March 11, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 5 - Aku Mencintaimu Namun Aku Ragu

DrameHouse.com - Melajutkan 'wine kiss' di akhir episode 4, kisah Descendats Of The Sun berlanjut dengan Kapten Yoo yang berusaha menunjukkan isi hatinya pada Dokter Mo. Namun seperti biasa, si dokter cantik ini takut jika menjalin hubungan dengan seorang tentara yang bisa saja pergi meninggalkannya. Kapan saja dan dimana saja, seperti yang sudah-sudah!


Kapten Yoo berusaha meyakinkan Dokter Mo dengan caranya malam itu. Namun Dokter Mo menolak dan hatinya semakin bingung??
Kapten Yoo mengambil botol wine yang dipegang Dokter Mo lalu meletakkannya di meja. Ketika ingin mencium Dokter Mo lagi, si dokter menolak dan menghindar. Kemudian mengambil botol wine itu dari meja lalu pergi meninggalkan Kapten Yoo sendirian di dapur.

"Selamat malam! Karena kau memberiku ini" Dokter Mo pergi meninggalkan Kapten Yoo yang jelas hatinya semakin ragu dan bimbang.

Jika Dokter Mo semakin bimbang dengan hatinya apakah menerima Kapten Yoo atau tidak. Si kapten ganteng juga sama, merasa di tolak oleh Dokter Mo. Dia semakin frustasi pemirsa :|

Dokter Mo berusaha keras menghindar dari Kapten Yoo, dia bahkan tidak ingin membahas tentang ciuman semalam. Namun Kapten Yoo tetap ingin tahu bagaimana perasaan Dokter Mo yang sebenarnya. Di mobil, dalam perjalanan mencari Blackey, Kapten Yoo terus saja memandangi Dokter Mo meski sambil menyetir.

"Lihat kedepan. Awas kecelakaan" kata Dokter Mo ketus yang merasa terus di awasi oleh Kapten Yoo
"Apa kau tidur nyenyak semalam?" tanya Kapten Yoo
"Kau bahkan tidak membiarkanku tidur" jawan Dokter Mo
"Mengenai kejadian semalam"
"Aku mencoba menghindarinya. Apa kau tidak lihat?" Dokter Mo
"Kenapa kau menghindar?" tanya Kapten Yoo lagi
"Karena aku bingung. Dan aku akan coba terus menghindarinya"
"Tidak apa-apa jika kau ingin menghindar atau marah padaku. Tapi aku tidak ingin kau menyesal tentang semalam. Akhirnya aku pun melakukannya (ciuman) setelah ragu-ragu selama ini" jelas Kapten Yoo. Ahhh.... admin kece jadi ikutan galon nih cingu. Ini semacam PHP bukan ya, kok berasa ada yang ganjal banget sih di hati admin :| ottoeki!

Beralih ke pasangan lain yang gak kalah seru dengan Song Couple nya admin kece. Mereka adalah SeoJoo Couple. Lebih tepatnya Sersan Seo Dae Young dan Letnan Yoon Myeong Joo. Pasangan yang nyaris bahagia namun terhalang restu orangtua ini juga keren loh cingu. Drama-drama komedi gitu sih hubungan mereka. Tapi sukak banget ^^

Letnan Yoon meminta seseorang bawahannya untuk memata-matai dan melaporkan jadwal Sersan Seo sehari-hari pada nya namun ketahuan oleh Sersan Seo. Sersan Seo di tarik kembali ke Korea karena ayah Letnan Yoon, Komandan Yoon tidak ingin putrinya berada di tempat yang sama dengan Sersan Seo di Ukraina.
"Pukul 9.40 aku menarik perhatiannya"
"Apa?? aku iri padamu. Lalu..." tanya Letnan Yoon
"Lalu dia melangkah ke arahku. Selangkah demi selangkah" sambil ketakutan dan bersembunyi dibawah meja karena ketahuan Sersan Seo
"Apa yang harus aku lakukan" tanya prajurit itu pada Sersan Seo karena ketangkap basah
"Kau ingin aku lakukan apa? menutup telepon" perintah Sersan Seo
"Letnan Yoon adalah Letnan. Dan kau adalah Sersan Mayor"
"Apa hal pertama yang harus di lakukan jika kau ditangkap oleh musuh?" bentak Sersan Seo pada prajuritnya
"Menyerah" jawab prajurit
"Baiklah. Aku harus mendengar suaranya hari ini" Letnan Yoon senyum-senyum sendiri sambil mendengarkan percakapan Sersan Seo dan bawahannya yang ketahuan

Setelah makan siang, Kapten Yoo melihat penjahat yang pernah menyamar menjadi anggota PBB yang kemudian di serahkan ke polisi wkatu itu. ketika Dokter Mo datang, Kapten Yoo berusaha mengalihkan perhatian Dokter Mo dan menyuruhnya ke toko perlengkapan Daniel untuk meminjam mobil dan kembali ke barak lebih dulu.
Setelah Dokter Mo pergi ke toko perlengkapan milik Daniel dan istri Koreanya, Kapten Yoo menghampiri penjahat itu sambil menodongkan senjata. Namun senjata itu di arahkan ke ban mobil yang menyebabkan suara ledakan sangat keras. Dokter Mo mendengar suara tembakan itu dari Toko. Lalu gerombolan geng penjahat itu keluar dan mengepung Kapten Yoo. Dan yang bikin kapten Yoo syok berat adalah ternyata si ketua penjahat itu adalah teman yang baru saja dihadiri pemakamannya oleh Kapten Yoo. Namanya Kapten Argus, ternyata sahabat yang di anggapnya mati masih hidup namun berubah menjadi seorang penjahat.

"Lama tidak bertemu Letnan. Aku rasa kau sudah jadi Kapten sekarang. Kapten"
"Kapten.... Argus???" kata Kapten Yoo kaget

Di toko perlengkapan Daniel, Dokter Mo menanyakan seperti apa tugas Kapten Yoo yang sebenarnya. Setelah menjelaskan panjang lebar. Daniel bertanya pada Dokter Mo.

"Apa ada pertanyaan lain? Apa kau sudah mengerti?"
"Sudah cukup" jawab Dokter Mo sambil bergenang air mata
"Cukup apanya? apakau sudah mengerti dia? atau kau malah akan menjauhinya?"

Dokter Mo mengendarai mobilnya sambil melamun karena perkataan Daniel tentang pekerjan Kapten Yoo, lalu tiba-tiba ada truk besar melintas di depannya. Seketika mobil Dokter Mo melesat cepat dan tak terkendali hingga nyaris jatuh ke laut. Di tepi tebing, Dokter Mo memberanikan melihat apa di depannya. Kemudian Kapten Yoo menelpon dan menanyakan posisi Dokter Mo.

"Halo... halo....". "Kalau kau sudah dapatkan mobilnya, kau pasti di jalan sekarang. Dimana posisimu, urusanku sudah selesai. Aku juga mau pulang"
"Yoo Shi Jin.... tolong... tolong selamatkan aku"
"Kau dimana?? katakan padaku??? apa yang kau lihat"
"Mobilnya ada di atas tebing. Tolong aku"
"Bertahanlah. Aku akan menemukanmu" mendengar suara Dokter Mo yang panik dan ketakutan. Kapten Yoo langsung meluncur ke TKP dan mencari lokasi mobil tempat Dokter Mo kecelakaan.

Kapten Yoo masuk ke dalam mobil lewat pintu belakang.
"Jangan bergerak"
"Yoo Shi Jin-ssi..." Dokter Mo terus menangis dan ketakutan
"Buka jendelanya..."
"Kita akan jatuh" Dokter Mo
"Bersandarlah". "Batu-batu ini tidak akan kuat menahan kita. Aku akan menjatuhkan mobilnya"
"Apa kau bilang?" Dokter Mo makin histeris
"Lihat aku. Tatap mataku. Kau harus percaya padaku. Pegang tanganku erat-erat. Tutup matamu. Aku pasti akan menyelamatkanmu" Kapten Yoo berusaha menangkan Dokter Mo
"Sekarang, lepaskan rem nya"
"Tidak... aku tidak mau" Dokter Mo tetap bersih keras tidak ingin jatuh ke laut bersama mobilnya. Lalu Kapten Yoo. "dammm..." dia menekan bel keras-keras hingga Dokter Mo kaget dan melepas rem di kakinya. Seketika.... mereka jatuh ke dasar laut. Bersama mobil sambil berpegangan erat. Sungguh drama yang menegangkan pemirsa !

Ketika mobil terjun ke laut, Kapten Yoo langsung memeluk Dokter Mo. Dia juga langsung membawa Dokter Mo ke permukaan setelah berhasil lepas dari mobil itu. Kemudian Kapten Yoo berusaha memberikan pertolongan pertama pada Dokter Mo dengan nafas buatan.

"Kau baik-baik saja, apa kau terluka?? apa ada yang sakit?" Kapten Yoo langsung membanjiri pertanyaan karena kekhawatirannya setelah Dokter Mo sadar.
"Kau ini gila ya... kau memang gila. Kenapa kau melepas rem nya?? Lihat denyut jantungku jadi tak beraturan" Melihat Dokter Mo sadar dan kembali cerewet, Kapten Yoo melempar senyum manisnya. Dia merasa lega bidadarinya selamat. Ahhhh.... masih-masih sempat-sempatnya ya mereka ini *admin kece iri *LOL
"Apa kau tidak bisa berpisah denganku? Saat kita berpisah tadi. Kau malah ada di tebing itu". "Bagaimana jadinya kalau aku meninggalkanmu sendirian di stasiun kereta api?" si kapten mulai nih ngegombalnya ^^
"Kau masih bisa bercanda? aku bahkan tidak bisa tertawa sekarang" Dokter Mo kesal.

Sersan Mayor Seo Dae Young diutus untuk menghdap Komandan Yoon ketika sedang melatih pasukan khusus. Lalu mereke terlibat percakapan yang membuat Sersan Seo dan Komandan Yoon saling terbuka. Sebagai seorang pria dan ayah, mereka mengakui kesalahan dan akhirnya Sersan Seo mengaku mengalah demi masa depan Letnan Yoon.

"Apa ada pasukan Tim Khusus yang memenuhi syarat untuk masuk ke Tim Alpha?" komandan Yoon
"Aku akan membuat laporan setelah seminggu melatih mereka"
"Kau adalah pelatih legendaris. Jadi pilihlah pasukan yang bisa di jadikan ketuka. Shi Jin telah membuat kesalahan pada tugasnya. Jadi dia akan di tarik dari misi luar negerinya. Aku akan memberinya posisi di Kementrian Pertahanan"
"Baik Paka" Sersan Seo
"Myeong Joo berpikir aku telah menyalahgunakan kekuasaanku. Bagaimana menurutmu?"
"Aku setuju dengan Letnan Yoon" Sersan Seo
"Kau bisa melakukan penylidikan padaku. Kau juga bisa melaporkanku"
"Tidak Pak" Sersan Seo. "Aku telah kalah dalam pertarungan ini"
"Benarkah?"
"Kau memiliki senjata yang tak bisa aku lawan. Dan senjata itu adalah hati Anda". "Anda sangat peduli dengan masa depan Letnan Yoon. Tentu saja Anda tidak menyetujui hubungan kami. Itulah sebabnya aku setuju dengan Anda, Pak. Aku kalah dalam pertarungan ini demi Letnan Yoon" Sersan Seo mengakhiri percakapannya dengan calon ayah mertua yang keras dan juga disiplin.

[FLASHBACK]

Sersan Seo mengingat kenangan nya bersama Letnan Yoon. Ketika mereka asyik berdua, bercanda bersama hingga narsis dan selfi gila-gilaan. Semua tinggal kenangan permisa!

Setelah asyik bermain perang-perangan, Tim medis makan siang bersama tim keamanan. Ketika Donter Mo datang, dia heran karena melihat banyak kue. Lalu ketika dia bertanya apa ada yang ulang tahun, Sersan Choi menjawab bahwa ini adalah pesta perpisahan untuk Kapten mereka.

"Kenapa ada banyak kue?? siapa yang ulangtahun?" Dokter Mo
"Ini adalah pesta perpisahan"
"Pesta perisahan? Untuk siapa??
"Untuk Kapten Kami" Sersan Choi
"Ah kapten...." "Apa.... maksudmu Kapten Yoo??" Dokter Mo mulai cemas karena akan berpisah dengan Kapten ganteng nya admin kece
"Ya... jangka tugasnya sudah berakhir. Dia akan pulang besok" jelas Sersan Choi

Malam harinya, Dokter Mo keliling kesana kemari mencari Kapten Yoo. Dia bahkan mendengarkan saluran tim keamanan guna mencari Kapten Yoo. Dokter Kang juga menggerutu sendiri karena Kapten Yoo tidak pernah memberi tahu kalau dia akan kembali ke Korea dan meninggalkannya di Ukraina sendirian.

"Kenapa dia tidak pernah memberitahuku?"
"Big Boss" 
"Astaga"... Dokter Mo langsung menjatuhkan walkie-walkienya karena mendengar usra Kapten Yoo
"Jika ada yang melihat Dokter Kang. Beritahu padaku"
"Aku disini, kenapa?" Dokter Mo
"Dokter Kang?? Kenapa kau mendengarkan saluran tim militer? Apa kau seorang mata-mata. Kita harus bertemu. 'Disini' itu dimana"

Sesaat kemudian....

"Aku akan pulang besok. Sepertinya kau sudah tahu"
"Iya... aku adalah orang terakhir yang mengetahui kabar kepulanganmu itu"
"Aku ingin memberitahumu kemarin sore. Tapi kau malah lari. Kau ingat"
"Jika memang benar kau menyelamatkan Prajurit Ryan. Seharusnya kau juga bisa mengejarku"
"Aku tidak tahu kenapa. Tapi melihatmu marah seperti itu sedikit memberiku keuntungan. Benarkah?"
"Kau salah" Dokter Mo lagi-lagi mengelak tentang hatinya
"Apa pikiranmu masih belum jernih?". "Izinkan aku mengajukan pertanyaan. Ini mungkin kesempatan terakhir kita untuk bertemu seperti ini". "Itu tentang ciuman itu..."
"Tak perlu membahasnya lagi?" Dokter Mo mencoba menghindar...
"Lalu aku harus bagaimana? Haruskah aku minta maaf?? Atau mengakui perasaanku padamu?"

Akhirnya perbincangan mereka pun sampai pada tahap ini. Dimana salah satu dari hati mereka mulai tak kuat menahan beban yang menumpuk. Apakah Kapten Yoo terus bertahan dan menunggu Dokter Mo menerimanya? Atau Dokter Kang Mo Yeong yang akan mendekat dan meraih tangan Kapten Yoo Shi Jin. Penasaran??? Admin kece pun.... ^^ Simak di episode selanjutnya yah.... ^^

BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ [Episode 6] ^^ Episode Sebelumnya [Episode 4] DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon