March 25, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 9 - Everyday Falling In Love

DrameHouse.com - Bermanis-manis di akhir episode 8, ternyata episode 9 makin manis dengan kisseu bertubi-tubi dari Kapten ganteng Yoo Shi Jin di bibir indah Dokter Kang Mo Yeon. Ahhh... sweet bener deh episode in. Bikin ngakak juga sih. Keren mah pokoknya^^


Semua tentara dan pasien yang sedang beristirahat merasa rileks dengan alunan lagu dari ponsel Dokter Mo yang diputar oleh Daniel. Namun keadaan mendadak berubah seketika saat playlist berikutnya adalah rekaman Dokter Mo tentang isi hatinya dan pesan terakhir saat kecelakaan mobil di tepi jurang. Dokter Mo yang panik langsung berlari sekencang mungkin ke tempat Daniel yang ternyata juga ada Kapten Yoo sedang mendengarkan rekaman itu. Aigoo.... mungkinkah ini ungkapan perasaan dokter cantik yang berkali-kali menolak kapten ganteng?

"Ternyata musik merubah banyak hal!" Canda Daniel
"Dan aku rasa aku ditengah perubahan itu" balas Kapten Yoo. Lalu dia meloncat keluar dari jendela untuk bisa mendahului Dokter Mo yang lari karena malu

"Hahahaha.... kau sangat imut. Ketika berada di dekat kematian, kau malah mengakui perasaanmu. Tapi sekarang kau masih hidup. Apa kau berubah pikiran?" Kapten Yoo
"Apa... siapa yang mengakui perasaan. Aku tidak mengakui perasaanku. Ini bukan ponselku" elak Dokter Mo
"Berhentilah mencampakkan aku. Sudah berapa kali kau mencampakkanku. Sekarang aku ingin dengar langsung dari mu. Jadi jangan kabur lagi" paksa Kapten Yoo sambil memegang tangan Dokter Mo
"Baiklah, akan kujelaskan. Tapi lepaskan aku" Dokter Mo berusaha menarik simpati Kapten Yoo. Setelah si kapten percaya dengan wajah dan ekspresi si dokter cantik yang benar-benar ingin berterus terang, Kapten Yoo melepas tangan Dokter Mo. Namun apa yang erjadi, si dokter malah kabur karena sangat malu. Sedang Kapten Yoo hanya tersenyum manis melihat pujaan hatinya yang lolos lagi.

Ahhh.... bukan hanya malu, tapi Dokter Mo terus saja bersembunyi dan menghindar dari Kapten Yoo dan semua orang. Ketika melihat para tentara berkeliaran, Dokter Mo malah tertangkap oleh Letnan Yoon.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Letnan Yoon
"Aku tidak melakukan apa-apa"
"Kau tampaknya sedang bersembunyi dari rasa malu. Kau begitu berani. Bagaimana bisa kau mengencani Bog Boss dari Tim Alpha" Letnan Yoon menyindir Dokter Mo
"Letnan Yoon, izinkan aku bertanya"
"Silahkan"
"Apakah kau tidak takut jika pacarmu terluka atau mati karena dia seorang tentara?" Dokter Mo
"Aku tidak khawatir tentang pekerjaannya. Aku lebih takut jika jauh darinya" Jawab sederhana Letnan Yoon sebagai isi hati dan juga menenangkan Dokter Mo

Kapten Yoo duduk termenung sendirian sambil memainkan batu yang dia ambil di Pantai Kapal Karam (Baca disini) bersama Dokter Mo. Lalu Letnan Yoon menghampirinya dan mendapatkan pertanyaan yang sama dari Kapten Yoo seperti yang baru saja di tanyakan Dokter Mo

"Apa tidak mengganggumu jika pacarmu seorang tentara?" tanya Kapten Yoo
"Kenapa kalian bertanya seperti itu. Kau harus bicara dengannya. Mo Yeon juga menanyakan hal sama barusan padaku" jawab Letnan Yoon
"Apa yang kau katakan?" tanya Kapten Yoo kaget
"Tanya saja sendiri. Kalian harus bicara empat mata. Ini bukan perang informasi"

Seperti biasa sebelum terjadi gempa, Dokter Mo, Dokter Cha dan suster Choi selalu melihat para tentara jogging dengan terpesona. Namun kali ini berbeda, suster Choi membuat dokter Mo lari kencang kemudian jatuh di perangkap manis Kapten Yoo. Bukannya lolos, mereka malah janjian lagi ^^. hihihihi

"Astaga.... kau mengejutkan aku. Apa yang kau lakukan disini" Dokter Mo kaget melihat Kapten Yoo di jendela
"Aku sudah disini sepanjang waktu! Ada orang-orang yang menggodamu?" tanya kapten Yoo
"Arghhh..... ini semua karena mu. Aku sibuk, aku harus pergi meeting"
"Kau baru saja bertemu dengan orang yang akan memberimu tumpangan" goda Kapten Yoo sambil menarik tangan Dokter Mo

"Aku akan pergi sendiri"
"Apa kau akan membahayakan dirimu lagi?"
"Akan kuberitahu jika itu terjadi" elak Dokter Mo
"Kenapa kau selalu menghindariku. Jangan merasa malu karena hanya aku tahu kau menyukaiku. Itu tidak akan mengubah perasaanku".... duhhhhh admin kece jadi ikut deg-degan pas Kapten Yoo bilang begini ^^ apa kata-kata manis itu emang buat eikeh ya ^^ hahahaha

Ketika sedang asyik bercanda, Letnan Yoon datang menghampiri Dokter Mo di luar, dan Sersan Seo datang menghampiri Kapten Yoo dari dalam. Si kapel yang juga gak kalah bikin hati gemes ini pun saling menatap kaget karena ketika sama-sama membuka jendela, mereka saling bertatapan tepat didepan wajah mereka yang hanya berjarak sejengkal. Asyikkkk....

Ditengah perjalanan menuju pertemuan dengan PBB, mobil yang dinaiki Kapten Yoo dan Dokter Mo tergelincir ke ladang ranjau. Alhasil, mereka harus bekerja sama untuk keluar dari ladang ranjau itu.
"Kita harus keluar dari sini" Kapten Yoo
"Bukankah kita diladang ranjau?" Dokter Mo takut
"Ambil langkah persis sepertiku. Jadi jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu mati!" Ehem... ehem... Lalu Kapten Yoo tersenyum manis

"Jangan khawatir, cobalah untuk rileks" sambil menepuk bahu Dokter Mo
"Mungkin ini saatnya lelucon membuatku rileks"
"Lelucon untuk membuatmu rileks, tapi sisanya adalah fakta" aih aih si kapten.... nge-gombal lagi^^.

Setelah berhasil keluar dari ladang ranjau karena kerja sama yang romantis dan penuh lleucon,
"Kau sudah merusak dua mobil. Jadi aku akan merusak liptsikmu".... eits, jangan mendahului writer-nim ya. Kapten Yoo meminta lipstik di tas Dokter Mo, bukan dibibirnya ^^ hihihihi *ekspetasi penggemar*
"Terima kasih telah menyelamatkanku lagi. Aku merasa lebih aman jika kau mengawasiku" kata Dokter Mo pada Kapten Yoo sambil tersenyum bahagia di bak pick up tumpangan petani yang lewat tadi.
"Aku mendengar kau bertanya pada Meyong Joo tentang pekerjaan pacarnya yang mengganggu"
"Apa dia mengatakan hal itu padamu?" tanya Dokter Mo sedikit kaget
"Dia memberitahuku untuk bertanya jawabannya padamu"
"Letnan Yoon mengatakan jika berpisah dengan pacarnya membuat dia jauh lebih khawatir"
"Lalu bagaimana dengan kita, akankah kita... berpisah segera? apa namamu ada pada daftar orang yang kembali ke Korea?" tanya Kapten Yoo yang mulai cemas dengan mimik wajahnya yang tetep cute meski sedang khawatir
"Tidak! Aku memilih tinggal"
"Kenapa? itu pasti bukan karena aku"
"Benar! Itu karena kau. Aku memilih tinggal karena ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu" Dokter Mo ngaku... "kupikir aku baru saja menyatakan perasaanku. Apakah aku harus minta maaf?"
"Lalu aku harus bagaimana?" ahhhhh...... ini percakapan diulang lagi, persis waktu Kapten Yoo nembak Dokter Mo... so sweeettt... 
 
Merasa bahagia, Kapten Yoo menarik tangan Dokter Mo lalu kembali mencuri ciuman Dokter Mo. Tepat di bibir nya yang merah merona. Dan kali ini, Dokter Mo membalas kemudian gantian mencium Kapten Yoo setelah si kapten melepas kecupannya.
Dokter Jae ee dan Dokter Song mendapati pasangan ini pulang bersama dan melihat saat Dokter Mo dan Kapten Yoo berpisah untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Mereka pasti akan sangat malu nanti" Dokter Ja
"Tapi mereka begitu bahagia tadi" Dokter Song

Esok malamnya, Kapten Yoo sedang memeriksa kondisi senjata di ruangannya. Dan Dokter Mo sedang membasuh muka yang tidak jauh dari jendela ruangan Kapten Yoo. Lalu si kapten ganteng ini ceritanya diam-diam curi pandang sambil ngeliatin Dokter Mo yang cuci muka. Menggunakan senjata lasernya. Pas sekali dan terlihat dengan jelas kecantikan si dokter bedah itu. Tapi.... Sersan Seo datang dan merusak rencana Kapten Yoo

"Apa kau akan menargetkan untuk menembak kepalanya?" Sersan Seo
"Ini adalah tembakan cinta. Targetku terlalu cantik" Kapten Yoo masih belum menyadari kalau Sersan Seo berdiri di belakangnya
"Pemeriksaan senjata sudah jelas untuk pistol tentara". Jlekk... Kapten Yoo refleks langsung menoleh ke arah belakang dan melihat Sersan Seo sedang mengintipnya
"Pistolnya memang baik-baik saja. Tapi sepertinya tidak untuk penembakknya" Sersan Seo tahu aja sih!
 
Kapten Yoo Shi Jin, Dokter Kang Mo Yeon, Sersan Seo Dae Young dan Letnan Yoon diperintahkan untuk menyambut dan mengunjungi komandan (ayah Myeong Joo) di pusat komando kompi. Lalu mereka berempat mendapat gilirannya masing-masing untuk berbicara dengan Komandan Yoon dalam baris rapi berpasang-pasangan.

"Dokter Kang, seharusnya kau menjadi seorang tentara. Aku mendengar prestasimu tentang pasien VIP" (Episode 3 & Episode 4)
"Bagaimanapun juga hasilnya sangat bermanfaat bagi negara kita. Aku ucapkan terima kasih yang sangat mendalam" Kata Komandan Yoon pada Dokter Mo yang malu-malu dan bangga karena dipuji. "Baiklah, permisi". Setelah Dokter Mo keluar, giliran triangle yang kena sidang ^^.
"Baiklah, mengabaikan pangkat dan derajat. Aku akan bertanya sebagai ayah Myeong Joo. Pertama dimulai dari Shi Jin". "Kau ini sekutu atau musuhku, apa kau benar-benar tidak tertarik pada putriku"
"Appa....." Letnan Yoon spontan. Sedang Sersan Seo hanya bisa menelan ludah. Aigooo...
"Letnan Yoon adalah rekan dekat. Tapi selama 7 tahun saya mengenalnya. Saya tidak memiliki perasaan apapun padanya" Jelas Kapten Yoo dengan tegas selayaknya menjawab pertanyaan pimpinannya
"Sayang sekali. Baiklah! kau boleh pergi sekarang"

"Kau keluar begitu cepat, aku pikir ada hal serius yang ingin kalian bicaran" tanya Dokter Mo ketika melihat Kapten Yoo keluar dari ruangan Komandan Yoon
"Atas perintah komandan. Aku telah di perintahkan keluar dari posisi menantu". "Lebih tepatnya cinta segitiga telah berakhir" Kapten Yoo. "Aku adalah seorang tentara pria dengan sejarah. Apa akau tidak keberatan?" goda Kapten Yoo pada Dokter Mo
"Lalu apa yang akan terjadi pada Letnan Yoon dan Sersan Seo?"
"Entahlah.... tugas-tugas sulit selalu untuk Sersan Seo" Jawab Kapten Yoo
"Sekarang kalian telah bersatu kembali. Bagaimana dengan mu Dae Young. Apa kau masih menyukainya?" Komandan Yoon
"Tanyakan padaku, kenapa selalu melibatkan dia?" Letnan Yoon
"Ya, pak" Sersan Seo
"Apa kita akan kembali berperang untuk dia lagi (Letnan Yoon)" Komandan
"Aku tidak peduli dengan jawabannya. Aku tidak akan meninggalkan dia" Letnan Yoon membela Sersan Seo dan merangkul tangan kekasihnya itu
"Sudah kubilang. Jangan khawatir" Sersan Seo menenangkan Letnan Yoon didepan ayahnya sambil menggenggam tangan Letnan Yoon yang tadi merangkulnya
"Saya akan menggenggam tangan ini" Ucap Sersan Seo pada ayah Myeong Joo. Kemarahan komandan pun mncapai puncaknya. Dia lalu menyuruh Letnan Yoon keluar, meski putrinya itu menolak.

"Selama 30 tahun menjadi tentara, aku hanya ingin menjadi komandan yang terhormat juga ayah yang terhormat. Tapi aku gagal di keduanya. Aku sering memberimu perintah yang tidak masuk akal. Bahkan putriku sendiri tidak menghormatiku"... " Baiklah, aku tidak akan bertele-tele. Kau boleh mengencani Myeong Joo. Dan tentu saja aku memikirkan akan adanya sebuah pernikahan"
"Apa Anda serius pak?" sersan Seo karena kaget bukan kepalang
"Aku sungguh-sungguh. Namun aku tidak ingin memiliki Sersan Mayor sebagai menantu. Kau harus berhenti jadi tentara. Dan bekerja untuk perusahaan ibu Meyong Joo. Aku akan mencari pekerjaan di perusahaan itu yang sesuai dengan pengalamanmu!" tiyeng tiyeng...... ini mah bukan restu pak, tapi pilihan. Kasihan banget Sersan ganteng ini. Bener kata si Kapten, pekerjaan sulit selalu hanya untuk Sersa Seo. :|
Di tempat pengisian bensin, Dokter Mo duduk termenung sambil memikirkan hubungan Letnan Yoon dan Kapten Yoo. Lalu sang kapten yang melihat wanitanya termenung saja lalu memanggilnya untuk memegang selang bensin yang menuju tengki mobil.

"Apa yang kau lakukan?" Dokter Mo kaget karena Kapten Yoo mencium nya di tempat umum.

"Aku hanya menutup mulutmu dengan cara yang seksi". "Kau bisa mencoba berbicara lagi"... balas Kapten Yoo.... Duhhh.... kisseu di episode ini emang bener-bener bikin mupeng ya. Yang jomblo kudu sabar. Yang mau merit harus kuat iman, dan masih ta'arufa.... hati-hati ada tentara ganteng nyasar lewat depan rumahmu! ^^

"pergi sana!" Dokter Mo menyuruh si kapten pergi, tapi sesuai apa yang dikatakan kapten barusan... kalau Dokter Mo bicara lagi, dia akan mengecup bibir dokter cantik itu. Dan... ciuman pun mendarat dengan seksi di bibir Dokter Mo
"Kapan ini selesai?" tanya Dokter Mo sambil memegang selang bensin
"Ini sudah selesai beberapa waktu lalu"... Apahhh.... si kapten berarti sengaja biar si dokter nyamperin dia gitu. Wihhhh... modusnya keren ^^.


Serson Seo keluar menemui Letnan Yoon dan memberi tahu kabar bahagia akan restu dari Komandan.
"Apa kau serius??" Letnan Yoon tidak percaya dengan kabar bahagia yang dibawa Sersan Seo
"Jika kau ingin keluar, katakan sekarang. Kau tidak akan memiliki kesempatan lagi"
"Apa ini nyata?? Apa dia benar-benar memberi kita izin?" Letnan Yoon loncat-loncat kegirangan
"Aku, Seo Dae Young telah di perintahkan untuk mengencani Yoon Meyong Joo" teriak Sersan Seo didepan Letnan Yoon seperti memberi laporan pada atasannya
"Kenapa ini, ada apa ini. Apa ayahku menderita kanker? Apa dia menderita penyakit akut?"... "Aku harus menelponnya. Supaya aku tahu yang dia katakan benar atau tidak"

Kapten Yoo dan Dokter Mo pergi mengunjungi kota untuk mengantar anak di pom bensin tadi. Namun sepertinya mereka salah tempat. Yang mereka maksud kota ternyata adalah Desa Berhantu. Dimana disitu tinggal anak-anak korban perang yang masih hidup. Para anak laki-laki dididik untuk menjadi gengster, sedang anak perempuan akan dijual untuk menjadi pegawai seks setelah dewasa.

Tak satupun anak disitu yang mau bicara dengan orang asing. Karena siapapun yang berani buka suara tidak akan mendapat jatah makan selama tiga hari.

Kapten Yoo melihat pemilik desa atau ketua geng yang menguasai desa itu datang. Ternyata si Pajurit Ryan, (Kapten tim Delta alias Argus). Teman dekat Kapten Yoo yang dikira sudah meninggal ternyata adalah ketua geng yang menguasai desa berhantu itu.

 
"Kami tidak akan diberi makan selama 3 hari jika kami berbicara dengan orang asing" gadis berbaju merah
"Apa kau bisa mengumpulkan anak-anak. Mereka terjangkit virus menular yang jika tidak segera di obati, 70% akan meninggal atau akan cacat" Dokter Mo
"Lebih baik meninggal sekarang dari pada harus tinggal disini. Anak-anak disini menjadi geng. Dan gadis-gadis dijual ke Germo ketika mereka dewasa. Hari ini adalah giliranku" Gadis Baju Merah "Aku akan bekerja sama, tapi dengan satu syarat. Keluarkan aku dari sini"

Dokter Mo yang tidak tahu siapa Argus sebenarnya, langsung menemui pria itu ketia dia turun dari mobil. Dokter Mo mengatakan bahwa dirinya adalah dokter dan meminta izin untuk membawa anak-anak ke rumah sakit di lapangan karena mereka menderita campak menular. Kemudian Kapten Yoo datang dan melindungi Dokter Mo dari si penghianat Argus.

 
Lalu terdengar suara tembakan, si gaids berbaju merah menembak Argus, kepala geng yang menguasai Desa Berhantu. Argus yang mengeluarkan banyak darah berteriak meminta tolong pada Dokter Mo. Namun sang dokter tidak mau menolong. Dokter Mo dan gaids berbaju merah tetap berdiri di belakang Kapten Yoo yang kini memegang dua pistol. Satu miliknya, satu lagi diambil dari gadis berbaju merah barusan.

"Ayo cepat. Ini kesempatan terakhir kita" Gadis baju merah
"Dokter, lakukan pekerjaanmu. Kau sudah bersumpah" teriak Argus sambil kesakitan dan jatuh ke tanah ketika berusaha mengambil pistolnya yang jatuh

"Sepertinya aku tidak akan membiarkan dia hidup. Aku akan meninggalkannya. Jia dia dibiarkan hidup, dia akan membunuh lebih banyak orang lagi" Dokter Mo bicara pada dirinya sendiri sambil ketakutan dan hampir menangis
"Biarkan dia hidup. Lakukan pekerjaanmu sebagai dokter. Jika harus membunuh seseorang. Aku akan melakukan pekerjaanku"

Ahhhh.... admin kece udah berasa bakal gini lagi akhir episode Descendants Of The Sun setelah dibikin super manis di akhir episode pekan lalu (episode 8). Bener kan, menegangkan lagi. Dan epiosde 10 akan admin tulis besok ya.... stay tune ^^

BERSAMBUNG...
Continued On The Nex Episode ^^ [Episode 10] ^^ Episode Sebelumnya (Episode 8) DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon