March 26, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 10 - Virus Cinta

DrameHouse.com - Seperti kisah di akhir episode 9, Dokter Mo berada dalam dilema. Apakah akan menyelamatkan Argus atau diam dan membiarkannya mati.

Kapten Yoo berkata pada anak buah Argus yang terus menodongkan senjata ke arahnya.

"Terserah. Kau akan menurunkan pistolmu dan memindahkannya kedalam. Atau akan membiarkannya mati disini" Kapten Yoo


Didalam tenda tempat Dokter Mo mengoperasi Argus dan mengelurakan peluru yang ditembakkan oleh Fatima

Ketika operasi selesai, anak buah Argus (yang dulu menyamar jadi pasukan PBB) mengatakan bahwa tentara Korea sepertinya akan datang. Lalu Dokter Mo dan agus keluar dari tenda

"Haruskan kita memanggil pasukan kita, tentara Korea sepertinya akan datang" anak buah Argus
"Mereka bukan milik kalian" Argus
"Kau tidak bisa membawanya. Aku sudah mengambil pelurunya, sebaiknya kau kerumah sakit" Dokter Mo
"Fatima, ketika aku bertemu denganmu nanti. Aku berjanji, kau tidak akan mati dengan wajah manis mu itu" kata Argus sambil menatap tajamm Fatima yang bersembunyi dibelakang Dokter Mo
"Jika kau ingin pergi, berlarilah sejauh mungkin. Karena toleransi sampai disini" tegas Kapten Yoo pada mantan temannya itu (Argus)

Dokter Mo membersihkan tangannya yang penuh darah sehabis mengoperasi Argus di kran barak. Lalu dia teringat oleh perkataan Kapten Yoo yang akan melakukan tugasnya jika harus membunuh seseorang dan perkataan Argus yang mencoba memprovokasi pikiran Dokter Mo

"Kau tahu kan sedang bersama orang yang berbahaya. Ada lebih banyak kesempatan untuk terluka berada disekitar pria dengan pistol"

Letnan Yoon pergi bersama Sersan Seo ke Desa Berhantu untuk menjuemput anak yang terisa keesok harinya. Di perjalanan, mereka saling bercanda

"Ahhh... hari ini cerah sekali. Seperti orang yang duduk di sebelahku" Letnan Yoon berteriak sambil membuka lebar-lebar kedua tangannya
"Apanya yang bagu?"
"Aku punya standar yang tinggi soal pria"
"Apa kau yakin?" Sersan Seo
"Apa kau tidak pernah bercermin setiap hari? kalau tidak, kau tunjukkan saja wajahmu padaku setiap pagi"

Kapten Yoo dipanggil untuk menemui Komandan Yoon dan memerintahkan agar Tim Alpha tidak berurusan dengan geng Argus. Karena CIA akan mengadakan perang politik dan membentuk pro Amerika dengan Koloner Amang, pasukan Uruk Utara.

"Kau harus tahu dia, dia adalah Argus, tentara utama AS. Kurasa dia dalam operasi ketika kita kehilangan Kim Jin Seok " Komandan Yoon
"Itu benar, pak" Kapten Yoo
"CIA membuat permintaan untuk bekerja sama dengan kita melalui staf PBB"
"Apa ini operasi gabungan untuk menghapus perdagangan senjata ilegal?"
"Tidak, operasi ini tentang keadilan. Tentang politik" Komandan Yoon
"Ini adalah Koloner Amang, komandan pasukan Uruk Utara. Mereka ingin melakukan kudeta dan membangun pemerintahan pro Amerika. Jadi mereka bersedia menyediakan senjata untuk Koloner Amang melalui Argus. Delta Force AS sedang dalam operasi sekarang. Aku mendengar kau sudah tahu dia" jelas Komandan Yoon panjang lebar sambil menunjukkan satu persatu foto Argus, Koloner Amang dan Delta Force
"Kuberitahu lagi, selama operasi nya belum selesai dan Argus yang menjadi target. HIndari konflik! Ini perintah dari Komandan Tim Pasukan Khusu. Aku percayakan padamu". perintan Komandan Yoon pada Kapten Yoo yang sangat keberatan jika tidak segera meringkus Argus

"Mulai saat ini, pasukan kita tidak akan terlibat dengan Argus. Aku baru saja kembali dari komando kompi. Yang kuberi tahu padamu sekarang adalah Rahasia" Jelas Kapten Yoo pada Sersan Seo di kantornya perihal perintah dari Komandan Yoon.

Kapten Yoo duduk termenung sendirian di sebuah tempat. Dokter Mo yang dari tadi mencarinya akhirnya menemukan si kapten ganteng ini sedang galau dibawah terik matahari. Lalu dengan membawa secangkir kopi, Dokter Mo mengampiri Kapten Yoo. Melihat Dokter Mo yang sedikit berantakan, Kapten Yoo mengikat rambut kekasih nya itu dengan penuh cinta dan tatapan manja. Ehmm... ini adegan kayaknya emang disengaja ama si kapten. Biar makin deket gitu... ^^ ihirrr...

"Kau sepertinya butuh gula"
"Terima kasih. Apa kau mau aku berbagi?" Kapten Yoo menawarkan kopinya untuk diminum bersama
"Tidak, gula akan membuatku gemuk. Anak-anak yang kita bawa dari desa berhantu sudah semakin membaik" lapor Dokter Mo
"Itu sebabnya kau sibuk. Kau bahkan tidak sempat mengikat rambutmu. Pegang ini" kata Kapten Yoo sambil memperhatikan Dokter Mo yang sedikit berantakan dan menitipkan kopinya
"Kau mau apa. Ahhh... tahan. Aku bahkan belum mencuci rambutku" Dokter Mo menghindar
"Kenapa kau kehabisan air?" Kapten Yoo meledek Dokter Mo karena kejadian kran mati sebelum Dokter Mo selesai keramas di episode 2

"Itu bukan aku"
"Kapan aku bisa melihat Mo Yeon yang sebenarnya?" lalu sang kapten merapikan rambut Dokter Mo dan mengikat nya dengan penuh cinta. *ah besok berantakin rambut juga ah, biar di iketin sama kapten ganteng ini ^^ #modus

"Aku bisa melakukannya sendiri" kata Dokter Mo yang sebenarnya seneng banget
"Cinta mendorong kita melakukan hal yang bisa mereka lalukan sendiri" aih aih....

Dokter Mo pergi karena mendapat dari Nona B alias Dokter Ha Jae e. Lalu dia melihat ada kiriman paket untuk Sersan Mayor Seo.

"Sersan Mayor Seo kau mendapat kiriman paket dari Shin Ji Young". 

Karena Dokter Mo mengatakan itu melalui walkie-talkie, otomatis semua orang mendengar. Dan admin kece suka sama adegan para kapel ini. Kapten Yoo dan Sersan Seo langsung berlari dan tidak menghiraukan apapun ketika mendengar mendapat kiriman dari Shin Ji Young.

Meski semua pasukan memberi hormat ketika melihat mereka sedang berlari Sedangkan Letnan Yoon marah dan memukul meja mendengar tentang kiriman paket untuk sersan seo di walkie-talkie itu.


"Astaga... kau megagetkan aku" teriak Dokter Mo yang kaget karena Letnan Yoon datang mendadak
"Aku harus memeriksa ini" Letnan Yoon langsung mengambil paket untuk Sersan Seo dan memeriksa lalu membuka isinya

"Apa itu? apa yang dilakukan Si Jin disana?" Dokter Mo dan Letnan Yoon sama melototnya ketika mereka melihat foto dalam paket itu

"Pada hari aku bertemu Shi Jin. Aku akan mengirim kenangan kita" tulis surat yang dibaca Dokter Mo
"Beraninya mereka. Letnan Yoon, keluarkan pistolmu!" ujar Dokter Kang pada Letnan Yoon setelah membaca surat itu hahahaha... dua dokter cantek ini akhirnya cemburu juga. Para tentara itu akan habis sekarang ^^
Dengan nafas masih ngos-ngosan, Kapten Yoo dan Sersan Seo kompak menyanggah kiriman itu
"Kalian Salah paham. Ini salah paham"
"Apa, salah paham?" Dokter Mo & Letnan Yoon

"Aku memiliki foto kalian berempat tampak manis" Letnan Yoon sambil menunjukkan foto dalam paket itu
"Aku melihat kalian tersenyum dalam foto itu" Dokter Mo
"Aku tidak tersenyum. Memang kelihatannya begitu, tapi sebenarnya tidak. Iya, kan?" Kapten Yoo berusaha mengelak meskipun mafasnya masih tersenggal-senggal akrena lari kilat barusan

"Dia sepupuku. Kau tahu sepupuku? dia seorang pramugari" Sersan Seo juga berusaha menghindar dari Letnan Yoon
"Jadi sepupumu mengirimkan paket, dan kalian berdua lari kesini?" Dokter Mo mulai mengintrogasi
"Yang mana sepupumu. Jawab bersamaan. 1, 2, 3..." perintah Letnan Yoon pada Sersan Seo dan Kapten Yoo
"Aku memberi Kapten Yoo teman kencan. Tidak lebih dari itu" Akhirnya Sersan Seo ngaku nih gaes
 "Apa kau menghianatiku?" bisik Kapten Yoo pada Sersan Seo yang kaget dengan jawaban Sersan Seo pada Letnan Yoon barusan
"Kau pasti masih berhubungan dengan dia sampai sekarang. Karena dia bisa mengirim paket ke alamat ini" Sidik Dokter Mo
"hahahaha... apa itu benar, bagaimana menurutmu? Aku tidak mengerti" Kapten Yoo berusaha mengalihkan perhatian pada Sersan Seo

"Lupakan. Ikut aku!" perintah Dokter Mo pada Kapten Yoo sambil berjalan keluar. Wahh... si kapten ganteng siap-siap interview ama dokter cantek ya... ^^
"Tentu..." eh... malah Sersan Seo yang menjawab Dokter Mo. Mau kabur ya....
"Berhenti" teriak Letnan Yoon pada Sersan Seo
"Kupikir dia bicara padaku" Sersan Seo ketahuan nih cingu ^^ wkwkwk
"Sebaiknya kau pergi" bisik Sersan Seo pada Kapten Yoo

"Arghh... sebenarnya aku ingin tinggal disini" Kapten Yoo lemes karena ketakutan
"Tolong jangan paham. Itu semua masa lalu" jelas Sersan Seo setelah Kapten Yoo pergi
"Ahhh.... omong kosong. Apa ini dari masa lalu?" tanya Letnan Yoon sambil memegang foto tadi
"Itu dari Seoul" jawab Sersan Seo tegas ^^

Siall.... ternyata para tentara ini membuat taruhan saat sedang mendengarkan para couple YooMyeon & DaeJoo sidang.

"Sudah aku bilang. itu kencan buta" Sersan 1
"Itu hari ulang tahun anak Tim Bravo Sersan Park. Mereka langsugn pergi setelah menyapa" Sersan 2. Dan sersan Choi lagi-lagi kalah. Sama seperti rekaman Dokter Mo terpublikasi di episode 9. Mereka juga taruhan macam ini


BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ [Episode 11] ^^ Episode Sebelumnya [Episode 9] DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon