March 04, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 3 - Antara Rindu Dan Gengsi

DrameHouse.com - Anyeonghaseo cingu, masih semangat mendengar kisah sang kapten Yoo Shi Jin dengan dokter cantik Kang Mo Yeon? yups, admin kece akan kembali bercuap-cuap ria bersama kalian untuk membahas Sinopsis Descendants Of The Sun episode 3 yang penuh konflik batin ini. Cekidot ^^.

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 3 - Antara Rindu Dan Gengsi :

Memutuskan untuk berpisah karena waktu yang terlalu egois memisahkan mereka dengan cepat, Kapten Yoo dan Dokter Mo Yeon akhirnya di pertemukan kembali dalam sebuah kebetulan yang menyenangkan. Karena menolak untuk berkencan dengan kepala dokter RS Haesung, Dokter Han, Dokter Mo Yeon di tugaskan ke Ukrania sebagai dokter relawan. Ternyata disana dia bertemu dnegan Yoo Shi Jin, pria yang menarik perhatiannya namun hanya sesaat.

Dokter Mo dan Kapten Yoo kini tinggal ditempat yang sama, di sebuah barak tentara Korea di Ukraina bersama beberapa tentara dan tim dokter sukarelawan dari RS Haesung. Sama-sama sebagai ketua dari tim mereka, bukan hal yang aneh jika mereka menghabiskan banyak waktu bersama. Bertatap muka dengan sengaja, saling membantu dalam masalah, hingga mencuri waktu untuk menyelesaikan masalah yang belum sempat selesai.

Kapten Yoo dan tim nya menjembut para dokter yang baru saja tiba di bandara International Ukraina dengan helikopter. Betapa kagetnya Dokter Mo yang melihat Kapten Yo sebagai pimpinan namun seolah tidak mengenalnya. Ah..... runtuh deh hati dokter Mo :|

Sambil mengambil syal Dokter Mo yang terbang di bawa angin helikopter tadi, Kapten Yoo berbalik arah dan menghampiri Dokter Mo untuk memberikan syal itu. Mungkin hanya modus, tapi tatapan mereka benar-benar seperti orang yang saling merindukan tapi tak sanggup untuk mengatakan.

Dokter Mo tak sengaja melihat Kapten Yo di mobil ketika dia melepas sepatunya karena kemasukan batu. Namun meski melihat Dokter Mo, Kapten Yoo terus saja berjalan tanpa menghiraukan sekitarnya dan pura-pura tidak melihat Dokter Mo. Setelah masuk ke dalam ruangan, Kapten Yoo merasa menyesal, lalu dia menatap Dokter Mo lewat kaca yang ada di depannya.

"Apa dia memang tidak melihatku, atau dia mengabaikanku?" gerutu Dokter Mo sambil memegang sebelah sepatunya
Di ruangan itu, Sersan Seo Dae Young membuka paket kiriman untuk para tentara. Di akhir kiriman, dia menemukan surat yang ternyata dari kekasihnya. Letnan Yoon Myeong Joo!

"Untukku, apa benar-benar tidak ada?" celoteh Kapten Yoo
"Untukku, hadiah untukku sudah datang. Sepertinya Letnan Yoon datang" kata Seo Dae Young cemas.
Dokter Mo pergi berjalan-jalan di sekitar Barak, lalu dia melihat sekumpulan anak-anak yang sedang bermain dan menjilati sesuatu di tangannya. Dokter Mo berlari dan meloncar pagar lalu memberi anak itu coklat. Namun semua nya iri dan merengek meminta coklat pada dokter Mo. Kapten Yoo yang melihat itu juga langsung menghampiri dokter Mo dan meloncat pagar.

Namun ketika dokter Mo pergi tanpa say hallo pada kapten Yoo, kapten Yoo menggodanya dan....

"Berhenti. Jangan bergerak. Kau baru saja menginjak ladang ranjau" goda Kapten Yoo
"Apaaa? ladang ranjau? apa yang akan terjadi padaku? apa aku akan mati?" Dokter Mo sangat panik dan ketakutan
"Iya.... dengan kaki kananmu. Aku sudah berada di bidang ini selama 16 tahun. Dan tidak ada yang selamat"
"Kau bicara apa. Cepat lakukan sesuatu" teriak Dokter Mo yang hampir menangis karena ketakutan. Namun Kapten Yoo malah terus menggoda dan menikmati leluconnya. Lalu dia menggantikan posisi kaki Dokter Mo. Dokter cantik yang tetap ketakutan bahwa ranjaunya akan meledak itu malah khawatir jika Kapten Yoo yang mati karen menggantikan dirinya menginjak ranjau itu.

"Apa yang kau lakukan, cepat panggil seseorang dan minta bantuan"
"Bergeraklah. Pindahkan kakimu, aku yang akan menginjak ranjaunya?" Kapten Yoo
"Apa?? kenapa harus kau kau? apa kau juga akan mati?"
"Iya, aku yang akan mati"
"Tidak mungkin. Ini tidak masuk akal. Cepat cari bantuan" Dokter Mo terus merengek hingga akhirnya taksengaja mendorong Kapten Yoo. Lalu mereka berdua jatuh dengan posisi berpelukan. Aigoo..... manis banget sih mereka, meski di tengah bahaya sekalipun, tetap so sweet ^^ sukakkk !

"Apa ini, kenapa tidak meledak?"
"Bagaimana kabarmu?" tanya Kapten Yoo manis sambil memandang mesra pujaan hatinya itu. Dokter Mo yang jatuh dalam pelukan Kapten Yoo membuka mata sedikit demi sedikit. Dia masih ketakutan lalu menyadari bahwa sang kapten telah membohonginya. Dokter Mo lalu pergi sambil menangis dan marah.

Kapten Yoo berusaha mengejar Dokter Mo untuk minta maaf, namun karena marah dan merasa di bohongi. Dokter Mo tak menghiraukan Kapten Yoo dan terus pergi.

"Sebentar. Maafkan aku" kata Kapten Yoo sambil meraih tangan Dokter Mo. "Aku terbiasa bercanda dengan pria dan aku sangat berlebihan. Aku sungguh menyesal"
"Baiklah kalau begitu" jawab Dokter Mo lalu pergi. Sesaat kemudian terdengar suara musik untuk memberi hormat pada bendera Korsel. Mereka pun hormat bersama hingga lagu selesai.

Namun ditengah-tengan penghormatan pada bendera. Kapteen Yoo yang berdiri di belakang Dokter Mo berkata lirih di dekat telinnga Dokter Mo. "Senang..... bisa bertemu denganmu lagi" ahhhh... gagal paham nih admin kece. Jelas, gimana perasaan dan Dokter Mo saat itu ketika mendengar ucapan dari kapten. Inilah kisah kasih antara cinta atau pengabdian. #Dilema

Setelah kembali dari memeriksa kecelakaan lalu lintas, Kapten Yoo pergi ke pusat kota terdekat untuk urusan sesuatu. Dan sersan Seo Da Young sengaja menyuruh Dokter Mo untuk ikut Kapten Yoo karena tidak menggunakan WiFi di barak demi alasan keamanan.

"Maaf, boleh kau beri tahu password wifi nya"
"Password wifi milik kami, maksudmu? Tapi maaf. Warga sipil tidak di perbolehkan mengakses jaringan" jelas Sersan Seo
"Ah, baiklah. Apa yang harus kulakukan?" gerutu Dokter Mo
"Jika kau butuh internet. Di pusat kota ada cafe internet. Kapten akan kesana sekarang. Kau bisa pergi dengannya. Iya kan, Pak?". Kapten Yoo yang mendengar ocehan Sersan Seo langsung menghampirinya.

"Apa sebenarnya yang kau makan tadi?" Kapten Yoo heran dengan sikap temannya. Meski sebenarnya hatinya senang bisa pergi bersama Dokter Mo.

"Jangan khawatian aku, Pak. Semoga harimu menyenangkan". Hahahahahaha.... ide sersan keren ini tampaknya berhasil cingu. Sang kapten dan dokter cantik benar-benar akan menghabiskan waktu bersama nih.
Di perjalan pulang dari kota, Dokter Mo bertanya bagaimana Sersan Seo bisa kenal dengan Myung Joo. Kebetulan sekali, karena ingin berdua dengan Dokter Mo, Kapte Yoo mengajak Dokter Mo ke pantai dengan alasan ingin menceritakan tentang Sersan Seo dan Myung Joo. Ahhh... kapten kebanyakan modus nih ^^.
Dengan naik boat, mereka melakukan perjalanan jauh. Melintasi pulau dan hanya ada mereka berdua di tengah samudra. Indah sekali! Setelah melewati hamparan laut biru, tibalah mereka di sebuah pantai dengan kapal kuno yang terdampar. Lalu mereka menghabiskan sedikit dari rasa rindu mereka disini. Berdua!

 
Lagi..... kapten menanyakan kabar Dokter Mo, bahkan meski tak dijawab sekalipun, dia terus mengulangi pertanyaannya. Mungkin karena si kapten kangen kali ya sama dokter cantik yang nyaris jadi pacarnya itu.

Sunyi, sepi, hanya mereka berdua dan suara ombak. Kapten Yoo menatap lekat ke dalam mata Dokter Mo sambil bertanya,

"Bagaimana kabarmu?"
"Apa kau masih seksi..... di ruang operasi"
Tanpa panjang lebar, Dokter Mo tetap pada pendiriannya. Sekali lagi, dia mematahkan hati sang kapten dengan keterangannya yang begitu jelas.

"Sepertinya kau salah orang"
"Aku disini bukan sebagai relawan medis. Seseorang yang berkuasa telah menyerangku. Hingga aku terdampar di tempat ini. Dan aku, tidak lagi melakukan operasi. Aku wanita yang sibuk". Aduhhhh pasti berantakan nih hatinya si kapten. Dokter Mo itu sebenarnya takut ditinggal atau trauma kehilangan lagi sih. Kasihan atuh si kapten dok, udah berkali-kali menyatakan perasaaan. Berkali-kali pula dokter patahkah. Lihat aja wajah ganteng nya yang berubah jadi melas. #ahhhhh..

Setelah seharian bersama, meski menyisakan banyak luka di hati mereka karena perjumpaan serta perpisahan yang sungguh mengejutkan. Kapte Yoo dan Dokter Mo kembali di hadapkan dengan persoalan baru. Mereka kedatangan pasien VIP yang tidak lain adalah presiden Arab.

Ingin menyelamatkan Dokter Mo, Kapten Yoo harus rela mendapat hukuman karena melanggar perintah. Dia memilih berperang dengan pasukan presiden dari pada harus melihat Dokter Mo dihukum karena di anggap tidak bisa menyelamatkan presiden atau jika presiden sampai meninggal.

"Pasien nya adalah Mubarat, Ketua Liga Arab yang baru-baru ini melakukan kunjungan tidak resmi ke Timur Tengah. Di adalah politis terampil yang bisa membuat negara dan agama berdamai dengan perjanjian. Dia kandidat kuat untuk nobel perdamaian. Tapi dia juga kandidat kuat untuk dibunuh oleh musuh" jelas Komandan Yoon pada Kapten Yoo via saluran telepon.
"Berikut adalah catatan medis pasien VIP" Kapten Yoo memberikan berkas pada Dokter Mo
"Blue House menerima laporan. Jadi pastikan kau melaporkan semuanya" kata komandan KOmpi Mowowuru pada Kapten Yoo via telepon

Ketika Dokter Mo menyuruh tim nya menyiapkan infus. Ajudan presiden mencegahnya. Dia lalu memberi obat dari dokter pribadi sang presiden. Namun setelah obat itu di suntikkan. Keadaan presiden malah memburuk. Tekanan darahnya turun drastis. Tentu saja Dokter Mo segera mengambil tindakan. Namun lagi-lagi sang ajudan melarangnya. Dia bilang dokter pribadi presiden akan datang dalam waktu satu jam.

"Apa maksudmu?? dia tidak punya waktu sampai satu jam. Hanya 20 menit"
"Aku tidak bisa membiarkan kau menyentuh pimpinan Arab dengan pisau"
"Kau dengar, dia akan mati jika aku tidak melakukan operasi dalam 20 menit". tegas Dokter Mo. Lalu ajudan presiden itu langsung mengeluarkan senjata. Sontak saja keadaan menjadi tegang dan mengancam. Kapten Yoo yang berdiri tepat di depan Dokter Mo langsung melindungi wanita yang ia cintai itu. 
"Baik. Aku tidak berusaha mengubah sejarah disini. Tapi begitu aku lepas tangan, dia akan mati!"

Kapten Yoon kembali menghubungi Kapten Yoo via telepon. Dia menyuruh pihak nya dan tim medis untuk tidak ikut campur.

"Dengarkan baik-baik. Hidupnya bukanlah hal penting sekarang. Yang penting adalah siapa yang akan bertanggung jawab untuk hal ini. Jika presiden meninggal. Kita bisa menempatkan tanggung jawab pada Dokter yang tidak melakukan operasi pada pasiennya. Kita pasukan militer tidak boleh terlibat dalam insiden ini. Ini adalah perintah!".

Mendengar perintah dari Kapten Yoon, Kapten Yoo langsung bertanya pada Dokter Mo tanpa persetujuan siapapun. Demi menyelamatkan Dokter Mo dan presiden Mubarat.

"Bisakah kau menyelamatkan dia?"
"Apa?"
"Katakan padaku, apakah kau bisa menyelamatkan dia? Beritahu aku sebagai dokter" bentak Kapten Yoo
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kapten Yoon via telepon
"Jawab Aku" tanya Kapten Yoo lagi pada Dokter Mo
"Iya, aku bisa menyelamatkannya" jawan Dokter Mo gugup
"Kalau begitu, selamatkan dia!" Kapten Yoo langsung mengambil senjata dan melindungi Dokter Mo


Mendengar jawaban Dokter Mo, Kapten Yoo langsung mematikan radio dan saluran teleponnya. Kemudian pasukan Kapten Yoo langsung angkat senjata. Melindungi tim medis yang akan melakukan operasi pada Presiden Mubarat. Sedang para ajudan presiden serentak menodongkan senjata ke arah para dokter, Kapten Yoo dan pasukannya.

Daebak!! si kapten kalau udah begini laki bener yak. Berasa tanggung jawab banget ama si dokter cantik ini. Ahhh.... admin kece iri nih sama Dokter Kang Mo Yeon *LOL

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 3 - Antara Rindu Dan Gengsi

BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ Episode 4 ^^ Episode Sebelumnya (Episode 2) DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon