama dalam notasi balok itu. Alhasil, semua orang termasuk guru dan teman-temannya memuji Seul.

Jeong Cha Sik, seorang atlet lempar galah. Dia menjadi sangat marah ketika seorang bibi-bibi tidak sengaja menjatuhkan tas dan susu ibunya yang duduk di kursi stasion untuk menontonnya lomba. Karena marah Cha Sik berkoar-koar akan mengalahkan Kang Joon Ho, atlet nasioanl dengan lompatan 17cm lebih tinggi dari Cha Sik. Kang Joon Ho adalah anak bibi-bibi yang menjatuhkan tas dan susu ibunya Cha Sik

"Hei Kang Joon Ho. Suruh mamamu minta maaf pada mamaku" teriak Cha Shik tanpa tahu siapa Kang Joon Ho
"Hei, apa kau sudah gila. Dia atlet nasional nomor.1. Lompatannya 17cm lebih tinggi darimu" bentak sang pelatih
"Ohh... jadi karena dia atlet nasioanl makanya boleh merendahkan orang lain?"... " SMA Atlet Jeong, Jeong Cha Sik akan menaikkan 5.30 meter di percobaan ketiga" teriak Cha Sik sombong
"Apa... tidak tidak... maksutnya 5.10" sanggah sang pelatih

Melihat semangat dan merasa yakin bahwa anaknya bisa mengalahkan rekor Kang Joon Ho, ibu Cha Sik mengajak orangrua Kang Joon Ho taruhan. Jika Cha bisa melompat 5.30 meter, maka mereka harus mau menerima kartu nama ibunya Cha Sik dan membantu mempromosikan atau mencarikan klien untuk ibu Cha Sik yang berprofesi sebagai penulis. Kalau Cha Sik kalah, ibunya rela memberikan satu-satunya laptop miliknya pada orangtuan Kang Joon Ho.

Merasa hebat dan bangga, Cha Sik malah sombong nih. Sukses bisa melompat 5.30 m dan mengalahkan rekor terbaik Kang Joon Ho, Cha Sik malah mencoba melompat lebih jauh lagi.


Alhasil... malah senjata makan tuan. Bukannya sukses, dia malah cidera :(

Jin Mok marah karena sekali lagi Seul berhasil mengancurkannya dengan kata-kata kasarnya. Dalam hatinya, dia meminta pada Tuhan untuk murka pada siapa saja yang telah menyombongkan diri mereka. Lalu Jin Mok pergi ke gereja. Disana, dia murka dan meminta Tuhan menghukum Seul dengan api nerakanya.

Dan..... brukkk... mobil yang dinaiki Seul dan mamanya kecelakaan.

Bukannya senang, Jin Mok yang mendengar kabar bahwa Seul kecelakaan parah malah menyesal dan pergi ke toko bunga untuk membeli bunga sebagai tanda minta maaf dan penyesalannya lalu pergi ke rumah sakit melihat kondisi Seul.

Meski sangat terpukul dengan keadaan Seul yang kini buta, ibunya tetepa berusaha tegar didepan Seul. Tapi, merasa tidak tahan lagi. Dia lalu menangis sampai sesenggukan di kamar mandi

Dirumah sakit yang sama, Cha Sik juga sedang menjalani pengobatan karena cidera waktu lempar galah tadi. Dokter menyarankan Cha Sik untuk segera operasi. Sama halnya dengan Seul, Cha Sik juga harus berhenti menjadi atlet karena cidera yang dia alami.

Seul pergi keluar untuk mencari jalan menuju atap gedung. Kemudian dia bertemu dengan Cha Sik yang tidak sengaja juga ingin ke atao gedung untuk melepas kesedihannya. Mereka pun pergi berdua, Jin Mok yang baru saja sampai di rumah sakit, melihat Seul pergi bersama seorang pria yang baru dia kenal. Lalu Jin Mok mengikuti Seul yang ternyata pergi ke atap gedung bersama Cha Sik.

"Maaf, kalau mau keatap gedung, lewat mana?" Seul
"Atapa gedung bukan lewat sini, tapi tangga yang sebelah sana" Cha Sik
"Mau kuantar? boleh aku pegang tanganmu?"
"Ahhh...." Seul
"Baiklah, pegang lenganku saja" Cha Sik

Ketika sampai diatap gedung, Cha Sik meninggalkan Seul sendirian. Belum jauh pergi, Cha Sik mendengar Jin Mok memanggil Seul. Lalu mereka bertiga terlibat dalam suasana yang kejam. Jin Mok berusaha mendekat, namun Seul malah marah arena buta dan benci. Sedang Cha Sik merasa baru saja sedang melihat sebuah opera kehidupan dari orang yang baru saja dia kenal.

"Kita sudah sampai di atap" Cha Sik
"Apakah disini ada orang?" Seul
"Tidak ada sama sekali"
"Baiklah, terima kasih". Setelah merasa Cha Sik pergi, Seul berusaha ingin mengakhiri hidupnya alias bunuh diri. Dia menaiki pagar perlahan, lalu Jin Mok memanggilnya

"Hei, Yoon Yoo Seul" teriak Jin Mok dari kejauhan
"Jangan mendekat" Seul
"Kau benar-benar tidak bisa melihatku?" Jin Mok
"Kau kesini untuk memastikannya?? kau puas??" teriak Seul sambil menangis dipinggir pagar atap rumah sakit
"Tidak, aku hanya khawatir padamu" Jin Mok
"Aku senang mataku buta. Tapi mama, dia masih saja ingin aku main piano meski aku buta. Dia ingin aku latihan lebih keras. Mama macam apa itu" Seul malah makin kencang nangisnya. Seperti triangle, Cha Sik & Jin Mok juga ikut larut bersama emosi dan air mata Seul
"Yoo Seul....." Jin Mok
"Ini semua salahmu. Sejak kau meremehkan mamaku. Dia berubah, ..... andai saja bukan karenamu! Aku muak pura-pura suka piano. Aku lelah membencimu" Seul "Jadi sekarang, aku ingin berhenti"
"Berhenti apa?" Jin Mok panik
"Selamat tinggal Seo Jin Mok" lalu Seul melepas genggaman tangannya yang melekat di pagar. Jin Mok hanya bisa menjerit tanpa bisa meraih tangan Seul

Aigooo... ternyata si Cha Sik pinter juga yak. Tahu Seul mau bunuh diri, ternyata bukan diajak ke atap gedung, tapi ke parkiran mobil. Pas adegan menegangkan Seul loncat dari pagar, eh Cha Sik malah asyik nangkep Seul yang ternyata loncat dari ketinggian beberapa meter aja. Emang bener-bener ^^

"Mama.... apa ini?? aku masih hidup?" Seul menjerit saat Cha Sik menangkapnya
"Ini bukan atap gedung. Ini parkiran!" Cha Sik "Aku sudah mengira kau akan melakukan ini. Makanya aku membawamu kesini"
"Apa? kau menipuku. Brengsek kau!" Seul marah pada Cha Sik yang menggagalkan aksi bunuh dirinya
"Bagaimana rasanya bisa hidup lagi. Mamamu pasti juga tidak akan senang jika mendengar kata-katamu tadi. Kau itu salah. Memangnya mamamu membohongimu. terus kau bilang suka piano. Jangan salahkan mamamu ataupun si brengsek itu. Maaf sudah menghentikan niatanmu. Mungkin lebih baik jika kau memang mati" lalu Cha Sik pergi yang kemudian langkahnya terhenti gara-gara panggilan Jin Mok
"Hei, bisa-bisanya kau bicara begitu. Kau tidak tahu apa yang terjadi" teriak Jin Mok pada Cha Sik
"Memangnya kau menyadari tindakanmu. Membawa bunga untuk perempuan buta?" ejek Cha Sik pada Jin Mok

Cha Sik hanya berdiam diri di kamarnya tanpa makan ataupun mandi. Dia begitu frustasi karena dokter menyarankan untuk berhenti olahraga. Lalu ibunya datang membujuknya untuk makan dan berniat akan membicarakan tentang ayah Cha Sik. Itu sebabnya atlet lempar galah ini mau makan.

Ibu Cha Sik menunjukkan foto ayah Cha Sik, ternyata dia adalah seorang pianis hebat. Ibunya berusaha membangkitkan semangat Cha Sik supaya dia berhenti merasa terpuruk.

Seul duduk termenung menemani ibunya yang sibuk di ruang tamu. Dia mengatakan akan meliburkan beberapa les didikannya untuk menjadi pemandu Seul di sekolah. Dia akan menemui guru Seul dan mengikuti jam pelajaran serta mencatat di kelas seperti anak sekolah untuk Seul. Lalu Seul teringat ucapan Cha Sik dan memutuskan untuk pergi ke sekolah sendiri.

"Untuk pertama kalia nya dalam hidupku. Aku ingin mengambil keputusanku sendiri. Aku akan rajin sekolah. Aku akan ikuti semua pelajaran. Aku akan rajin belajar dan lulus. Dan aku mau berhenti main piano" Seul
"Apa...?" mama
"Dengan mataku seperti ini, aku tidak bisa memenuhi harapan mama. Jadikarena tahu akan kalah. Aku tidak mau bertanding. Aku akan berhenti main piano!"
"Yoo Seul.." mama syok

Cha Sik kegirangan karena mengetahui papanya seorang Hyun Myung Sae. Pianis hebat yang sangat luar biasa. Lalu sambil melihat jari-jari tangannya, Cha Sik berkata pada foto ayah yang ada di pamflet.

"Ayah.... aku akan segera bertemu denganmu. Piano... senang bertemu denganmu. Putramu Jeong Cha Sik akan segera mulai main piano" sambil meletakkan jari-jarinya tepat di gambar piano pada pamflet yang ada di depannya.

Wahh.... inilah yang mungkin dinamakan kebetulan yang indah. Disaat Cha Sik berharap bisa bertemu dengan ayahnya melalui piano, Seul malah mengubur mimpi dan ambisi mamanya untuk menjadikannya seorang pianis terkenal. Lalu Jin Mok gimana??? ahh.. si kaku itu nanti juga bakalan menyesal udah berdoa yang aneh-aneh tentang Seul. Yang ada Jin Mok bakalan kebakaran jenggot saat Cha Sik selalu dekat dengan Seul. Gak sabar nonton episode 2 nya nih gaes. Stay tune terus di Drame House ya ^^ Anyeong ~

BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ Episode 2 ^^ Episode Lengkapnya DISINI ya :))

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon