February 22, 2016

Sinopsis Web Drama Choco Bank Episode 3 - Serangan Dal Su

DrameHouse.com - Adegan klise semacam tatapan diam-diam second lead yang tersakiti emang punya nilai tersendiri para penikmat drama Korea. Selain gak tega, para kdrama lovers juga kepo sendiri. Ya iyalah, secara drama nya nge-baper abis ^^.

Jika di drama Cheese In The Trap ada Baek In Ho-ssi yang selalu mengancam posisi Yoojung sebagai pacar Hong Seol, di web drama Choco Bank juga muncul pihak ketiga bernama Dang Sul. Brondong manis nya Choco ini merasa terancam karena noona yang ingin ia nikahi sejak lama tiba-tiba dekat dengan seorang pria tampan dan terpelajar. Dia adalah Kim Jong in alias Kai EXO.

[FLASHBACK]

"Aku mau ini" kata Jin Woo sambil menunjuk roti yang dia suka
"Roti telur kesukaan Jin Woo" kata ibunya. Sedangkan Dal Su hanya berdiri menatap Jin Woo yang bisa membeli roti apapun yang dia mau. Sambil memandang roti di etalase toko itu, Dal Su berkata pada dirinya sendiri.

 
[NARASI DAL SU]

"Sejak saat itu, aku ingin menjadi pemiliki toko roti. Supaya aku bisa makan roti yang aku mau sepuasnya" Lalu Choco datang dan memberinya permen.
"Hey, makan ini"
"Lalu setelah bertemu Mal Nyeon, aku punya mimpi yang baru. Aku ingin menikahi pemiliki cafe cokelat. Itu karena mimpi Mal Nyeon adalah ingin menjadi pemilik cafe cokelat"

Tapi...... Dal Su teringat kalau didekat Mal Nyeon nya sekarang ada pria lain. Dia adalah Kim Eun Haeng.


Sinopsis Web Drama Choco Bank Episode 3 - Serangan Dal Su :

"Noona, aku ingin bekerja di cafe noona"
"Apa??"
"Sampai aku mendapat pekerjaan, aku akan tinggal disini. Noona akan memberiku makan"
"Apa kau sudah gila. Kenapa kau mau makan dan tidur di rumahku? Mumpung aku masih baik cepat pulang sana"
"Kenapa kau berubah jadi jutek padaku?"
. Ketika mereka sedang berdebat. Ada seorang ahjumma datang untuk memesan kue dan minuman rendah kalori.

"Beri aku minuman rendah kalori dan satu kue"
"Baik"
"Apa kau pekerja paruh waktu? Kau cute, berapa usiamu?"
ahjumma itu bertanya pada Dal Su
"Aku?? aku 5 tahun lebih muda dari noonim" jawab Dal Su sambil menggoda ahjumma yang lebih tua dari ibunya itu
"Kau berumur 35 tahun??? Ahhh, kau terlihat seperti 20-an" Ahjumma itu kaget
"Apa??? astaga, berarti usia noonim 40 tahun. Noonim masih terlihat seperti umur 29 tahun" Modus Dal Su untuk mengambil hati ahjumma supaya membuat banyak pesanan di cafe Choco
"Ahhh,,,, apa yang kau katakan" Ahjumma itu tertawa ke-GR-an sambil meminta daftar menu di cafe Choco
 
Dal Su menemani ahjumma tadi mengobrol sambil makan siang dengan para teman seusianya. *mirip brondong tante-tante nih si Dal Su ^^ Dal Su yang konyol juga menggoda ahjumma tadi dengan gombalannnya.
"Noonim, ada sesuatu di wajahmu" Goda Dal Su sambil meraba pipi ahjumma yang kebingungan mencari kaca di dalam tas nya
"Apa?? dimana?"
"Sesuatu itu adalah kecantikanmu". sontak para ladies berusia 40-an itu langsung tertawa lebar karena candaan Dal Su. Dan Eun Haeng yang melihat tingkah Dal Su merasa geli. Lalu kemudian Eun Haeng juga bertingkah seperti Dal Su dengan menjadi konsultan keuangan para ahjumma itu

"Bukankah itu menakjubkan?" tanya Choco
"Senyummu terlalu lebar, bos Byun Mal Nyeon!" jawab Eun Haeng sinis
"Dia melakukan sesuatu yang cute"
"Tapi apa hubungan kalian berdua?"
tanya Eun Haeng
"Dia adik dari kampung halamanku. Rumah Dal Su disebelah kios nenek ku". "Dia anak tunggal, dari kecil dia terus mengikutiku". "Tapi kenapa kau bertanya soal itu?" balas Choco
"Tidak, aku hanya...." jawab Eun Haeng. "Heh, apa kau berpikir akan membiarkannya terus bekerja disini?"
"Tentu, aku harus memakai apron 3 kali dari biasanya"
"Lihatlah itu, dia bercanda dengan para wanita yanglebih tua dari ibunya". "Ada apa dengannya?"
"Kenapa, itu lucu. Seperti hubungan kasih sayang ibu dan anak"
Choco membela Dal Su
"Apanya yang lucu, itu menodai kebanggan pria". "Aku takkan melakukan bisnis berisik ini untuk selamanya"

Sesaat kemudian.....

"Benarkah kau bisa menggunakan ponsel untuk mengajukan tabungan?" tanya ahjumma tadi pada Eun Haeng. Sekarang giliran pengangguran ini yang mencari perhatian
"Ya bibi. Mulai sekarang, Anda tidak perlu ke bank. Hanya dengan satu sentuhan, Anda dapat mengajukannya"
"Lihatklah noona, apa yang dia lakukan" Dal Su juga bertingkah seperti Eun Haeng dan berusaha menghasut Choco
"Kenapa? Dia cerdas dan keren"
"Apaaa? Bukankah kau pernah bilang kau benci pada pria culun yang hanya tahu tentang belajar?" Dal Su mulai merasa terancam
"Maksudku, aku benci pria yang hanya belajar, bukan yang rajin belajar" sahut Choco sambil memukul kepala Dal Su. "Pergilah sana, pisahkan sampah dan masukkan pada tempatnya"
Dal Su menemukan surat lamaran pekerjaan Eun Haeng yang tadi dibuang ke tampat sampah. Lalu merasa punya cara untuk menjatuhkan Eun Haeng. Dal Su menunjukkan surat lamaran itu pada para ahjumma yang sedang asyik ngobrol cantik bareng Eun Haeng soal masalah keuangan mereka.

"Ah, tak ada yang menyangka kau mengetahui hal tentang finansial". "Ketika berkumpul disini saat makan siang. Kita menerima konsultasi keuangan. Sempurna sekali. Aku akan sering mengunjungimu" kata ahjumma itu sambil menepuk bahu Eun Haeng.
"Tapi, apakau kau sudah menikah" Tanya ahjumma lainnya
"Ah, saya belum menikah" jawab Eun Haeng malu
"Apa, kau akan menjadikannya menantu" celoteh ahjumma pertama. Lalu Dal Su datang dengan membawa CV Eun Haeng yang ditemukan di tempat sampah tadi.
"Hei, Tuan pengangguran. Apa kau sadar. Kau sudah menganggur selama 5 tahun. Bahkan tidak ada bank yang cocok denganmu"
"Apa... dia pengangguran"
bisik para ahjumma
"Hei Dal Su, apa yang kau lakukan" Choco menarik tangan Dal Su.

 
Eun Haeng yang merasa malu lantas pergi begitu saja. Choco berusaha mengejar nya, namun Choco hampir saja tertabrak mobil karena berlari dan memanggil Eun Haeng yang akan naik taksi.

"Kim Eun Haeng. Tunggu!"
"Hei, kau sudah gila" teriak supir mobil yang hampir menabrak Choco. Lalu Eun Haeng datang
"Kau kepala batu sekali, apa kau tak takut??" Eun Haeng langsung meraih tangan Choco karena khawatir sesuatu terjadi padanya

"Apa kau makan sebanyak ini setelah hampir tertabrak mobil?"
"Karena aku hampir mati, maka aku harus makan dengan baik. Aku tidak tahu kapan hal itu akan terjadi"
"Tapi kenapa kau ingin mendapat pekerjaan? Dari pada menjadi karyawan, kau lebih cocok berbisnis"
"Aku juga ingin melakukannya"
"Tapi haruskah aku melakukan apapun yang aku inginkan? Aku harus menilai situasi dulu"
"Kenapa, memangnya ada yang akan membunuh mu jika kau berbisnis"
"Kenapa kau berpikir ekstrim seperti itu? Meski tidak sampai membunuhku, ibuku benar-benar akan menentang hal itu"

"Ibumu, kenapa dengan ibumu?"
"Ayahku bangkrut ketika melakukan bisnis retail. Dan penyakitnya semakin parah sampai akhirnya dia meninggal. Dalam proses untuk memahami segala hal, aku jadi tahu pentingnya mengelola uang. Setelah ayahku meninggal, ibuku ingin aku mencari pekerjaan yang aman. Meskipun di ancam dengan pisau di leherku, aku tidak akan berbisnis"

"Lalu apa yang akan kau lakukan"
"Sudah kubilang aku akan mulai berbisnis"
"Baiklah. Lakukan saja"
"Apa kau tidak dengar yang ku ceritakan barusan. Ibuku akan menentangnya". "Aku harus mengabdikan diriku untuk melunasi hutang ayahku.Dan untuk membuat ibuku bahagia. Aku harus mendapat pekerjaan"
"Hei, lihatlah. Bisakah kau mengisi gelas ini dengan botol soju yang kosong?"
"Kau sudah mabuk. Ayo pulang".

"Tidak! Dengar.... Untuk mengisi gelas ini, botol soju harus diisi dengan alkohol. Berapa kalipun kau menuangkannya, gelas ini tidak akan terisi.". "Kau juga harus bahagia agar ibumu juga bahagia, bodoh!" celoteh Choco menasehati Eun Haeng meski sedikit mabuk "Aku akan membiarkannya terjadi"
"Apa??"
eun haeng
"Aku akan membuatmu bahagia. Aku akan membuatmu sangat bahagia hingga kau bisa membuat ibumu juga bahagia. Sangat bahagia!"
"Kenapa kau harus melakukannya. Kenapa kau mau melakukannya untukku"
tanya eun haeng penasaran
"Ada yang harus ku beritahu. Sebenarnya sejak awal......" belum selesai bicara, Dal Su malah menyambar Punggung Eun Haeng sambil berteriak "Hyung... hyung...."


Di cafe, Dal Su terus menunggu Choco dan Eun Haeng pulang. Dia juga gelisah takut noona nya dibawah kabur sang pengangguran karena tak satupun pesannya dibalas. Karena merasa bosan menunggu, Dal Su membaca kembali lamaran EUn Haeng yang dia temukan tadi.

Merasa bersalah dan salah paham, akhirnya Dal Su berlari dan mencari Eun Haeng. Dia melihat Eun Haeng dan Choco di sebuah tenda di pinggir jalan. Lalu Dal Su memeuluk Eun Haeng dan memanggilnya Hyung sambil meminta maaf.

"Hyung... hyung...." sambil lompat dan memeluk Eun Haeng dari belakang
"Kenapa anak ini. Apa yang kau lakukan?" Eun Haeng syok
"Aku bersalah, maafkan aku hyung"
"kenapa kau tiba-tiba begini?? Kau tak mau melepaskan aku?" Eun Haeng mulai risih, hahahahaha
"Dan juga kenapa kau memanggilku Hyung" lanjut Eun Haeng
"Maafkan aku hyung. Menurutku kau sangat tampan dan cerdas". "Aku pasti sudah keterlaluan. Ayo kita mulai dari awal lagi"
"Saat itu aku bahkan tidak tahu. Aku sedang berbagi kebahagiaan yang berlimpah"
kata Choco dalam hatinya sambil menyaksikan kemesraan Eun Haeng dan Dal Su.

BERSAMBUNG......
Continued On The Next Episode ^^ Episode 4 ^^ (Episode Sebelumnya 'Episode 2' DISINI)

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon