February 19, 2016

Sinopsis Cheese In The Trap Episode 12 - Habis Gelap Terbitlah Terang

DrameHouse.com - Ahhh.... drama keren emang selalu di nanti ya cingu. Dan CITT selalu jadi serial drama Senin dan Selasa yang paling di nanti. Bukan hanya chemistry pemainnya yang apik. Storyteller nya pun bikin mabuk kepayang. Kisah Yoo Jung di masa lalu, perasaan terpendam In Ho untuk Seol, bahkan si kunyuk Oh Young Gon yang menderita. Semua di bungkus jadi satu. Komplit dengan rasa haru, tawa juga canda para first and second lead nya ^^ *bikin mewek :(

Episode yang penuh keharuan, kebaperan, kegalauan dan kegagalan move on para penontonnya ini di jamin bikin cingu susah tidur! #tisu mana tisu


Scene pertama episode 12 dibuka oleh pertemuan In Ho dan Prof Myung Shin. Prof Myung meminta In Ho bertemu karena ingin In Ho mengikuti kompetisi Concours tingkat nasional. Tentu, semua itu atas saran Prof Noh.

"Anda ini kenapa?? Tadi mentraktir makan. Sekarang membelikan kopi"
"Makanan di kantin tadi enak kok"
"Ada yang ingin Anda katakan?"
"Mau ikut piano Concours" tawar sang profesor. Setelah sedikit mengelak dan berpikir, akhirnya...
"Mau atau tidak" tanya Prof
"Aku harus melakukannya. Aku bahkan merasa sangat bersyukur saat ini" jawab In Ho yakin!

[FLASHBACK]

"Sepertinya In Ho sudah bisa meredam emosinya" kata Prof Myung pada Prof Noh. "Aku bisa melihat keunikan dari dirinya"
"beri dia sebuah tujuan" kata Prof Noh
"Bulan depan ada piano Concour tingkat nasional. Bagaimana kalau itu saja?". "Dengan kemapuan In Ho selama satu bulan.... aku rasa bisa"

Di lab komputer kampus, Young Gon lagi-lagi tertangkap basah. Sang Chul melihat ada banyak sekali foto dan video Young Gon di situs kampus. Eun Taek sedang merekam yang di lakukan Young Gon dengan ponsel nya secara diam-diam. Sang Chul yang melihat Eun Taek di bawah meja komputer di sebelahnya kaget. Lalu Eun Taek meminta Sang Chul sunbae untuk tidak berisik.


Seol pulang dengan gelisah. Keakrabannya dengan In Ho menyisakan kecemburuan di hati sunbae.
"Harusnya aku bilang lebih awal. Tapi bagaimana bisa. Kita kan tidak saling bertemu.Baru baikan sudah bertengkar lagi" gerutu Seol selagi berjalan menuju rumah
"Keluarlah. Kalau tidak aku akan lapor polisi. Kalau tidak keluar, pergilah" teriak Seol yang sadar telah di ikuti oleh seseorang.

Ternyata yang mengikuti Seol adalah Young Gon. Si kunyuk ini meminta Seol untuk menyuruh teman-teman nya berhenti merekam dan menghapus semua postingan foto tentang dirinya di situs kampus.
"Seol, aku memang salah. Yang ku lakukan selama ini memang salah. Aku tidak akan mengganggumu lagi" pinta Young Gon sambil berlutut di hadapan Seol
"Kalau perlu aku akan membuat surat perjanjian untuk tidak menemui mu lagi. Tolong suruh teman-temanmu berhenti"
"Apa".."
"Kau tidak pernah sekali mempertimbangkanku. Memangnya apa yang hebat dari Yoojung. Dia yang membuatku terlihat buruk. Lalu mencurimu diam-diam dariku" Oh Young Gon mulai gila. Emosi nya semakin gak karuan setelah tahu kalau Seol lah yang memposting semua foto dan video yang di rekam Eun Taek ketika Young Gon selalu mengikutinya
"Jadi, jadi kau yang mempermainkanku" Young Gon berkaca-kaca
"Aku sudah memperingatkanmu"
"Tamat riwayatmu". Lalu Seol kabur setelah menyemprotkan cairan ke mata Young Gon. Mungkin itu senjata yang di beri In Ho waktu itu. *Ahhh... In Ho mah baiknya kebangetan. Nanti juga Seol kembali sama Yoojung #poorInHo
Ternyata cingu, Baek In Ha dan Yoojung sudah bikin perjanjian. In Ha sementara akan jadi detektif yang  selalu memata-matai Seol. Terutama jika Young Gon berulah. Makanya, di episode 11 kemarin, In Ha datang ke kampus dan mengaku sebagai pacar Young Gon. Itu Supaya Seol tidak cemburu lagi pada In Ha dan Yoojung. Setelah berhasil merekam kelakuan Young Gon pada Seol. In Ha segera mengirim semua video pada Yoojung. Pasti ada imbalannya dong. Tentu! Yoojung berjanji akan mengembalikan kartu kredit In Ha. Dan si wanita seksi yang tingginya kaya jerapah (kata Eun Taek di episode 11) langsung mengambil kesempatan dan shopping sepuasnya.

"Kunyuk ini mengikuti pacarmu ke rumahnya. Sudah kurekam semuanya" tulis pesan In Ha untuk sunbae
"Rekamannya kau simpan, kan?? kirimkan semua padaku" balas Yoojung setelah melihat video yang dikirim In Ha


[FLASHBACK]

Eun Taek : Noona, kau yakin tidak apa-apa?
Bo Ra : Hong, kita batalkan saja. Aku takut
Seol : Tidak apa-apa. Kita lakukan saja. Aku sudah tidak tahan
Seol terus berlari dengan kencang, hingga akhirnya tiba didepan restoran. Ternyata ayah Seol masih disana. Dia melihat putrinya sedang dikejar seorang pria. Sekarang giliran Young yang di kejar ayah Seol.

"Appaaa....." Seol
"Hei, sadang apa kau. Kenapa mengejar putrku? Siapa kau?" teriak ayah Seolpada Young Gon
"Ah tidak. BUkan siapa-siapa. Aku hanya teman Seol. Permisi" Young Gon langsung lari karena ketakutan
"Kau tidak apa-apa?? Apa ada yang terluka?" tanya ayah Seol yang berhenti mengejar Young Gon karena pinggang nya encok
"Ayah, sandal ayah" Seol langsung membawa ayahnya masuk karena refleks mengejar Young Gon tanpa memakai alas kaki.

Esok harinya, Young datang ke kampus seperti manusia tak berdosa. Dia membujuk para sunbae untuk makan daging. Dan seperti biasa, uang menyelesaikan segalanya. Itulah andalah Young Gon. Ketika sedang asyik makan, Eun Taek mengirim pesan pada salah satu sunbae dan memberi tahu bahwa ada foto Young Gon di situs kampus.


"Young Gon sunbae, ada fotomu di situs kampus. Ada foto Do Hyun sunbae juga. Sang Chul sunbae juga ada"
Merasa terpojok karena postingannya di situs palsu diposting ulang di situs kampus. Young Gon frustasi. Dia lari keluar tanpa memghiraukan para sunbae yang tadi nya ingin di traktir makan Gakbistal.
"Hong Seol.... Hong Seol sialan. Dia mengambilnya dari situs itu dan menaruh di situs kampus" teriak Oh Young Gon yang nyaris seperti orang gila. Semua orang yang melewati jalan itu terus memandang Oh Young Gon. Young Gon langsung mengambil ponselnya dan ingin menghubungi Seol. Namun pesan In Ha lebih dulu masuk
"Hei, aku tahu kau melakukan hal menarik pada Seol kemarin"
"Yoojung kan yang menyuruhmu. Kalian bekerja sama untuk menghancurkan aku". "Kau, Yoojung, Seol dan dan kunyuk itu. Akan ku tuntut kalian. Aku tidak terima"
"Penguntitan, penyerangan, penghinaan. Apa kau sudah siap dengan semua itu?" ancan In Ha kemudian mengirim semua foto Young Gon yang ia dapat selama menjadi detektif nya Yoojung

 
Yoojung pun ikut membombardir Young Gon dengan pesan sebagai tanda kehancurannya.
"Kau banyak bicara. Padahal kau tidak tahu kepalsuanku"
"Ku kembalikan lagi kata-kata itu padamu"
Young Gon yang semakin merah mendadak berubah jadi monster. Bahkan si psikopat ini juga mengamuk pada semua orang yang lewat di jalan itu. Young Gon kena batunya. Yoojung benar-benar balas dendam karena perbuatan Young Gon yang menuduh Yoojung 'palsu' waktu bermain basket tahun lalu.

"Halo, apa ini Yoojung" Young Gon mencoba menelpon nomor Baek In Ha. Ternyata ponsel itu ada pada Yoojung
"Apa masih penting. Sebaiknya jangan cari gara-gara lagi mulai saat ini. Karena ini adalah peringatan terakhir" ancam Yoojung serius 
"Dimana kau. Tunjukkan dirimu. Keluar kau" terika Young Gon di ponsel nya
"Akan lebih baik jika kau tak muncul lagi di depanku!" Yoojung langsung menutup teleponnya dan membuang kartu yang di pakai In Ha selama menjadi detektif.

TAMAT sudah riwayat Oh Young Gon. Sekali lagi sunbae menyelesaikan masalah tanpa banyak bicara. Ini juga membuktikan betapa keras nya seorang Yoojung sunbae. Tabiatnya yang kasar dan mungkin bisa dibilang kejam memang tanmpak nyata ketika membereskan Oh Young Gon. Meski begitu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika Seol mengetahui semuanya.

 
Seol masih penasaran, siapa yang membuat postingan baru di situs kampus. Padahal postingannya tentang Oh Young Gon sudah di hapus. Lalu dengan mulut gemetar, Eun Taek mengaku kalau dirinya yang membuat postingan itu.

"Orang itu adalah.... Baiklah! aku orangnya" aku Eun Taek. "Apa aku salah. Aku pikir ini hal benar"
"Apa benar ini ulahmu. Bagaimana kalau di tuntut. Seol sudah melarang mu kan" tatap Bo Ra
"Hong noona dalam masalah semalam. Karena itu aku melakukannya' Bela Eun Taek
"Noona... sebenarnya yang kulakukan ini. Sunbae... Yoojung sunbae yang membantuku" lanjut Eun Taek

"Apa..." Seol 
"Apa.... apa yang sebenarnya terjadi" Bo Ra juga tak kalah kaget dari Seol
"Sejak ujian semester lalu. Aku beritahu semua tentang Young Gon pada Yoojung sunbae". "Aku berikan semua foto dan video padanya. Dia juga menyuruhku posting di situs kampus"
"Sunbae tahu semuanya" (dalam hati Seol)
"Kenapa baru cerita sekarang" bentak Bo Ra
"Karena Yoojung sunbae menunggu Hong noona memberitahunya" jelas Eun Taek

Merasa sangat marah juga takut. Seol memutuskan untuk menemui sunbae. Sayangnya hubungan dan emosi mereka sedang tidak baik. Itu sebabnya Yoojung menghindar dan mendadak bersikap dingin pada Seol. Padahal mereka saling merindu dan mungkin... sama-sama kesepiannya sekarang.


Baek In Ha tak sengaja bertemu In Ho di depan rumah. Adiknya itu sudah curiga, dari mana sang kakak mendapat uang dan belanja sebanyak itu.

"Apa ini semua. Dari mana kau dapat uang"
"Oh ini....dikasih Jung"
"Yoojung?"
 "Ahhh.... harusnya aku cari tempat dan pergi dari sini. Mentang-mentang serumah, jadi kau mau tahu semuanya" In Ha sewot
"Kenapa dia berikan semua ini padamu" In Ho memulai introgasinya pada sang kakak
"Kau takkan mengerti" 
"Sudah katakan saja" desak In Ho
"Aku membuat perjanjian dengan Jung. Aku berhasil menyingkirkan kunyuk itu. Dan kartu kredit ku hidup lagi. Makanya aku belanja semua ini"
"Apa??? jadi dia yang membuat kunyuk itu mendekat. Dan dia juga yang ingin menyingkirkannya. Itu artinya dia cuma main-main. Dia mempermainkan Hong?" baek In Ho marah besar. Mungkin kalau bisa dilihat dengan teropong. Air yang ada dalam hatinya sudah mendidih sangking panasnya.
"Silahkan tanya sendiri pada Jung" ejek In Ha dan pergi membawa barang belanjaannya ke kamar

Seperti akan sidang paripurna, Yoojung dan Seol duduk dengan tegang. Jelas akan ada perang dunia kedua setelah ini. Entah Yoojung yang akan marah, atau Seol yang pasrah. Tapi kedua anak manusia ini sedang memikirkan perkataan paling tepat untuk saling di ucapkan.

"Kenapa sunbae kemarin pergi begitu saja. Sunbae juga tidak mengangkat telponku". "Karena aku dekat dengan Baek In Ho??"
"Bukan. Aku sibuk" jawab Yoojung singkat
"Baek In Ho dan aku.... jujur saja kami semakin dekat. Dia banyak membantuku. Jadi aku ingin membantunya". "Aku ingin membantunya bermain piano. Aku juga ingin membantunya ujian kejar paket". "Hanya sebatas itu hubungan kami". Bisa di bayangkan bagaimana reaksi Yoojung yang berkali-kali menelan ludah. Sudah pasti sunbae sangat marah karena Seol bilang semakin dekat dengan In Ho. Maka karena itu sunbae menolak membicarakan Oh Young Gon

"Lalu untuk masalah Oh Young Gon. Sunbae sudah mendengar semuanya dari Eun Taek. Sunbae bahkan sudah tahu kemarin dia datang ke rumah"
"iya..". "Aku kira kau tak ingin membicarakannya. Jadi aku diam saja"
"Aku minta maaf karena tidak memberitahumu. Aku tidak nyaman mengatakan semua itu pada sunbae"
"Semua ini sudah berakhir. Tak usah kita bicarakan lagi"
"Tidak" bantah Seol "Ini belum berakhir. Saat ini aku mencoba dengan sekuat tenaga mengatakan semuanya". "Sekarang aku ingin dengar jawaban sunbae'
"Tentang apa?"
"Jawaban yang jujur"
"Kau merasa aku menyembunyikan sesuatu?"
"Selalu ada jawaban yang sunbae berikan. Tapi bukan jawaban seperti itu yang kumau" Seol mulai merasa sedih. Mata nya pun berkaca-kaca

"Lalu apa, kau ingin aku jawab apa?"
"Jangan bicarakan Oh Young Gon lagi" Yoojung berusaha menghindar dengan mengantar Seol pulang.
"Semua ini bukan tentang Oh Young Gon. Ini tentang sunbae". "Jangan menghindar lagi"."Seol, aku mengirim pesan itu pada Oh Young Gon karena aku membencimu". "Aku tak mengangkat telponmu bukan karena sibuk". "Aku menghindarimu karena marah tentang Baek In Ho"."Aku ingin jawaban seperti itu" Seol berusaha tetap ingin bicara dan menarik tangan Yoojung. Namun sunbae yang keras kepala malah tak menghiraukan Seol dan terus berjalan ke arah pintu untuk mengantar Seol pulang.

"Kenapa kau ingin jawaban seperti itu"
"Berulang kali aku katakan, aku ingin sunbae jujur padaku. Setiap kau tak jujur. Aku marah dan kecewa. Aku pikir itu semua salah sunbae. Tapi aku sadar. Aku tidak pernah mengatakan perasaanku tapi menuntut sunbae mengatakan perasaan sunbae. Aku takkan begitu lagi. Aku juga mau sunbae begitu". "Jangan sembunyikan apapun. Aku ingin tahu sunbae yang sesungguhnya"
"Aku tak mengerti yang kau katakan". "Ayo aku antar pulang" Yoojung yang sebenarnya marah juga rindu pada Seol tetap tidak membuka mulutnya. Mungkin ini tabiat yang selama ini dia sembunyikan. Tapi Yoojung tetaplah Yoojung. Sekuat apa emosinya, tetap saja dia jiwa yang kesepian!

Sealama perjalanan pulang pun, Seol dan Yoojung hanya diam seribu bahasa. Mereka benar-benar bertengkar sekarang. Hingga sampai di rumah Seol pun, mereka tetap diam. Namun ketika akan keluar dari mobil, Yoojung menarik tangan Seol.

"Terima kasih telah mengantarku" singkat Seol dengan wajah tanpa ekspresi
"Seol.."
"aku pergi". Sunbae berusaha ingin mengejar Seol tapi batal karena ponselnya berbunyi. Ternyata ada pesan dari In Ho. Second lead kita ini ingin bertemu dengan Yoojung dan menyelesaikan semua masalah hati di antara mereka. Termasuk pengungkapan perasaan In Ho terhadap Seol pada Yoojung. Ottoki.... mereka mau bertengkar?? Ahhh.... bagaimana nanti kalau wajah sunbae yang perfect tergores tangan In Ho. Dan In Ho yang manis. Bagaimana kalau wajahnya luka dan berubah jadi jelek ^^ *LOL

[FLASHBACK]

Mungkin karena The End is Near, makanya banyak kata kunci atau kejadian misteri yang dikuak setajam silet disini. Mulai dari masa lalu Yoojung, masalah antara Yoojung dan duo Baek (Baek In Ho & Baek In Ha) juga siapa Yoojung sebenarnya.

Alkisah.....
Pada masa putih abu-abu, bahkan sejak kecil. Yoojung telah tumbuh bersama dengan In Ho dan In Ha. Mereka bahkan seperti saudara. Hingga ada seorang teman yang iri pada In Ho dan ingin menjadi teman Yoojung juga. Dia adalah Park Yong Soo.

"Hai jung, kau mau ikut bersama kami?" tanya teman SMA Yoojung. "Aku sudah sediakan wanita cantik untukmu"
"Ah....." Yoojung hanya diam tanpa ekspresi seperti biasanya
"Jangan lupa. Kutunggu kau nanti jam 8 malam. Nama tempatnya 'Remember'"
"Yoo Jung, kau mau pergi bersama mereka?" tanya Yong Soo yang kebetulan mendengar percakapan Yoojung dengan teman-temannya tadi
"Kemana..?" Yoojung
"Remember, bukannya itu tempat berbahaya?"
"Mereka tidak buruk kalau kau sudah mengenalnya. Kau juga mau ikut?"
"Aku, bersamamu??? Baiklah. Aku ikut". Lalu dari belakang Baek In Ho bergabung
"Kenapa kau tidak latihan saja dari pada pergi kesana?" sindir In Ho pada Yong Soo
"Baek In Ho, kau juga mau ikut?"
"Lupakan, ngapain juga kesana? Pokoknya hati-hati. Jangan melakukan hal yang aneh-aneh. Jangan sampai ayahmu tahu"
"Kalau tidak ada yang bilang, mana mungkin ayahku tahu. Iya, kan?"

Di tempat yang sudah di bicarakan tadi, Yong Soo datang lalu mencari Yoojung. Ternyata Yoojung tidak pernah dan tidak mengiyakan ajakan teman-temannya untuk datang ke tempat itu. Kenapa?? karena Yoojung merencakan sesuatu pada mereka yang hanya memanfaatkannya saja. Yoojung melapor polisi dan mereka di grebek karena mabuk bersama para wanita. Padahal mereka belum cukup umur.
"Bagus sekali, baru umur segini sudah berani minum bareng perempuan. Kalian tertangkap dan mencoreng nama sekolah" kata guru sambil memukul kepala para tersangka dengan kayu.
"Kau Park Yong Soo. Kenapakau ikut-ikutan?"
"Apa benar saya tidak bisa ikut kompetisi?"
tanya Yong Soo melas
"Kau itu lucu sekali. Ikut tertangkap tapi tidak mau dihukum"
"Cepat telungkup. Telungkup!"
"Hei, siapa yang berani melaporkan kita. Hanya kita yang tahu." tanya teman yang paling gendut
"Aku tahu siapa yang melaporkan kita" Kata Yong Soo dengan wajah marah
"Brukkk.... " sempat kabur, akhirnya In Ho di keroyok oleh gerombolan temannya yang semalem kena grebek.

"Hei, kau ingin mati. Lepaskan. Bukan aku yang melaporkan kalian. Sialan" teriak In Ho sambil terus membela dirinya. Lalu Yong Soo yang dari tadi tidak berani berbuat apa-apa datang lalu memukul tangan In Ho dengan besi mirip tongkat kasti.
"Ahhhhhh...." teriak In Ho keras. Saat itu, Yoojung datang. Bukan sebagai pahlawan In Ho. Yoojung hanya lewat dan melihat sekilas In Ho yang menjerit kesakitan dan tergelatak di tanah.

In Ho terpaksa harus rela melepas impiannya sebagai pianis terkenal karena tangannya tidak bisa digunakan untuk bermain piano lagi. Ayah Yoojung menghampiri In Ho di kamar inap rumah sakit. Mungkin karena niat mengadopsi In Ho dan In Ha membuat kakak beradik itu tidak nyaman dan terjadi kejadian seperti ini. In Ho yang masih merasa marah pergi ke kamar Yoojung. Mereka bertengkar, dan kemudian menjadi musuh lalu berpisah untuk selamanya.

"Katakan, bukan kau kan?"
"Tentu bukan. Kau sendiri penyebabnya"
"Apa maksudmu. Kenapa kau melakukan ini padaku?"
"Kenapa ada orang yang menginginkan sesuatu yang bukan miliknya. Mereka salah mengira itu miliknya. Hingga mereka kehilangan semuanya" kata Yoojung yang membuat In Ho semakin yakin bahwa Yoojung menolak pengadopsian itu.
"Kau tidak suka kami di adopsi, makanya kau lakukan itu padaku"
"Terserah. Berpikirlah sesukamu?"
Yoojung lalu pergi.

In Ho merasa sangat putus asa dan hancur. Itu sebabnya dia memutuskan pergi dari rumah Yoojung.
"Baek In Ho?? Kau mau kemana?" kejar In Ho
"Entahlah, jangan menungguku"
"Baiklah. Kau selalu seperti ini. Aku pasti sudah lupa. Kau itu orang yang bisa meninggalkanku semaumu" kata Baek In Ha lalu melepas tangannya yang dari tadi menahan In Ho. Tak disangka, In Ha yang lebay ternyata juga bisa nangis. Mungkin karena mereka saudara kali ya cingu. Namanya hati kan pasti ada sisi rapuhnya. "Pergilah. Aku akan hidup sendiri. Jangan pernah kembali"

Lalu In Ho berlari keluar rumah untuk mencari Yoojung. Kali ini, bukan sekedar cekcok biasa. Melainkan menggunakan tinju dan perasaan. Inikah lebih menjadi pertengkaran hebat karena masing-masing telah lama memendam emosi.

"Apa yang telah kau lakukan pada Baek In Ha?"
"sepertinya dia sudah buka mulut". "Bertingkah seperti itu setelah mendapat yang dia mau. Aku sudah muak"
"Brengsek!"
"Sampai kapan kau mau mendekati Seol?". "Sepertinya kau melakukannya untuk membuatku marah. Tapi itu juga membuatmu sedih kan?". "Cepatlah sadar dan pikirkan masa depanmu"
"Aku...! Aku punya permintaan padamu. Biarkan aku memukulmu kali ini saja. Aku ingin benar-benar memukulmu". "Satu lawan satu. Bagaimana?"
"Baiklah". Yoojung menerima tantangan In Ho dan Boooommm..... sunbae dan In Ho berkelahi habis-habisan. Entah bagaimana mereka bisa berhenti. Yang jelas keduanya babak belur. Wajah dan badan mereka terluka dan kesakitan. Terutama hati mereka. Sakit!

"Baiklah. Ayo kita saling bunuh. Brengsek!" emosi In Ho membara
"Aku sudah menahannnya sangat lama" balas Yoojung dengan tangan hampir mencekik In Ho
"Haishh.... padahal kau bisa memukuli orang. Bagaimana bisa kau menahannya selama ini" ejek In Ho. "Seharusnya kau tunjukkan wajah aslimu lebih cepat. Jadi pertemanan kita tidak jadi seburuk ini"
"Menyalahkan aku lagi??? Bertingkah sebagai korban ketika mengambil milik orang lain" Yoojung
"Lalu kau, durimu seperti landak ketika di hasut orang lain. Kaulah yang mengirim penguntit itu. Dan sekarang kau gunakan orang lain untuk menyingkirkannya". "Begitukah caramu melindungi rambut anjing" In Ho semaki tak terkontrol. Dan Yoojung semakin marah karena In Ho menyebut nama Seol. 
"Kupikir perasaanmu pada rambut anjing benar-benar tulus. Apa kau bahkan tahu artinya menyukai seseorang. Brengsek!"
"Apa urusannya denganmu"
"Karena aku menyukai rambut anjing" In Ho mengulangi perkataannya. "Karena aku menyukai rambut anjing. Jadi itu urusanku!"

"Bagus! Memang inilah keahlianmu. Berlagak seperti teman tapi menusukku dari belakang"
"Siapa yang menusuk dari belakang duluan. Ah... ini tidak dihitung" jawab In Ho sambil menunjukkan tangan kirinya yang terluka karena ulah Yoojung
"Menjauhlah dari Seol" Ancam Yoojung
"Memangnya kau siapa?" teriak In Ho
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk Seol. Hidupmu saja berantakan" kata Yoojung
"Kalau begitu katakan padaku. Yang terjadi padaku. Apa kau bisa jamin tidak terjadi pada rambut anjing?"."Kaulah penyebab hidup semua orang berantakan". "Orang yang harusnya menjauh dari rambut anjing itu kau. Bukan aku!".

Seol masih saja melamun. Karena masih belum bisa mengerti dan mengenal kekasihnya dengan baik.Lalu tiba-tiba Yoojung mengirim pesan. Ahh.... adegan apa lagi setelah ini. Semoga admin kece bisa istiqomah dan tetap semangat tanpa baper. *emang bisa min *Entahlah :|

"Seol, aku ada di depan. Bisa kau keluar sebentar"
"Sunbae.... wajahmu kenapa?? Apa yang terjadi. Siapa yang melakukannya?"

Seol yang tadinya masih ngambek langsung cemas dan hampir saja menangis melihat wajah Yoojung yang babak belur. Bukannya menjawab pertanyaan Seol. Yoojung malah jatuh di pelukan kekasihnya itu. Ya lumayan lah ya, dari pada hati gak sembuh-sembuh. Mending muka aja yang babak belur ^^.

"Apa-apaan wajahmu ini. Bagaimana besok kau pergi ke kantor". "Kau berkelahi dengan Baek In Ho kan?"
"Dia dulu yang mulai"
"Lalu kau mengiyakan dia untuk berkelahi"
"Masih berkelahi tentang saat SMA? Kenapa sunbae sangat membenci Baek In Ho?". Lalu Yoojung menceritakan bagaimana awal dia membenci Baek In Ho. Wahh, baru kali ini ada orang yang tahu dan mau mendengarkan Yoojung. Seol.... fighting ^^

[FLASHBACK]

Dulu, ketika In Ho ingin sekali menonton konser Daniel Redcovich, Yoojung berusaha menggantikan In Ho dan memakai namanya supaya bisa mendapat tanda tangan sang idola. Karena Yoojung tahu kalau In Ho sangat menyukai pianis itu. Ketika kembali dari konser, tidak sengaja Yoojung mendengar In Ho berbincang tentang diri nya pada Yong Soo ketika berjalan di tangga panggung tempat lomba konser In Ho di gelar.


"Kau mendengarnya?? Mood ku sedang bagus. Penonton sampai terharu melihat pertunjukanku" In Ho membanggakan dirinya sendiri di depan Yong Soo
"Aku melihat presdir disana"
"Ahjussi?? dia datang untuk melihatku". "Dia tetap saja datang meski sudah kularang"
"Tapi, bagaimana kau bisa dekat dengan Yoojung?"
"Kenapa?? kau ingin jadi temannya juga?". "Mungkin saja dia tersenyum. Tapi sebenarnya dia membenci orang sepertimu". "Yoojung berasal dari keluarga kaya dan populer dikalangan cewek. Banyak yang iri padanya"
"Itu karena kau tidak berteman dengannya. Dia sangat menyedihkan. Apa gunanya keluargamu kaya. Jung tidak punya mimpi. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Karena itulah semua di anggap enteng. Mungkin cuma aku yang mengerti dia". celoteh In Ho panjang lebar.
Ini sebenarnya Yoojung sunbae yang sensitif, atau memang In Ho nya yang terlalu sombong sih :(

Sejak saat itulah Yoojung benar-benar membenci In Ho. Ditambah lagi rencana adopsi In Ho dan In Ha oleh ayah Yoojung. Yoojung juga memberikan kaset yang sudah di tanda tangani oleh Daniel Redkovich pada Yong Soo. Padahal dia mendapatkannya sudah payah demi In Ho.

Tidak hanya itu, Yoojung juga tidak sengaja mendengar percakapan ayahnya di telpon. Itu membuat Yoojung semakin merasa di kucilkan di dalam rumahnya sendiri. Dan kebencian Yoojung pada In Ho semakin memuncak.

"Aku sudah banya merepotkan Prof Baek. Jadi aku akan merawat cucumu"
"Jung tak akan menolaknya. Tak ada alasan bagi nya untuk menolak"
"Mengawasi mereka?? mana mungkin itu di anggap sebagai mengawasi mereka"
"Dia bukannya aneh. Tapi kalau dibiarkan sendiri, dia akan mengalami masalah dengan hubungan sosialnya"
"Kalau tidak ada orang di sampingnya. Dia tidak bisa hidup sendiri. Karena itulah dia butuh saudara"
####

"Sejak saat itulah. Aku tidak membenci pengadopsiannya. Aku bisa terima meski hanya sedikit kaget". "Tapi.... kupikir orang yang adalah teman. Ternyata hanya mengawasiku. Aku sulit menerimanya. Ayah juga tahu semuanya. Dia hanya mengawasi kami". "Dia hanya selalu bilang, 'yang lembut' atau 'jangan serakah', pikirkan orang lain". "Apa aku seaneh itu?".

Wajah melas Yoojung membuat hati Seol bergetar. Merasa kasihan dan iba, Seol berusaha menenangkan kekasihnya itu dengan pelukan sederhana. Sambil bercerita sedikit, Seol berusaha mengobati luka hati Yoojung yang pikirannya sedang kacau balau.

"Sunbae"
"Awalnya kita tidak dekat, kan?". "Setelah aku pikir-pikir, kita tidak aneh, hanya saja berbeda". "Sunbae seperti itu, dan aku seperti ini"."Mungkin aku tidak yakin, karena sunbae tidak mempunyai banyak kesempatan untuk jujur pada orang lain". "Semua itu pasti membuatmu kesepian. Mulai sekarang jangan dipendam sendiri. Kita akan melalui nya bersama. Aku benar-benar ingin mengenal sunbae".

"Aku.....". "Aku sangat menyukai sunbae. Lebih dari sebelumnya"
"Kau berbeda dari orang lain, Seol" balas Yoojung sambil balas menggenggam tangan Seol. "Kau selalu mengamatiku. Kau juga selalu bilang kapanpun tidak menyukai sesuatu". "Mungkin terdengar lucu, tapi itu sangat membantuku".
"Aku takut. Kau akan meninggalkanku jika tahu aku yang sebenarnya". Yoojung mulai jujur dengan perasaannya pada Seol. Dan lagi... Seol menenangkan hati Yoojung dengan menggenggam tangan kekasihnya itu.
 

"Tapi sekarang berbeda. Aku takut kau meninggalkanku"
"Aku juga sangat menyukaimu. Sangat!" Yoojung. Lalu Seol menangis bahagia di pelukan kekasihnya itu.
*Ahhhh..... tisu mana tisu. admin kece ikutan mewek nih. But how your lucky unnie. Beruntung banget unnie punya pacar ganteng, baik, tanggung jawab dan pinter pula. Pas lah buat di banggakan jadi pacar (dan itu hanya ada dalam drama Korea. Kata Pak Ridwan Kamil ^^).
In Ho melihat mobil Yoojung terparkir di depan restoran Seol. Sudah pasti In Ho bisa membaca situasi, kan. Sedang apa kiranya jungseol di dalam sana. Jelous??? itu pasti. Tapi In Ho bisa apa. Nasib second lead mah selalu begitu. Baper dan bergalau ria. Sedang yang bahagia dan dapat pacar... ya first male lead nya. Bukan begitu alur drama Korea #ahhh
"Sakitnya...." pandangan In Ho kosong, jauh menerawang ke dalam restoran. Kasihan si abang cingu. Kita puk puk-in aja yuk. Kasihan juga kedinginan dan kesepian sendiri ^^

BERSAMBUNG.....
Continued On The Next Episode... ^^Episode 13^^ (Episode Sebelumnya 'Episode 11' DISINI)

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon