November 10, 2015

She Was Pretty Episode 15 - Pengorbanan Kim Shin Hyeok Untuk Hye Jin

DrameHouse.com - Anyeong ..... baru kali ini episode "She Was Pretty" di buka dengan ketegangan. Semua tokoh utamanya berperang melawan keraguan dalam diri mereka masing-masing. Kim Hye Jin berusaha meyakinkan diri nya dan Seung Joon bahwa semua akan baik-baik saja. MOST kembali bangkit, dengan begitu Seung Joon bisa melamar Hye Jin.

Kim Shin Hyeok memantabkan diri untuk membuka identitas aslinya supaya bisa membantu Seung Joon membawa MOST kembali ke puncak. Min Ha Ri sibuk mencari pekerjaan baru dan menata lagi hidupnya. Sementara main actor kita, Ji Seung Joon malah ragu akan apa yang harus ia lakukan ketika Shin Hyeok memberikan mp3 berisi rekaman pengakuannya tentang identitas aslinya. Seung Joon ragu karena tidak ingin mengorbankan Shin Hyeok demi membawa MOST kembali ke puncak. Padahal Shin Hyeok sendiri melakukan itu karena tidak ingin melihat Hye Jin menangis lagi. Sungguh drama yang bikin baper pemirsa.

Editor Kim berkata pada Seung Joon, “ Tidak ada rahasia yang bisa disimpan selamanya”.
Seung Joon, “Jika aku ungkapkan?? Bagaimana Denganmu??”
Editor Kim, “Aku tak keberatan. Aku baik-baik saja”.

Kim Shin Hyeok terus saja memaksa, tapi Seung Joon menolaknya. Lalu dia berkata pada Seung Joon. 
“Artikel pertamaku, aku sangat berharap MOST yang akan melakukannya”.


Di kantor, semua heboh membicarakan pelantikan wakil presiden direktur yang baru. Mereka masih tidak percaya kalau Kim Pong Ho sunbae adalah pewaris Jingsung Magazine. Seung Joon mulai mendengarkan rekaman suara Kim Shin Hyeok. Nama yang pertama kali disebuh editor itu adalah Jackson alias Kim Hye Jin. Seung Joon semakin pusing dengan pengakuan Editor Kim yang mengejutkan itu. Lalu setelah mondar-mandir, dia menelfon penerbit dan mengatakan tidak ada artikel yang perlu di tambahkan. Jadi cetak saja !

Keesokan paginya, wowww... majalah MOST Edisi-20 sudah terbit. Seung Joon melihat majalah-majalah itu baru saja di turunkan dari mobil pengangkut. Sung Joon langsung membuka majalah bersampul hitam itu ketika ada tulisan “Wawancara Ekslusif Dengan TEN”.

Syok dengan isi majalah itu, Seung Joon langsung menelfon ketua penerbit dan menanyakan yang sebenarnya. Ternyata Editor Kim yang memaksa memasukkan artikel wawancara itu sebelum majalah di cetak.

Seung Joon tahu, setelah majalah edisi ke-20 itu terbit, hidup Kim Shin Hyeok akan berubah. Dia mencari oppa dari kekasihnya itu ke hotel tempat dia tinggal selama ini. Dia juga berulang kali menelfon dan mengirim pesan, tapi sama sekali tidak ada jawaban. Oppa yang tadinya berlagak lucu dan nyentrik itu, rupanya telihat tampan sekali di majalah.

Ketika Seung Joon akan mencari Shin Hyeok sambil berjalan menuju parkiran. Tiba-tiba ada pesan masuk. Dari Shin Hyeok ! Semua orang yang mengenal Kim Shin Hyeok masih syok dengan kejutan besar yang dibuatnya ini. Begitu juga dengan Min Ha Ri. Ketika dia browsing mencari pekerjaan di internet. Min Ha RI malah menemukan Headline tentang “Terungkapnya Identitas Novelis Terkenal Dunia, TEN”

Di kantor, ketika semua orang sibuk mempertanyakan keaslian berita itu. Hye Jin malah sibuk menghubungi Shin Hyeok. Tapi sama sekali tak ada jawaban. Lalu tiba-tiba Ha Ri menelpon dan menanyakan tentang kebenaran kabar tentang TEN.

“Hei, kenapa dengan reporter bodoh itu”, Min Ha Ri
“Dari mana kau tahu?” Hye Jin
“Dia orang yang ku maksud. Dia yang tinggal di kamar Suite. Dia tak mau aku memberi tahumu. Makanya aku tidak bilang. Dia sering memikirkanmu.” Min Ha Ri

Hye Jin yang sangat panik bertemu dengan Seung Joon di pintu keluar kantor The MOST ketika hendak pergi mencari Editor Kim. Seung Joon memberikan rekaman pengakuan Editor Kim pada Hye Jin. Hye Jin mendengarkan rekaman berisi suara oraboeni nya itu dengan sedih. Hye semakin merasa bersalah ketika mendengar pengakuan Editor Kim di rekaman itu.
“Anyeong Hye Jin. Sekarang aku akan menceritakan siapa diriku sebenarnya. Jadi Dengarkan baik-baik. Nama Korea ku Kim Shin Hyeok, Nama Pena ku TEN dan nama Amerika ku David Joseph”.
Di tempat tinggal baru nya, Kim Shin Hyeok video call dengan orang tuanya di Amerika. Joon Woo yang tidak sengaja lewat di meja Editor Kim menemukan tulisan di kertas kecil yang ditempel di laptop lama Shin Hyeok. Ketika Joon Woo membukanya, video perpisahan yang mengahrukan langsung terpampang di layar proyektor Tim Editing. Dan semua tim menangis menonton video perpisahan Kim Shin Hyeok.

Tim Editing kini mulai sepi, setelah Pong Ho sunbae dilantik jadi Wapresdir, Kim Shin Hyeok menghilang, lalu kemudian Kim Hye Jin akan pindah kembali ke Tim Manajemen. Omooo.... setelah itu Seung Joon juga harus kembali ke Amerika karena tugasnya meningkatkan kembali nilai penjualan The MOST berhasil. Setelah mendapat telpon dari kantor pusat, Seung Joon kembali sedih karena ia harus meninggalkan Hye Jin. Lalu ketika mereka sedang duduk berdua di taman dekat rumah Hye Jin. Seung Joon meminta Hye Jin untuk ikut bersamanya ke Amerika. Hye Jin bersedia.

Hari ini, Hye Jin harus kembali ke Tim Manejemen. Ketika semua orang akan mengantar Hye Jin ke pintu, Joon Woo langsung memeluk Hye Jin dan mengatakan supaya tidak pergi. Tentu saja Seung Joon yang berdiri di sebelah Hye Jin langsung menarik pekukan Joon Woo dari tubuh Hye Jin. Wah.... si wapemred kita ternyata suka cembokur juga pemirsah ^^.

Kembali ke asalnya membuat Hye Jin bingung karena pulang lebih cepat. Tidak ada lembur, tidak ada kerja keras seperti di Tim Editing. Ketika sedang berjalan dari kantor, Hye Jin melihat seseorang mirip Editor Kim, dia mengejarnya tapi tidak ada. Lalu.. ada seseorang yang mengikuti Hye Jin dan menari tangannya dari belakang. Yups..  siapa lagi kalau bukan oraboeni nya yang lucu itu. Ketika Hye Jin dan Editor Kim berbincang satu sama lain, Editor Kim memelik Hye Jin dan membisikkan sesuatu di telinga nya. Setelah itu mereka berpisah dan belum bertemu lagi sampai saat ini.

Pagi yang indah. Hye Jin pergi ke Ha-il setelah mendapat telpon dari penulis yang di wawancarainya waktu itu, Hye Jin mendadak ingin jadi penulis anak-anak seperti cita-citanya waktu kecil. Meski berusaha menyembunyikan perasaan nya pada Seung Joon, Hye Jin tetepa tidak bisa membohongi dirinya sendiri.

Ketika sedang asyik mengobrol, Seung Joon tau, jika Hye Jin benar-benar ingin jadi penulis sperti cita-citanya waktu kecil. Lalu Seung Joon memberikan map berwarna coklat berisi pilihan kelas Bahasa Inggirs untuk Hye pelajari.
Seung Joon mengirim pesan pada Hye Jin untuk makan malam bersama. Setelah itu, Seung Joon berdiri menatap puzzle yang ia bingkai rapi sambil memegang cincin yang akan diakai nya untuk melamar Hye Jin nanti malam.

Ketika malam tiba, Hye Jin datang menemui Seung Joon di rumahnya, dengan perasaan gelisah, Hye Jin tiba-tiba melamar Seung Joon dan mengatakan bahwa ingin menikah dengannya tapi bukan sekarang. Seung Joon yang bingung karena Hye Jin berbicara terus-menerus lalu mengerti maksud Hye Jin.

“Seung Joon, ayo menikah sekarang. Aku juga sudah menyiapakan cincinnya. Ini punyaku, mana tanganku. Baiklah ! aku melamarku sekarang. Tapi maksudku kita tidak melakukannya saat ini”.
“Kau minta aku menunggu setahun kan?”, Seung Joon
Setelah acara tukar cincinnya selesai. Mereka sedikit berbincang tentang alasan Hye Jin kenapa ingin Seung Joon memberinya waktu dan menunggu selama setahun. Seung Joon yang tadinya akan memberikan kejutan untuk melamaar Hye Jin akhirnya menggoda Hye Jin dan membuatnya penasaran. Lalu Hye Jin yang imut selalu membujuk Seung Joon untuk menceritakan bagaiaman dia akan melamarnya.

Ternyata si wapimred yang dulunya angkuh itu ingin melamar Hye Jin dengan main puzzle. Kemudian Seung Joon pura-pura kehilangan satu keping puzzle nya dan menyuruh Hye Jin mengambil puzzle yang hilang. Setelah Hye Jin menemukan puzzle itu, sudah ada cincin di atas meja di tumpukan puzzle yang hampir selesai di susun. So sweeettttt ^^.
Kebiasaan mereka kambuh lagi, bukan.. kebiasaan Hye Jin maksudnya. Tingkah aneh nya kambuh ketika dia malu-malu. Mendadak Hye Jin menjadi canggung pada Seung Joon dan menghindar untuk diantar pulang. 

Kenapa juga kunci mobil Seung Joon tertinggal. Ya terpaksa deh Hye Jin meloloskan diri naik taksi. Meski sempat menahannya dan membiarkan Hye Jin pulang sendiri, Seung Joon merasa sangat sedih. Ketika menatap dua cincin yang kini melingkar di jarinya. Bel rumah Seung Joon berbunyi, Ketika pintu dibuka, ternyata Hye Jin yang datang.

Seung Joon yang sebenarnya tak ingin Hye Jin pulang begitu cepat langsung menarik tangan Hye Jin dan membawanya masuk. Lalu mereka berciuman selama yang mereka mau. Kali ini lebih intim. Sebagai pasangan kekasih yang akan menikah !
Esok harinya Seung Joon mengantar Hye Jin ke Ha-il. Karena tak ingin melohat Hye Jin sedih tak berat meninggalkannya. Seung Joon meminta Hye Jin untuk tidak mengantarnya ke bandara keesokan harinya. Seung Joon minta jika mereka harus berpisah disini saja.

“Aku akan menelfon mu 10 kali sehari dan mengirimu email setiap hari. Seperti dulu, ayo kita menulis surat”
Seung Joon yang tadinya sudah berjalan meninggalkan Hye Jin berlari kembali meraih tangan Hye Jin kemudian memeluknya. Memeluk Hye Jin erat kemudian mengecup kening Hye Jin.
Bersambung ke episode selanjutnya. Ke Episode 16, Episode Treakhir !!

Drama Kece, Inspirasinya pasti oke, kan?

Hello there, thank you for checking out my blog :) Respect the work of others and still be YOURSELF! Trust, your email address will not be published. Required fields are Marked ^^ XOXO
EmoticonEmoticon