March 17, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 7 - Jago Galaunya, Sukses Bapernya

DrameHouse.com - Arghhh.... selalu saja ada banyak alasan untuk bahagia. Yups, seperti drama yang penuh kebaperan ini. Pantes aja ratingnya sampai 31,2%. Jago sih bikin penonton penasaran. Awal episode menegangkan, dan akhir setiap episode pasti mengundang penasaran. Seperti di akhir episode 6 kemudian kebaperan admin kece meningkat di episode ini. Oh my Song Couple....

Penasaran bagaimana cinta ala-ala friendzone kapten dan dokter relawan di medan perang. Baca sinopsisnya sampai tuntas ya ^^. Gomawoyo :))


Namanya jodoh pasti gak kemana, kan?? seperti pepatah mengatakan. Dan sang kapten pun kembali bisa menatap wajah pujaan hatinya dengan penuh kasih meski terhalang ranjau sekalipun. Epiosde 7 ini mengisahkan kerja sama para tim penyelamatan oleh tentara dan dokter relawan dari rumah sakit Haesung yang bergotong royong menyelamatkan korban gempa di daerah pembangunan pembangkit tenaga listrik energi surya.

Dibuka dengan adegan Kapten Yoo yang mengikat tali sepatu Dokter Mo bikin suasana pasca gempa yang amburadul menjadi romantis ^^.

"Syukurlah kau tidak terluka. Aku sangat menyesal tidak mengucapkan selamat tinggal ketka pergi kemarin. Aku tidak bisa terus bersamamu. Jadi aku mohon. Berhati-hatilah" pesan Kapten Yoo sambil menahan rindu dan ngebet pengen meluk Dokter Mo *menurut admin kece sih gitu
"Kau juga" balas Dokter Mo sambil menahan air mata yang nyaris jatuh membasahi pipinya. Lalu mereka pergi, melanjutkan tugas masing-masing. Tanpa melepas kerinduan yang hanya menyisakan kehampaan.

Tim penyelamat melanjutkan tugas mereka mencari korban dibawah reruntuhan bangunan. Karena hanya memiliki satu pompa udara, Kapten Yoo menyarankan untuk mengisi 3 airbag dari 4 airbag yang dibutuhkan dengan air. Sedang tim dokter sibuk memeriksa pasien dan mengganti tanda yang terpsangan di tubuh mereka. Lalu Kim Ki Beom datang, memebrikan walkie-walkie pada seluruh tim dokter termasuk Dokter Mo untuk berkomunikasi di saluran 3. Saluran tim militer!

"Dari mana kau mendapatkan ini?" Dokter Mo
"Dokter asing itu yang memberikannya. Katanya ada beberapa orang yang harus di operasi karena daerah di dekat di desa di kesampingkan" Jawab Kim Gi Beom. Lalu terdengar suara panggilan dari walki-walki Dokter Mo yang ternyata adalah Daniel Spenser. Dokter ganteng sekaligus montir yang bikin admin kece gagal fokus ^^
"Dokter Kang... kau dengar aku" Daniel
"Daniel..."
"Tolong izinkan aku menggunakan ruang operasi. Aku ada pasien dengan pendarahan pasif. Mereka bilang aku tidak bisa menggunakan ruangan ini tanpa seizinmu"
"Kedengarannya cocok untuk litigasi medis. Apa dia bisa mendengarku?. Kenapa kau tidak membuka pintunya, apa kau ingin membuat surat perjanjian. Kita ini tidak di Seoul sekarang" bentak Dokter Mo pada anak buahnya. Lalu mereka pun membiarkan Daniel melakukan operasi.
"Dokter Kang... gomawoyo" Daniel masuk segera ke ruang operasi.
"Baiklah.... selamatkan dia" balas Dokter Mo.
"Aku mengirim Ye Hwa andai saja kau membutuhkan bantuan" tutup Daniel sambil berjalan ke ruang operasi
"Terima kasih, aku butuh banyak sekali bantuan"

Dan kapten Yoo ternyata mendengar percakapan itu. Ya iyalah... mereka kan ada di saluran yang sama. Tim medis juga menggunakan saluran tim militer supaya saling mudah ketika membutuhkan bantuan. Ahhh...

Satu lagi pasien ditemukan dalam keadaan parah. Kali ini adalah pasien Letnan Yoon. Ketika kondisi pasien semakin memburuk, lalu Dokter Mo datang. Meski sedikit berdebat, namun mereka akhirnya berkerja sama untuk menyelamatkan pasien.

"Kita kehabisan infus"
"Apa..." Letna Yoon panik. lalu datang Dokter Mo dan memberi infus
"Ini..."
"Tidak ada reaksi pupil. Beri dia 10ml adrenalin". perintah Letnan Yoon yang semakin panik. Lalu Dokter Mo langsung memukul dada atau lebih tepatnya di bagian jantung pasien dengan sangat keras berkali-kali. Dan syukurlah, detak jantungnya kembali normal
"Kita harus melakukan laparotomi. Kita harus membawanya ke medicube" Kata Letnan Yoon
"Ruang operasi penuh disana. Berapa waktu yang dia miliki" Dokter Mo
"Dibutuhkan watu 30 menit dengan helikopter. Tapi dia tidak punya waktu sebanyak itu"
"Berarti kita harus melakukannya disini. Apa kau sudah gila. Kau bahkan akan melakukan operasi tanpa CT Scan?"
"Cepat putuskan. Dia pasienmu" bentak Dokter Mo dan akhirnya Letnan Yoon setuju dengan dokter cantik itu untuk melakukan operasi disini.

Ditengah-tengah operasi, Sersan Seo mengalami kecelakaan, Letnan Yoon mengetahui itu dari walki-walki Kopral Kim Gi Beom yang terus berbunyi. Sementara dia terbaring di sebelah pasien Letnan yoon sebagai pendonor.

Meski sangat khawatir, namun Letnan Yoon berusaha profesional dan melajutkan tugasnya menyelamatkan sang pasien. Dan menytuh Kim Gi Beom tetap di temat karena dia ingin membantu Sersan Seo yang sangat baik padanya.

"Ini aku Sersan Mayor Seo Dae Young. Aku jatuh tepat diatas pasir. Jadi aku baik-baik saja". Letan Yoon dan Gi Beom pun merasa lega mendengar suara Sersan Seo.

Ditempat lain, Chi Hoon juga mengalami masalah dengan pasiennya. Dia menemukan seorang wanita berjilbab yang terluka parah namun tidak mau di suntuk anestesi. Setelah berdebat dan memaksa pasien dengan bahasa yang saling tidak di mengerti, akhir pasien perempuan itu menunjukkan hasil USG nya pada Chi Hoon. Rupanya dia tidak ma di suntuk karena sedang hamil. Dia rela kesakitan supaya anaknya selamat. Dan setelah operasi selesai, Chi Hoon yang baik hati mendengarkan sang cabang bayi musik klasik dengan ponselnya.
Kapten Yoo memberi penghormatan terakhir pada Tuan Ko, Manager kontruksi di pembangungan pembangkit tenaga listrik karena menjadi pasien yang harus di korbankan. Sementara Dokter MO masih sibuk di meja operasi menyelamatkan pria yang tertusuk balok di dadanya. Akhirnya keputusan pun di ambil, Tuan Ko juga mengikhlaskan jika dirinya harus mengalah demi pria itu. Sunggu pilihan yang tidak masuk akal bukan. NOnton drama ini, admin kece berasa ikutan perang juga cingu. Takut tapi seru, dan mendadak sok pinter pas nonton adegan operasi dokter-dokter kece di Descendants Of The Sun. Keren euy!

Bala bantuan datang, kepasa pasukan dari Taebaek mengirim tenaga bantuan untuk menggantikan tim Kapten Yoo yang sudah bekerja keras dan tanpa tidur sedetik pun. Mereka pun mengambil shif dan berganti tugas dengan pasukan yang baru datang.

Dalam perjalanan menuju barak militer, Sersan Seo dan Letnan Yoon saling mencuri pandang. Mereka pun hanya bisa bertatap diam-diam bak adegan klise yang sering di tampilkan oleh para second lead kita dalam drama. Kapel ini emang bener-bener bikin hati admin ngilu ya. Gemes liat mereka. Padahal udah cocok, tapi...... apa boleh buat, mereka sulit dapat lampu hijau :|

Dokter Mo mengingat kembali semua yang terjadi di daerah ini sebelum terjadi gempa. Sebelum banyak orang meninggal dan yang terluka. Setelah menyalakan lilin di tempat daftar korban, Dokter Mo berjalan terseok-seok meratapi semuanya. Lalu dia menangis begitu kencang. Kapten Yoo yang sedari tadi memperhatikan Dokter Mo hanya bisa memperhatikan nya dari jauh. Meski ingin segera menghampiri dan memluk pujaan hatinya itu, Kapten Yoo masih ragu karena penolakan oleh Dokter Mo.

"Halo kapt, apa kau butuh sesuatu?" tanya salah seorang sersan melihat Kapten Yoo yang hanya berdiri dan menatap ke arah Dokter Mo
"Aku hanya melihat-lihat. Kau bisa kembali ke pos jagamu"
"Tapi bahumu terluka"
"Benar, bisa kau periksa?"
"Baik Pak". "Bagaimana kau menahan rasa sakitnya. Kau sepertinya perlu jahitan" kata sersan itu yang kemudian datang Dokter Mo

"Aku akan panggil tim medis"
"Tidak, tidak apa. Aku akan pergi sendiri"
"Kemarilah" sahut Dokter Mo dari belakang Kapten Yoo
"Apa yang terjadi?" tanya Dokter Mo khawatir
"Aku menyelamatkan orang tidak hati-hati"
"Aku baik-baik saja" Dokter Mo
"Bagaimana bisa kau mendengarnya? Padahal aku bertanya pada diriku sendiri"
"Ya, aku mendengarnya dengan sangat keras dan jelas"
"Aku benar-benar ingin kau baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu. Apapun yang ku lakukan, aku tak bisa berhenti memikirkanmu"

Omooo..... so sweet banget ini ending. Tapi mulai deh, si writer-nim bikin kita kepo abis sama episode selanjutnya. Ahhh.... selalu ada kesempatan jika kita terus berusaha, bukan?? Seperti Kapten Yoo, yang tetap berusaha meski ditolak berkali-kali oleh Dokter Mo! Kapten..... semangat ^^.


BERSAMBUNG...
Continued On The Next Episode ^^ [Episode 8] ^^ Episode Sebelumnya [Episode 6] DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

2 komentar

wah aku belum pernah nonton ini film :')
penasaran

buruan gih... episode selanjutnya jg makin seru aja. Ditunggu share nya ya ^^

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon