February 26, 2016

Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 2 - I Can See You Again

DrameHouse.com - Anyeonghaseo cingudeul..... kenapa ya admin kece mendadak seperti 'falling in love' gitu. Maybe karena Kapten Yoo Shi Jin yang ganteng dan keren itu singgah di kehidupan admin kali ya.... Ahhhhh berasa jadi Kang Mo Yeon dah kalo begini. Dari pada makin ngawur dan ngelantur, baca Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 2 - I Can See You Again bareng admin kece aja yuk. Hayuuuk ^^


Setelah PDKT sukses di episode 1 kemarin, Shi Jin kembali melakukan genjatan senjata untuk mendekati dokter cantik Mo Yeon. Berkat wajah tampannya, Kapten ini pun berhasil menaklukkan hati sang dokter yang sudah berpengalaman di meja operasi.

Setelah perpisahan mengharukan di atas atap RS. Haesung. Shi Jin datang untuk memenuhi janjinya. Tanpa memberi tahu Mo Yeon terlebih dulu, Shi Jin menunggu dan berdiri bersandar di mobilnya di depan RS. Mo Yeon yang tidak mengetahui hal itu, merasa kaget dan malu karena sebelumnya dia terlihat berantakan dan belum mandi setelah berjam-jam di ruang operasi.

"Oh.." Mo Yeon langsung menutup wajahnya dengan dua tangan karena malu wajahnya berantakan
"Bagaimana kabarmu?" tanya Shi Jin sambil berjalan mendekati Mo Yeon
"Kenapa kau datang kesini cepat sekali. Aku masih punya waktu 2 jam."
"Aku datang lebih cepat. Rasanya luar biasa, memiliki seseorang yang ditunggu"
kata Shi Jin sambil menyondongkan wajahnya ke depat wajah Mo Yeon. "Tapi kenapa kau menutup wajahmu?"
"Karena aku tidak percaya diri. Aku bahkan belum mandi"
"Kau cantik sekarang?" puji Shi Jin pada Mo Yeon
"Benarkah??? apa karena aku cantik dari dalam?"
"Hemmm..."
angguk Shi Jin menenangkan dengan senyum creamy nya
"Jadi aku tidak perlu mandi?"
"Masuklah, aku antar pulang" kata Shi Jin
"Itu artinya kau menyuruhku untuk mandi" Mo Yeon jalan sambil cemberut

Di rumah Mo Yeon, sang kapten dan si dokter terlihat begitu akrab. Padahal mereka baru beberapa kali bertemu. dan lagi, senyum manis sang kapten mengubah segalanya ^^.

"Aku hanya akan keramas. Jadi tidak akan lama. Ah iya, aku benar-benar lapar. Apa bisa kita memesan makanan disini saja?" tanya Mo Yeon pada Shi Jin
"Aku ingin mentraktirmu makanan yang lezat. Apa tak apa memesan delivery order?"
"Gwaenchana.... pesanlah, aku ada beberapa brosur di kulkas. Aku akan mandi dulu"

Shi Jin berjalan perlahan mencari brosur yang di maksud Mo Yeon, ketika sudah menemukan brosur nya, Shi Jin langsung memesan dan meminta makanannya dikirim ke alamat Mo Yeon. Dan ketika akan meletakkan brosur itu lagi, Shi Jin melihat pemberitahuan pemberhentian listrik di kulkas. Sedangkan Mo Yeon kalang kabut karena banyak shampoo di rambutnya tapi airnya keburu mati.

"Aku merasa segar, apa sudah pesan makanannya? Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Rambutmu, apa kau sudah keramas? Dikatakan disini aliran airnya akan mati setelah pukul 4 sore" kata Shi Jin sambil menyodorkan kertas pemberhentian aliran air yang ia temukan tadi. Merasa sangat malu, Mo Yeon langsung membuka kulkas dan mengambil air dalam botol dan membawanya ke kamar mandi. Shi Jin yang melihat Mo Yeon malu sengaja menggodanya

"Airnya sangat dingin, haruskah aku mendidihkannya untukmu?" goda Shi Jin yang melihat Mo Yeon lari ke kamar mandi sambil membawa dua botol air dingin

Setelah insiden air mati dan keramas beres, mereka lanjut makan bersama. Lalu Shi Jin bertanya pada Mo Yeon
"Apa kau memikirkan aku?"
'Tentu. Bagaimana denganmu?" jawab Mo Yeon ceplas ceplos sambil menyalakan lilin supaya suasana jadi makin romantis. Mungkin gini ya dinner ala-ala prajurit perang dan dokter ahli bedah ya ^^
"Aku selalu memikirkanmu. Seperti pria dewasa". Mendengar jawaban Shi Jin, Mo Yeon hanya bisa membalas dengan senyuman kecil yang manis.

Mereka melanjutkan kencan dengan pergi menonton. Tapi apa cingu tahu, betapa menderitanya hati Mo Yeon. Si dokter cantik ini harus rela lagi, iya lagi... ditinggal pergi Shi Jin yang mendadak menerima telpon dan pergi bertugas.

"Ini adalah bagian menarik dalam bioskop. Karena ini adalah waktu sebelum lampunya dimatikan"
"Ini adalah hal paling menarik dalam hidupku. Bersama wanita cantik dan lampunya akan segera mati"
. Ahhh, kapten nge-gombal nih ^^
"Maksutmua wanita tua?"
"Ahh, aku pasti salah orang karena lampunya sangat redup" Shi Jin menggoda Mo Yeon lagi

Meski awalnya Shi Jin ragu untuk mengangkat telpon dari atasannya, karena khawatir Mo Yeon tersinggung dan kencan nya rusak. Tapi apa boleh buat!

"Ada apa?"
"Sepertinya aku harus pergi"
"sekarang?"
"Ya! Maafkan aku"
"Apa aku ditinggal lagi?"
"Maafkan aku. Mari kita tonton film ini lain kali bersama"
"Tidak apa, kau pergi saja, aku menonton sendiri"
"Jangan begitu, kita bisa nonton lagi lain kali"
"Pergilah! aku baik-baik saja"
"Baiklah! Aku akan menelponmu nanti"

Sesaat kemudian, Mo Yeon juga menerima telpon dari rekannya di RS. Lalu dia berlari menuju RS dan segera menemui dokter kepala. Ternyata, Mo Yeon tidak lulus seleksi professor. Malah Eun Ji yang lolos. Jangankan pegang pisau bedah, melakukan operasi saja tidak bisa, Eun Ji menang karena orangtuanya memiliki separuh saham RS. Haesung.

"Profesor, kau bilang itu aku. Ini bahkan sudah ketiga kalianya. Yang pertama kau bilang aku masih terlalu mua. Kedua, kau membiaarkan semua orang yang membantu penelitianmu lulus. Dan sekarang...." Mo Yeon marah dan menemui kepala dokter di ruangannya. Lalu Eun Ji datang. Dengan sombongngnya, dia menyerahkan tugas nya pada Mo Yeon karena ingin merayakan pangkat barunya sebagai seorang professor.

"Oh Profesor Kim. Berikan instruksi pada Mo Yeon untuk penyiaran besok. Dan segera ke ruangan Profesor Park. Kita berangkat bersama" kata dokter kepala pada Kim Eun Ji sambil mengambil jaznya lalu pergi.
"Hei.... kau harus menggantikan aku siaran besok. Para profesor ingin makan malan denganku.
"Kau ingin aku menggantikanmu?"
"Tentu saja. Aku profesor sekarang. Kau harus menuruti perintahku"
"Bagaimana jika aku tidak mau"
"Kalau kau tidak mau, kita bisa lihat apa yang akan terjadi"
"Sialan" teriak Mo Yeon pada Eun Ji
"Apa?" Eun Ji mulai memanaskan suasana dan menjambak rambut Mo Yeon. Dan dokter Mo Yeon berada pada puncak emosinya. Merasa sangat kesal dan mengalami ketidakadilan karena dia tidak memiliki koneksi dalam kompetisi profesir itu, lalu membalas menjambak rambut Eun Ji, si profesor baru yang tidak bisa apa-apa.
Sinopsis Descendants Of The Sun Episode 2 - I Can See You Again

Dilorong rumah sakit, Mo Yeon nangi sesenggukan sambil menghafal naskah untuk siaran besok. Tangisnya semakin pecah ketika dia mengingat semua yang terjadi malam ini. Di begitu marah pada dirinya sendiri yang gagal ujian profesor. Dan benci karena dokter yang tidak bisa apa-apa seperti Eun Ji malah berhasil lolos hanya karena ayahnya memiliki separuh saham dari rumah sakit Haesung.

BERSAMBUNG....
Continued On The Next Episode ^^ [Episode 3] ^^ Episode sebelumnya [Episode 1] DISINI

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon